Khoerul A

26 Oktober 2022 11:23

Iklan

Khoerul A

26 Oktober 2022 11:23

Pertanyaan

Moderasi beragama bisa lahir jika kita mengembangkan sikap tasamuh musawah tawasut dan ukhuwah namun fakta di lapangan sering terdengar narasi narasi yang dibangun oleh kelompok untuk menjelekkan sekaligus mengkafirkan kelompok lain bagaimana anda melihat kasus seperti ini

Moderasi beragama bisa lahir jika kita mengembangkan sikap tasamuh musawah tawasut dan ukhuwah namun fakta di lapangan sering terdengar narasi narasi yang dibangun oleh kelompok untuk menjelekkan sekaligus mengkafirkan kelompok lain bagaimana anda melihat kasus seperti ini 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

03

:

53

:

31

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Al K

29 Oktober 2022 01:52

Jawaban terverifikasi

<p><strong>1.MODERASI BERAGAMA DALAM KONTEKS&nbsp; LOKALITAS</strong></p><p>Dalam beberapa kasus ada pemahaman yang menolak kearifan lokal secara mutlak. Dianggap bid’ah tidak ada contohnya dalam ajaran agama. Ada pula yang menerima kearifan lokal secara mutlak.Dalam konteks moderasi beragama dikenal <i>‘urf ghairu syar’i</i>, yakni tradisi yang bertentangan dengan syari’at Islam. Dikenal pula istilah <i>‘urf syar’i,&nbsp;</i> yakni tradisi yang tidak bertentangan dengan syari’at&nbsp; Islam.</p><p><strong>2.MODERASI BERAGAMA DALAM KONTEKS KEBANGSAAN</strong></p><p>Pada saat penyusunan ideologi bangsa, ada kompromi&nbsp; cantik&nbsp; antara nasionalisme dan Islamisme. Maka diambillah jalan tengah yakni ideologi Pancasila, &nbsp;yang bukan negara agama dan bukan negara sekuler, tapi semua pemeluk agama bebas melaksanakan ajarannya masing-masing. Pancasila dianggap sebagai hasil&nbsp; kompromi <i>darul mitsaq</i> meminjam istilah NU atau&nbsp; <i>darul ‘ahdi&nbsp; wasy syahadah</i> &nbsp;meminjam istilah Muhammadiyah atau nasionalisme tauhid meminjam istilah Soekarno.&nbsp; Dikenal pula 4 pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI.</p><p><strong>3.MODERASI BERAGAMA DALAM KONTEKS PERADABAN KEMANUSIAAN GLOBAL</strong></p><p>Seringkali terjadi seseorang manusia dibenci karena faktor etnis, agama, gender dan lain-lain. Yang sering dilupakan bahwa sisi seseorang sebagai sama-sama sebagai manusia yang seyogyanya saling menghormati sering terlupakan, terdinding oleh baju etnis, agama, gender&nbsp;&nbsp; dan lain-lain. Padahal dalam ajaran Islam, &nbsp;manusia sesuatu yang sangat dimuliakan, <i>wa laqad karramnaa banii&nbsp; aadam</i>.</p>

1.MODERASI BERAGAMA DALAM KONTEKS  LOKALITAS

Dalam beberapa kasus ada pemahaman yang menolak kearifan lokal secara mutlak. Dianggap bid’ah tidak ada contohnya dalam ajaran agama. Ada pula yang menerima kearifan lokal secara mutlak.Dalam konteks moderasi beragama dikenal ‘urf ghairu syar’i, yakni tradisi yang bertentangan dengan syari’at Islam. Dikenal pula istilah ‘urf syar’i,  yakni tradisi yang tidak bertentangan dengan syari’at  Islam.

2.MODERASI BERAGAMA DALAM KONTEKS KEBANGSAAN

Pada saat penyusunan ideologi bangsa, ada kompromi  cantik  antara nasionalisme dan Islamisme. Maka diambillah jalan tengah yakni ideologi Pancasila,  yang bukan negara agama dan bukan negara sekuler, tapi semua pemeluk agama bebas melaksanakan ajarannya masing-masing. Pancasila dianggap sebagai hasil  kompromi darul mitsaq meminjam istilah NU atau  darul ‘ahdi  wasy syahadah  meminjam istilah Muhammadiyah atau nasionalisme tauhid meminjam istilah Soekarno.  Dikenal pula 4 pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI.

