Nisaa H

27 September 2021 13:40

Iklan

Nisaa H

27 September 2021 13:40

Pertanyaan

Pada awal perkembangan Islam makam-makam raja dan pembesar Islam dibangun dengan megah Mengapa demikian?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

01

:

19

:

40

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Shoimah

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

28 September 2021 04:51

Jawaban terverifikasi

Halo Nisaa Pemakaman mayat pada zaman Indonesia masa Islam banyak dipengaruhi oleh pandangan dan budaya yang berkembang pada masa sebelumnya. Kebiasaan-kebiasaan zaman sebelum kedatangan dan perkembangan Islam akhirnya juga banyak dilakukan oleh masyarakat Islam. Misalnya, kalau pada zaman kuno mayat dimasukkan dalam kubur batu, pada zaman Islam ada yang dimasukkan dalam peti. Sering pula di atas kubur ditabur bunga-bungaan. Saji-sajian dan selamatan yang telah berkembang pada zaman pra sejarah dan Hindu-Budha tetap hidup pada zaman Islam. Sehingga tidak mengherankan apabila pada hari-hari ke 1, 3, 7, 40, 100, 1 tahun, 2 tahun dan 1000 harinya orang meninggal, sering diadakan selamatan dan kenduri. Selamatan dan kenduri ini diiringi dengan doa-doa Islam, yang kemudian lebih dikenal dengan tahlil. Sesudah selamatan terakhir (nguwis-uwisi), yakni pada hari ke 1000, umumnya kuburan kemudian diabadikan (diperkuat dengan bangunan dari Batu). Pengabadian kubur ini biasanya dilakukan dengan membuat jirat atau nisan di atas kubur. Bagi orang-orang tertentu, umumnya bangsawan atau tokoh penting, di atas jirat didirikan rumah atau sering disebut cungkup. Banyak masyarakat berpandangan, bahwa makam merupakan kediaman terakhir yang abadi, maka diusahakan pula semacam rumah yang sesuai dengan kedudukan orang yang dikubur. Makam para raja atau orang penting dibangun seperti layaknya istana. Seakan-akan makam itu disamakan dengan orangnya, lengkap dengan keluarganya serta pembesar-pembesar pengiringnya yang terdekat. Oleh karena itu bentuk pemakaman itu merupakan satu gugusan cungkup-cungkup dan jirat-jirat yang dikelompokkan menurut hubungan kekeluargaan. Kalau dihubungkan dengan budaya sebelumnya, pembuatan cungkup ini adalah karena pengaruh budaya sebelumnya. Pada zaman pra sejarah, tokoh-tokoh penting (kepala suku) sesudah meninggal diabadikan dalam bentuk Menhir. Pada zaman Hindu-Budha, tokoh-tokoh penting (raja) diabadikan dalam bentuk bangunan candi. Dengan demikian, makam-makam raja dibuat megah karena masyarakat berpandangan bahwa makam adalah kediaman terakhir yang abadi, sehingga diusahakan sama dengan rumah yang sesuai dengan kedudukan orang yang dikubur. Mapel: Sejarah Kelas: 10 SMA Topik: Indonesia Zaman Kerajaan Islam Semoga membantu ya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi