Yeftania T

15 November 2021 01:33

Iklan

Yeftania T

15 November 2021 01:33

Pertanyaan

Pada masa Presiden Megawati terjadi penjualan aset-aset BUMN kepada swasta (privatisasi BUMN) dan itu dianggap tindakan yang tidak populer? Mengapa Megawati melakukan hal tersebut?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

02

:

15

:

07

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kamelia S

15 November 2021 01:35

Jawaban terverifikasi

Keputusan Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri untuk menjual saham Indosat di zaman pemerintahannya menjadi langkah yang tepat. Hal itu juga dibenarkan oleh Pengamat Ekonomi dari Unisulla Semarang, Yudi Budiman. Penjualan saham Indosat harus dilakukan pada tahun 2002, karena melihat keadaan ekonomi saat itu sangat krisis. Sayangnya, penjualan Indosat selalu dijadikan bahan serangan menjelang pilpres, tak ayal Megawati selalu menjadi bulan-bulanan. "Saya kira semua harus memahami. Pada saat itu belum lama kita krisis yang sangat hebat sekali ketika tahun 1998 pergantian rezim. Lalu kemudian Megawati tahun 2002 selang sekitar 4 tahun saya kira, recovery ekonomi itu belum terlalu mantap. Jadi kita harus pahami bahwa saya kira penjualan (Indosat) itu, hanya demi menyelamatkan sesuatu yang lebih besar


Iklan

Pemula P

15 November 2021 01:37

Setelah mengakhiri kerjasama dengan IMF, Megawati menerbitkan Instruksi Presiden No. 5 Tahun 2003 tentang Paket Kebijakan Ekonomi Sesudah Berakhirnya Program IMF untuk menjaga stabilitas ekonomi makro. Ada beberapa poin penting dalam kebijakan tersebut. Di sektor fiskal misalnya, ditandai dengan reformasi kebijakan perpajakan, efisiensi belanja negara dan privatisasi BUMN. Di sektor keuangan, dilakukan perancangan Jaring Pengaman Sektor Keuangan, divestasi bank-bank di BPPN, memperkuat struktur governance bank negara, dan restrukturisasi sektor pasar modal, asuransi dan dana pensiun. Lalu di sektor investasi, dilakukan peninjauan Daftar Negatif Investasi, menyederhanakan perizinan, restrukturisasi sektor telekomunikasi dan energi serta pemberantasan korupsi. Dampaknya dinilai cukup baik. Kurs Rupiah yang semula Rp. 9.800 (2001) menjadi Rp. 9.100 (2004), tingkat inflasi menurun dari 13,1% menjadi 6,5% sedangkan pertumbuhan ekonomi naik 2%, begitu pun poin IHSG dari 459 (2001) menajdi 852 (2004).


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi