Ningning L

02 Agustus 2024 10:29

Iklan

Ningning L

02 Agustus 2024 10:29

Pertanyaan

Menyelesaikan masalah dengan kekeluargaan termasuk semangat para pendiri negara dalam hal... a menghargai pendapat orang lain b. cinta tanah air c. musyawarah untuk mufakat d. rela berkorban e. bekerja tanpa pamrih

Menyelesaikan masalah dengan kekeluargaan termasuk semangat para pendiri negara dalam hal...
a  menghargai pendapat orang lain
b. cinta tanah air
c. musyawarah untuk mufakat
d. rela berkorban
e. bekerja tanpa pamrih

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

12

:

07

:

03

Klaim

688

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

02 Agustus 2024 10:44

Jawaban terverifikasi

<p>Menyelesaikan masalah dengan kekeluargaan termasuk semangat para pendiri negara dalam hal:</p><p>c. <strong>Musyawarah untuk mufakat</strong></p><p>Musyawarah untuk mufakat adalah salah satu nilai dasar yang dijunjung tinggi oleh para pendiri negara Indonesia. Ini melibatkan proses berdiskusi dan mencapai kesepakatan bersama dengan cara yang damai dan kekeluargaan.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

Menyelesaikan masalah dengan kekeluargaan termasuk semangat para pendiri negara dalam hal:

c. Musyawarah untuk mufakat

Musyawarah untuk mufakat adalah salah satu nilai dasar yang dijunjung tinggi oleh para pendiri negara Indonesia. Ini melibatkan proses berdiskusi dan mencapai kesepakatan bersama dengan cara yang damai dan kekeluargaan.

 

 


Iklan

Kevin L

Gold

02 Agustus 2024 13:59

Jawaban terverifikasi

Analisis Soal dan Jawaban Pertanyaan: Menyelesaikan masalah dengan kekeluargaan termasuk semangat para pendiri negara dalam hal... Jawaban yang paling tepat: c. musyawarah untuk mufakat Penjelasan: * Musyawarah untuk mufakat: Ini adalah inti dari semangat kebangsaan para pendiri negara. Mereka menyadari bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun masalah harus diselesaikan dengan cara bermusyawarah dan mencari titik temu yang disetujui bersama. Prinsip ini juga sangat relevan dalam konteks keluarga, di mana setiap anggota memiliki pandangan yang berbeda, namun penting untuk mencapai kesepakatan bersama. * Opsi lainnya: * Menghargai pendapat orang lain: Ini adalah bagian dari musyawarah, namun bukan inti dari semangat kebangsaan. * Cinta tanah air: Ini adalah semangat nasionalisme, tetapi tidak secara langsung terkait dengan cara menyelesaikan masalah. * Rela berkorban: Semangat berkorban penting, tetapi tidak selalu terkait dengan penyelesaian masalah secara kekeluargaan. * Bekerja tanpa pamrih: Semangat kerja keras, namun tidak spesifik pada penyelesaian masalah dengan musyawarah. Kesimpulan: Dengan demikian, opsi "c. musyawarah untuk mufakat" adalah jawaban yang paling tepat karena mencerminkan semangat kebangsaan para pendiri negara yang juga sangat relevan dalam konteks penyelesaian masalah dalam keluarga. Prinsip musyawarah ini mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan pendapat, mencari solusi bersama, dan mencapai kesepakatan tanpa harus memaksakan kehendak pribadi. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari: Dalam kehidupan sehari-hari, prinsip musyawarah dapat diterapkan dalam berbagai situasi, seperti: * Dalam keluarga: Ketika ada konflik, anggota keluarga dapat duduk bersama untuk mendiskusikan masalah dan mencari solusi yang adil. * Di sekolah: Siswa dapat bermusyawarah untuk menyelesaikan tugas kelompok atau masalah yang timbul di kelas. * Di masyarakat: Warga dapat bermusyawarah untuk membahas masalah lingkungan, pembangunan, atau isu sosial lainnya. Dengan menerapkan prinsip musyawarah, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih harmonis, demokratis, dan saling menghormati.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Makna sila kedua Pancasila dalam perlakuan terhadap warga negara di dalam mengeluarkan pendapat berdasarkan Pasal 28 UUD NRI Tahun 1945 adalah a. siapa saja yang tinggal di Indonesia dapat mengeluarkan pendapat sesuai prosedur yang benar b. setiap orang yang memiliki domisill di Indonesia dapat mengeluarkan pendapat sesuai prosedur yang berlaku c. warga negara dapat menyampaikan pendapatnya di mana dan kapan pun untuk mengubah kebijakan dengan prosedur yang benar d. warga negara hanya boleh mengeluarkan pendapatnya di mana dan kapan pun jika sesuai dengan prosedur musyawarah e. warga negara dapat mengungkapkan seluruh pendapatnya sesuai