3.MODERASI BERAGAMA DALAM KONTEKS PERADABAN KEMANUSIAAN GLOBAL

Seringkali terjadi seseorang manusia dibenci karena faktor etnis, agama, gender dan lain-lain. Yang sering dilupakan bahwa sisi seseorang sebagai sama-sama sebagai manusia yang seyogyanya saling menghormati sering terlupakan, terdinding oleh baju etnis, agama, gender   dan lain-lain. Padahal dalam ajaran Islam,  manusia sesuatu yang sangat dimuliakan, wa laqad karramnaa banii  aadam.


Iklan

Rania D

28 Juli 2023 03:55

Jawaban terverifikasi

Kasus seperti ini mencerminkan kompleksitas dan tantangan yang sering muncul dalam upaya untuk mencapai moderasi beragama. Moderasi beragama adalah pendekatan yang mengedepankan sikap toleransi, persamaan, kedamaian, dan solidaritas antara kelompok agama yang berbeda. Ini bisa menjadi fondasi yang kuat untuk membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis. Namun, realitas di lapangan seringkali rumit, dan ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan narasi-narasi yang memprovokasi, menjelekkan, bahkan mengkafirkan kelompok agama lain. Beberapa di antaranya termasuk: Ketidakpahaman: Ketidaktahuan tentang agama dan keyakinan orang lain dapat menyebabkan prasangka dan penilaian yang salah. Pendidikan yang kurang tentang agama-agama lain dapat memperkuat stereotip negatif. Ketegangan politik: Ketegangan politik atau ambisi kelompok tertentu dapat menyebabkan penyalahgunaan agama untuk mencapai tujuan mereka. Agama kadang-kadang dapat dimanipulasi dan digunakan sebagai alat untuk memecah belah masyarakat. Ekstrimisme: Beberapa kelompok atau individu mungkin menganut paham ekstrem yang menolak adanya dialog dan toleransi. Mereka mungkin menyebarkan narasi yang radikal dan memprovokasi untuk menggalang dukungan bagi pandangan mereka. Media dan teknologi: Peran media sosial dan teknologi modern dapat mempercepat penyebaran narasi-narasi ekstrim dan provokatif, sehingga memperburuk konflik antaragama. Dalam menghadapi situasi seperti ini, langkah-langkah berikut dapat membantu dalam mendorong moderasi beragama: Pendidikan agama yang inklusif: Meningkatkan pemahaman tentang agama-agama lain melalui pendidikan yang inklusif dan menyeluruh. Dialog antaragama: Mendorong dialog terbuka dan saling menghargai antara perwakilan agama yang berbeda untuk membangun pemahaman bersama dan mengatasi perbedaan. Mendorong kepemimpinan yang toleran: Dukung para pemimpin agama yang mempromosikan sikap tasamuh, musawah, tawasut, dan ukhuwah dalam komunitas mereka. Kritis terhadap narasi ekstrem: Menentang narasi yang memprovokasi dan ekstremisme serta mempromosikan pesan perdamaian dan toleransi. Penggunaan media yang bertanggung jawab: Mendorong media untuk bertanggung jawab dalam menyampaikan berita dan informasi tentang agama, menghindari sensasionalisme atau penyebaran berita palsu. Partisipasi masyarakat: Mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan yang melibatkan kerjasama antaragama untuk membangun kepercayaan dan solidaritas. Moderasi beragama adalah tujuan yang mulia, tetapi juga merupakan proses yang kompleks dan berkelanjutan. Memahami tantangan dan bekerja bersama untuk mengatasi perbedaan dan prasangka adalah langkah penting dalam mencapai masyarakat yang damai dan inklusif.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Perang Uhud dimenangkan oleh kafir karena umat Islam ... A. bercerai-cerai B.berselisih C. berseteru D. bersekutu E. bergerombol

8

5.0

Jawaban terverifikasi