Nabilah A

09 Mei 2024 01:27

Iklan

Nabilah A

09 Mei 2024 01:27

Pertanyaan

Negara S menghadapi tantangan besar dalam ketidaksetaraan pendapatan antara kelompok masyarakat. Bagaimana pemerintah negara Smenerapkan kebijakan moneter untuk merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah dengan pendapatan rendah?

Negara S menghadapi tantangan besar dalam ketidaksetaraan pendapatan antara kelompok masyarakat. Bagaimana pemerintah negara Smenerapkan kebijakan moneter untuk merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah dengan pendapatan rendah?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

02

:

45

:

17

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Dea K

Community

09 Mei 2024 11:41

Jawaban terverifikasi

<p>Untuk merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah dengan pendapatan rendah, pemerintah negara S bisa menerapkan kebijakan moneter yang bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap kredit dan likuiditas di wilayah tersebut. Berikut beberapa langkah yang mungkin diambil:</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Penurunan Tingkat Bunga</strong>: Bank Sentral dapat menurunkan tingkat suku bunga untuk mendorong pinjaman investasi di daerah dengan pendapatan rendah. Penurunan suku bunga membuat pinjaman menjadi lebih terjangkau bagi individu dan bisnis, yang kemudian dapat digunakan untuk meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi.</p><p><strong>Penyediaan Likuiditas Tambahan</strong>: Bank Sentral dapat menyediakan likuiditas tambahan melalui operasi pasar terbuka atau fasilitas pembiayaan darurat. Langkah ini dapat membantu bank-bank di daerah tersebut untuk memperluas kredit kepada individu dan bisnis yang membutuhkan modal untuk ekspansi atau pengembangan usaha.</p><p><strong>Peningkatan Akses Keuangan</strong>: Pemerintah dapat bekerja sama dengan lembaga keuangan mikro dan koperasi untuk meningkatkan akses terhadap layanan keuangan di daerah dengan pendapatan rendah. Ini bisa termasuk penyediaan bantuan teknis, pelatihan, dan dukungan keuangan untuk membantu individu dan kelompok masyarakat mendapatkan akses terhadap kredit, tabungan, dan produk keuangan lainnya.</p><p><strong>Insentif Pajak</strong>: Pemerintah dapat memberikan insentif pajak bagi investor atau perusahaan yang berinvestasi atau membuka usaha di daerah dengan pendapatan rendah. Insentif ini dapat berupa pembebasan pajak atau pengurangan tarif pajak untuk jangka waktu tertentu, yang dapat mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja di wilayah tersebut.</p><p><strong>Program Stimulus Ekonomi</strong>: Pemerintah dapat meluncurkan program stimulus ekonomi yang khusus ditujukan untuk daerah dengan pendapatan rendah. Program ini dapat mencakup proyek infrastruktur, program pelatihan kerja, atau insentif bagi sektor-sektor ekonomi tertentu yang memiliki potensi untuk pertumbuhan di wilayah tersebut.</p><p>&nbsp;</p><p>Melalui kombinasi kebijakan moneter seperti ini, pemerintah negara S dapat berusaha untuk merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah dengan pendapatan rendah, sehingga dapat mengurangi ketidaksetaraan pendapatan antar kelompok masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.</p>

Untuk merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah dengan pendapatan rendah, pemerintah negara S bisa menerapkan kebijakan moneter yang bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap kredit dan likuiditas di wilayah tersebut. Berikut beberapa langkah yang mungkin diambil:

 

Penurunan Tingkat Bunga: Bank Sentral dapat menurunkan tingkat suku bunga untuk mendorong pinjaman investasi di daerah dengan pendapatan rendah. Penurunan suku bunga membuat pinjaman menjadi lebih terjangkau bagi individu dan bisnis, yang kemudian dapat digunakan untuk meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Penyediaan Likuiditas Tambahan: Bank Sentral dapat menyediakan likuiditas tambahan melalui operasi pasar terbuka atau fasilitas pembiayaan darurat. Langkah ini dapat membantu bank-bank di daerah tersebut untuk memperluas kredit kepada individu dan bisnis yang membutuhkan modal untuk ekspansi atau pengembangan usaha.

Peningkatan Akses Keuangan: Pemerintah dapat bekerja sama dengan lembaga keuangan mikro dan koperasi untuk meningkatkan akses terhadap layanan keuangan di daerah dengan pendapatan rendah. Ini bisa termasuk penyediaan bantuan teknis, pelatihan, dan dukungan keuangan untuk membantu individu dan kelompok masyarakat mendapatkan akses terhadap kredit, tabungan, dan produk keuangan lainnya.

