Siti S

14 Februari 2024 09:59

Iklan

Siti S

14 Februari 2024 09:59

Pertanyaan

Nada puisi hukum karya Chairil Anwar

Nada puisi hukum karya Chairil Anwar

 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

18

:

40

:

01

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Erwin A

Community

18 Februari 2024 08:31

Jawaban terverifikasi

<h2>Nada Puisi "Hukum" Karya Chairil Anwar</h2><p>Nada puisi "Hukum" karya Chairil Anwar <strong>bernada kritis dan sinis</strong>. Hal ini terlihat dari beberapa aspek berikut:</p><p><strong>1. Diksi dan Gaya Bahasa:</strong></p><ul><li>Penggunaan kata-kata yang keras dan lugas, seperti "mencekik", "menghunus", "menelanjangi", dan "membunuh".</li><li>Penggunaan kalimat yang pendek dan bernada protes, seperti "Siapakah kau yang berani menegur?" dan "Siapa yang berani berkata?".</li><li>Penggunaan metafora yang menggambarkan hukum sebagai sesuatu yang kejam dan tidak adil, seperti "hukum yang tajam bagai pisau" dan "hukum yang menelanjangi".</li></ul><p><strong>2. Tema Puisi:</strong></p><ul><li>Puisi ini mengangkat tema tentang ketidakadilan hukum dan kritik terhadap sistem hukum yang ada.</li><li>Penyair menggambarkan bagaimana hukum sering kali digunakan untuk menindas rakyat kecil dan tidak berdaya.</li><li>Puisi ini juga menunjukkan rasa frustrasi dan kekecewaan penyair terhadap sistem hukum yang tidak adil.</li></ul><p><strong>3. Simbol-Simbol:</strong></p><ul><li>Penggunaan simbol-simbol yang mewakili hukum, seperti "hukum", "pisau", dan "tiang gantungan".</li><li>Simbol-simbol ini digunakan untuk memperkuat kritik penyair terhadap sistem hukum yang ada.</li></ul><p><strong>Kesimpulan:</strong></p><p>Nada puisi "Hukum" karya Chairil Anwar bernada kritis dan sinis. Hal ini terlihat dari penggunaan diksi, gaya bahasa, tema puisi, dan simbol-simbol yang digunakan. Penyair ingin menyampaikan kritiknya terhadap sistem hukum yang tidak adil dan menindas rakyat kecil.</p><p><strong>Catatan:</strong></p><p>Puisi "Hukum" merupakan salah satu puisi Chairil Anwar yang paling terkenal dan banyak diinterpretasikan. Interpretasi terhadap nada puisi ini dapat berbeda-beda tergantung pada pembaca. However, secara umum, puisi ini dianggap sebagai kritik terhadap sistem hukum yang ada pada saat itu.</p>

Nada Puisi "Hukum" Karya Chairil Anwar

Nada puisi "Hukum" karya Chairil Anwar bernada kritis dan sinis. Hal ini terlihat dari beberapa aspek berikut:

1. Diksi dan Gaya Bahasa:

  • Penggunaan kata-kata yang keras dan lugas, seperti "mencekik", "menghunus", "menelanjangi", dan "membunuh".
  • Penggunaan kalimat yang pendek dan bernada protes, seperti "Siapakah kau yang berani menegur?" dan "Siapa yang berani berkata?".
  • Penggunaan metafora yang menggambarkan hukum sebagai sesuatu yang kejam dan tidak adil, seperti "hukum yang tajam bagai pisau" dan "hukum yang menelanjangi".

2. Tema Puisi:

  • Puisi ini mengangkat tema tentang ketidakadilan hukum dan kritik terhadap sistem hukum yang ada.
  • Penyair menggambarkan bagaimana hukum sering kali digunakan untuk menindas rakyat kecil dan tidak berdaya.
  • Puisi ini juga menunjukkan rasa frustrasi dan kekecewaan penyair terhadap sistem hukum yang tidak adil.

3. Simbol-Simbol:

  • Penggunaan simbol-simbol yang mewakili hukum, seperti "hukum", "pisau", dan "tiang gantungan".
  • Simbol-simbol ini digunakan untuk memperkuat kritik penyair terhadap sistem hukum yang ada.

Kesimpulan:

Nada puisi "Hukum" karya Chairil Anwar bernada kritis dan sinis. Hal ini terlihat dari penggunaan diksi, gaya bahasa, tema puisi, dan simbol-simbol yang digunakan. Penyair ingin menyampaikan kritiknya terhadap sistem hukum yang tidak adil dan menindas rakyat kecil.

Catatan:

Puisi "Hukum" merupakan salah satu puisi Chairil Anwar yang paling terkenal dan banyak diinterpretasikan. Interpretasi terhadap nada puisi ini dapat berbeda-beda tergantung pada pembaca. However, secara umum, puisi ini dianggap sebagai kritik terhadap sistem hukum yang ada pada saat itu.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Cermatilah puisi " Aku " Karya CHAIRIL ANWAR benkut ini! Aku Kalau sampai waktuku Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak pertu sedu sedan itu Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Tema puisi di atas adalah.... A. ketekunan dan kemauan seseorang dalam memperjuangan hak dirinya B. kemauan untuk hidup tenang tanpa beban C. kegigihan sesorang dalam mendapatkan cinta sejati D. seseorang yang tidak mau diganggu oleh siapapun E. kepasrahan kepada keadaan yang sedang terjadi

5

5.0

Jawaban terverifikasi