Rahmat S

11 Februari 2022 06:57

Iklan

Rahmat S

11 Februari 2022 06:57

Pertanyaan

Pada 1740 etnik Tionghoa di beberapa kota di Pulau Jawa melakukan perlawanan terhadap VOC. Perlawanan etnik Tionghoa ini terjadi karena VOC.... a. melakukan pembunuhan terhadap etnik Tionghoa yang dianggap memberontak b. menuduh etnik Tionghoa melakukan pembakaran di Kota Batavia c. menarik izin etnik Tionghoa untuk berdagang di wilayah Indonesia d. meminta etnik Tionghoa melawan bangsa Indonesia e. kurang memperhatikan nasib etnik Tionghoa

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

23

:

46

:

31

Klaim

1

1


Iklan

A. Feby

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

16 Februari 2022 05:21

Halo Rahmat. Kakak bantu jawab ya๐Ÿ˜Š Perlawanan etnik Tionghoa ini terjadi karena VOC melakukan pembunuhan terhadap etnik Tionghoa yang dianggap memberontak. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut: Etnis Tionghoa di Nusantara telah mendiami pesisir pantai Jawa jauh sebelum kedatangan VOC. Mereka tersebar di berbagai daerah di Nusantara, seperti Semarang, Surabaya dan Batavia. Ketika awal VOC datang di Nusantara, etnis Tionghoa pun menjalin hubungan baik dengan mereka. Hubungan baik antara VOC dan etnis Tionghoa berubah memanas ketika Johannes Camphuijs menjadi gubernur jendral VOC pada 1984-1691. Camphuijs mengeluarkan kebijakan untuk membatasi masuknya orang Tionghoa ke Batavia. Hal tersebut dilakukan karena meningkatnya gerombolan Tionghoa di Batavia yang melakukan tipuan kasar, pencurian, penipuan dan tindakan kasar lainnya. VOC pada tahun 1727 juga memulangkan beberapa etnis Tionghoa yang dianggap merugikan. Terjadinya perlawanan etnis Tionghoa terhadap VOC dilatarbelakangi karena adanya pembantaian yang dilakukan VOC terhadap etnis Tionghoa di Batavia pada Oktober 1740 yang menewaskan lebih dari 10.000. Selain itu, terdapat beberapa kebijakan VOC yang melakukan tindakan kekerasan dan deskriminatif terhadap etnis Tionghoa di beberapa wilayah Nusantara, Di samping itu. orang Tionghoa harus memiliki permissiebrieffe (kartu tanda masuk) jika memasuki wilayah Batavia. Banyak orang Tionghoa yang ditangkap, dirampok, disiksa oleh para pejabat kompeni karena tidak memiliki kartu tersebut. Pada tanggal 25 Juli 1740, kebencian akan etnis Tionghoa kian memuncak, Gubernur Jendral Valckenier mengeluarkan sebuah resolusi menangkap dan mengirim etnis Tionghoa yang disinyalir merupakan gelandangan menjadi budak di daerah Ceylon (saat ini Srilanka). Untuk meredam perlawanan dari etnis Tionghoa, kompeni melakukan pembantaian terhadap etnis Tionghoa yang tinggal di daerah sekitaran Batavia pada tanggal 9 - 11 Oktober 2011. Sebanyak 11.000 nyawa orang Tionghoa tewas dalam tragedi itu yang menjadikan ini sebagai tragedi pembunuhan massal yang dilakukan oleh VOC atas etnis Tionghoa tersebut yang dikenal sebagai peristiwa Geger Pecinan. Semoga membantu ๐Ÿ˜Š


Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

30

5.0

Jawaban terverifikasi