Insentif Pajak: Pemerintah dapat memberikan insentif pajak bagi investor atau perusahaan yang berinvestasi atau membuka usaha di daerah dengan pendapatan rendah. Insentif ini dapat berupa pembebasan pajak atau pengurangan tarif pajak untuk jangka waktu tertentu, yang dapat mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja di wilayah tersebut.

Program Stimulus Ekonomi: Pemerintah dapat meluncurkan program stimulus ekonomi yang khusus ditujukan untuk daerah dengan pendapatan rendah. Program ini dapat mencakup proyek infrastruktur, program pelatihan kerja, atau insentif bagi sektor-sektor ekonomi tertentu yang memiliki potensi untuk pertumbuhan di wilayah tersebut.

 

Melalui kombinasi kebijakan moneter seperti ini, pemerintah negara S dapat berusaha untuk merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah dengan pendapatan rendah, sehingga dapat mengurangi ketidaksetaraan pendapatan antar kelompok masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.


Iklan

Salsabila M

Community

10 Mei 2024 01:32

Jawaban terverifikasi

<p>Untuk merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah dengan pendapatan rendah, pemerintah negara S dapat menerapkan kebijakan moneter yang bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap kredit, mempercepat pertumbuhan sektor-sektor ekonomi yang potensial, dan mengurangi ketidaksetaraan pendapatan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:</p><p><strong>Penyesuaian Suku Bunga</strong>: Bank sentral dapat menurunkan suku bunga untuk mendorong investasi dan konsumsi di daerah-daerah dengan pendapatan rendah. Suku bunga yang lebih rendah dapat mendorong lebih banyak orang dan bisnis untuk meminjam dan menginvestasikan uang mereka dalam usaha produktif.</p><p><strong>Pengaturan Kebijakan Kredit</strong>: Bank sentral dapat memberikan insentif kepada bank-bank komersial untuk meningkatkan akses kredit kepada individu dan usaha kecil menengah (UKM) di daerah dengan pendapatan rendah. Ini dapat dilakukan melalui program subsidi suku bunga, jaminan kredit, atau pengaturan kredit khusus untuk sektor-sektor yang dianggap strategis untuk pertumbuhan ekonomi.</p><p><strong>Pengembangan Infrastruktur Keuangan</strong>: Pemerintah dapat bekerja sama dengan lembaga keuangan dan lembaga non-keuangan untuk memperluas jaringan layanan keuangan di daerah-daerah pedesaan dan terpencil. Ini termasuk pendirian kantor bank cabang, ATM, dan layanan keuangan digital yang dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan perbankan.</p><p><strong>Investasi Infrastruktur dan Pengembangan Daerah</strong>: Pemerintah dapat menggunakan kebijakan moneter untuk mendukung investasi dalam pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, air bersih, dan telekomunikasi di daerah-daerah dengan pendapatan rendah. Infrastruktur yang memadai dapat meningkatkan konektivitas regional, meningkatkan aksesibilitas pasar, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.</p><p><strong>Pengembangan Sektor-sektor Unggulan</strong>: Kebijakan moneter juga dapat difokuskan untuk mendukung pertumbuhan sektor-sektor ekonomi yang berpotensi besar di daerah dengan pendapatan rendah, seperti pertanian, pariwisata, atau industri kreatif. Ini dapat dilakukan melalui pengadaan modal kerja murah, insentif pajak, atau pengembangan keterampilan dan pelatihan tenaga kerja.</p>

Untuk merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah dengan pendapatan rendah, pemerintah negara S dapat menerapkan kebijakan moneter yang bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap kredit, mempercepat pertumbuhan sektor-sektor ekonomi yang potensial, dan mengurangi ketidaksetaraan pendapatan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:

Penyesuaian Suku Bunga: Bank sentral dapat menurunkan suku bunga untuk mendorong investasi dan konsumsi di daerah-daerah dengan pendapatan rendah. Suku bunga yang lebih rendah dapat mendorong lebih banyak orang dan bisnis untuk meminjam dan menginvestasikan uang mereka dalam usaha produktif.

Pengaturan Kebijakan Kredit: Bank sentral dapat memberikan insentif kepada bank-bank komersial untuk meningkatkan akses kredit kepada individu dan usaha kecil menengah (UKM) di daerah dengan pendapatan rendah. Ini dapat dilakukan melalui program subsidi suku bunga, jaminan kredit, atau pengaturan kredit khusus untuk sektor-sektor yang dianggap strategis untuk pertumbuhan ekonomi.