41

5.0

Jawaban terverifikasi

Sahabat yang Tergadai Rina dan Maya telah bersahabat sejak kecil. Mereka tinggal di kompleks perumahan yang sama, duduk di bangku sekolah yang sama, bahkan berbagi mimpi untuk bisa terus bersama hingga dewasa. Setiap sore, Rina selalu datang ke rumah Maya untuk bermain atau sekadar mengerjakan PR bersama. Rumah Maya terasa hangat dan nyaman, penuh dengan canda tawa dan rasa kekeluargaan. Maya adalah teman yang selalu mendukung Rina dalam segala hal, tak peduli apa yang terjadi. Namun, suatu hari segalanya berubah. Ayah Maya, yang sebelumnya memiliki usaha sukses, mengalami kebangkrutan. Usahanya gulung tikar setelah dihadapkan pada masalah keuangan yang tak terduga. Keluarga Maya terpaksa menjual rumah mereka dan pindah ke sebuah rumah kontrakan kecil di pinggiran kota. Maya tak lagi bisa mengenakan seragam baru yang biasa mereka beli bersama di awal tahun ajaran. Kini, pakaian Maya tampak kusam, dan sepatu yang dia kenakan mulai berlubang di ujungnya. Pada awalnya, Rina tetap berteman dengan Maya seperti biasa. Mereka masih bertemu di sekolah, dan Rina sesekali mengundang Maya ke rumahnya. Namun, Rina mulai mendengar bisik-bisik dari teman-teman lainnya. "Kenapa masih berteman dengan Maya? Keluarganya sudah jatuh miskin. Nanti kamu jadi terlihat seperti dia." Salah seorang teman di kelas berkata dengan nada mengejek. Bisikan-bisikan itu semakin keras, bahkan beberapa di antaranya terang-terangan menertawakan Maya di depan Rina. Rina merasa tersudut. Di satu sisi, dia merasa bersalah kepada Maya, sahabatnya sejak kecil, yang tidak pernah memintanya apa-apa kecuali persahabatan tulus. Namun di sisi lain, dia merasa takut dijauhi oleh teman-teman lain yang mulai memandang rendah Maya. Rina mulai menjaga jarak. Suatu sore, Maya mendatangi Rina. "Kenapa kamu menjauh? Aku merindukanmu, Rina," Maya bertanya dengan mata yang penuh harap, mencoba mencari jawaban atas perubahan sikap sahabatnya. Rina menghindari tatapan Maya, menunduk dan berpura-pura sibuk dengan bukunya. "Aku sibuk sekarang, banyak tugas. Maaf, Maya." Maya terdiam. Hatinya hancur. Dia tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi dia berharap itu tidak benar. Namun, kenyataannya terlalu menyakitkan untuk diabaikan. Sejak itu Maya tak pernah lagi mengajak Rina berbicara. Mereka masih bertemu di sekolah, tetapi Maya belajar untuk menahan diri dari rasa sakit ditinggalkan. Waktu berlalu, dan pertemanan mereka tergerus oleh jarak yang diciptakan Rina. Suatu hari, sekolah mengadakan reuni kecil bagi siswa-siswa angkatan mereka. Maya, yang sekarang telah menemukan jalan hidupnya sendiri, datang dengan percaya diri. Dia tak lagi terjebak dalam bayang-bayang masa lalu. Rina melihat Maya dari jauh, merasa tertampar oleh keberadaan sahabatnya yang dulu. Maya telah tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan sukses, meski tanpa dirinya. Rina mendekat dengan perasaan bersalah. "Maya... maafkan aku." Maya menatapnya, senyumnya tenang. "Rina, aku sudah memaafkanmu sejak lama. Aku hanya belajar bahwa tidak semua hal bisa kita pertahankan, bahkan persahabatan. Kadang, orang berubah, dan itu tidak apa-apa. Yang penting, kita tetap berdiri dan melanjutkan hidup." Rina menahan air matanya. Pada saat itu, dia menyadari bahwa dia telah kehilangan lebih dari sekadar seorang sahabat. Dia telah kehilangan kesempatan untuk setia pada seseorang yang benar-benar berarti dalam hidupnya. Tapi, waktu tak bisa diputar kembali. Rina hanya bisa menerima kenyataan bahwa persahabatan mereka telah tergadai oleh ketakutan dan gengsi. Maya pun berbalik dan melangkah pergi, meninggalkan Rina dalam kesunyian yang menyesakkan. Ubahlah cerpen tersebut menjadi sebuah adegan 1, adegan 2, adegan 3, dan adegan 4

54

0.0

Jawaban terverifikasi