Pengembangan Infrastruktur Keuangan: Pemerintah dapat bekerja sama dengan lembaga keuangan dan lembaga non-keuangan untuk memperluas jaringan layanan keuangan di daerah-daerah pedesaan dan terpencil. Ini termasuk pendirian kantor bank cabang, ATM, dan layanan keuangan digital yang dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan perbankan.

Investasi Infrastruktur dan Pengembangan Daerah: Pemerintah dapat menggunakan kebijakan moneter untuk mendukung investasi dalam pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, air bersih, dan telekomunikasi di daerah-daerah dengan pendapatan rendah. Infrastruktur yang memadai dapat meningkatkan konektivitas regional, meningkatkan aksesibilitas pasar, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Pengembangan Sektor-sektor Unggulan: Kebijakan moneter juga dapat difokuskan untuk mendukung pertumbuhan sektor-sektor ekonomi yang berpotensi besar di daerah dengan pendapatan rendah, seperti pertanian, pariwisata, atau industri kreatif. Ini dapat dilakukan melalui pengadaan modal kerja murah, insentif pajak, atau pengembangan keterampilan dan pelatihan tenaga kerja.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

A. BERILAH TANDA SILANG (X) PADA HURUF A, B, ATAU C PADA JAWABAN YANG BENAR! 1. Kerajaan Hindu tertua di Indonesia adalah kerajaan …. a. Sriwijaya b. Singasari c. Kutai d. Majapahit 2. Prasasti Batu Bertulis, Prasasti Tugu dan Prasasti Kebon Kopi adalah peninggalan kerajaan …. a. Majapahit b. Demak c. Tarumanegara d. Gowa-Tallo 3. Kerajaan Mataram Islam mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan …. a. Hayam Wuruk b. Sultan Agung c. Sultan Ageng Tirtayasa d. Sultan Hasanudin 4. Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah …. a. Aceh b. Demak c. Gowa-Tallo d. Samudra Pasai 5. Berikut adalah peninggalan kerajaan Islam, kecuali … a. Masjid Demak b. Menara Kudus c. Candi Borobudur d. Pondok Pesantren 6. Kerajaan Majapahit dikenal dengan kerajaan yang mempunyai …. a. Permaisuri yang cantik-cantik b. Angkatan darat yang banyak c. Raja-raja yang bijak d. Kekuatan maritim yang besar 7. Berikut ini yang bukan termasuk kenampakan alam adalah …. a. Sungai b. Pelabuhan c. Danau d. Gunung 8. Daratan yang menjorok ke laut dinamakan …. a. Lembah b. Teluk c. Selat d. Tanjung 9. Wilayah Indonesia dibagi menjadi …. waktu. a. 3 bagian b. 4 bagian c. 2 bagian d. 1 bagian 10. Dataran tinggi Dieng terdapat di Provinsi …. a. Jawa Tengah b. Jawa timur c. Jawa barat d. Banten 11. Kota Semarang, Palembang dan Padang termasuk wilayah Indonesia dengan pembagian waktu … a. WITA b. WIB c. WIT d. WIS 12. Keanekaragaman suku-suku bangsa Indonesia antara lain dipengaruhi oleh …. a. Perbedaan kondisi lingkungan yang ditempati b. Persamaan lingkungan pulau yang ditempati c. Banyaknya gunung berapi di Indonesia d. Perbedaan jenis iklim antar pulau di Indonesia 13. Suku Asmat, Bintuni dan Sentani berasal dari pulau …. a. Kalimantan b. Sumatra c. Papua d. Jawa 14. Upacara pembakaran jenazah di Bali dikenal dengan nama …. a. Wiwit b. Legong c. Ngaben d. Kecak 15. Berikut adalah suku-suku yang ada di pulau Jawa, kecuali …. a. Jawa b. Sunda c. Toraja d. Tengger 16. Alat musik berikut ini yang berasal dari daerah Nusa Tenggara adalah …. a. Bonang b. Sasando c. Popondi d. Rebab 17. Berikut ini adalah contoh pakaian adat yang benar sesuai daerah asalnya adalah …. a. Ulos dari Jawa Barat b. Baju Kurung dari Sumatra Barat c. Beskap dari Sumatra Utara d. Kebaya dari Kalimantan Selatan 18. Berikut yang tidak termasuk kebudayaan daerah Indonesia adalah …. a. Tarian daerah b. Lagu daerah c. Bahasa daerah d. Tanah daerah 19. Orang yang menggunakan jasa atau barang disebut …. a. produsen b. Distributor c. Konsumen d. Penyalur 20. Kegiatan ekonomi yang menghasilkan barang, yaitu …. a. Usaha angkutan b. Usaha tukang cukur c. Usaha pelayanan kesehatan d. Usaha membuat makanan

9

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

12

5.0

Jawaban terverifikasi