Bella B

10 Juli 2022 11:03

Iklan

Bella B

10 Juli 2022 11:03

Pertanyaan

Menjaga Diri dari Kabut Asap Kabut asap yang menyelimuti udara telah melewati batas normal bahkan sudah sangat beracun apabila terhirup oleh manusia. Akibatnya, kini kesehatan kita sangatlah rentan karena banyak sekali penyakit yang mulai mengintai seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), bronkitis, bahkan kanker paru-paru. Oleh karena itu, marilah kita menjaga diri kita agar tidak menghirup asap baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun, bagaimanakah caranya agar kita bisa terhindar dari menghirup kabut asap sementara penyebarannya sudah san gat luas dan banyak di udara? Jangan khawatir, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari diri kita dari kabut asap. Cara-cara tersebut antara lain. Gunakanlah masker ketika berpergian. Masker berfungsi untuk menghalangi asap masuk ke dalam tubuh. Hal ini dikarenakan asap tersebut akan tersaring sehingga zat-zat berbahaya di dalamnya tidak akan ikut masuk ke dalam. Tetapi, jangan menggunakan sembarang masker. Pilihlah masker-masker yang tebal dan memang dikhususkan untuk melindungi diri dari asap. Apabila tidak menemukan masker khusus untuk melindungi diri dari kabut asap, Anda bisa mencoba untuk memodifikasi masker. Caranya adalah dengan menambahkan sabut kelapa pada bagian masker, lalu ditutup dengan dijahit oleh kain pada bagian depannya. Cara yang kedua adalah tutuplah semua ventilasi rumah dengan kain basah. Penggunaan kain basah ini sangat efektif untuk menyaring zat-zat beracun yang ada di dalam kabut asap. jika semua ventilasi rumah telah ditutup, maka kabut asap tidak akan masuk sehingga keluarga bisa terhindar dari kabut asap. Cara yang ketiga adalah letakkan sebuah ember yang berisi air garam di depan rumah. Hal ini dilakukan untuk menciptakan awan hujan buatan. Tetapi, lakukanlah secara serentak dalam jumlah yang banyak dan berkesinambungan. Air yang ada di dalam ember tersebut akan menguap karena panas sehingga terbentuklah awan. Awan inilah yang nantinya akan menjadi hujan dan membersihkan kabut asap dari udara. Selanjutnya, sebisa mungkin mengurangi melakukan aktivitas-aktivitas di luar rumah. Lebih baik bagi Anda untuk berdiam diri di dalam rumah selagi kabut asap masih tebal. Jika kita tetap melakukan aktivitas berat di luar rumah, maka itu akan membuat kita sangat rentan akan penyakit. Hal ini dikarenakan tubuh yang kelelahan akan berkurang sistem imunnya sehingga penyakit mudah sekali menyerang. Memang sangatlah sulit untuk menghindari kabut asap yang sangat tebal ini. Namun, jika kita berusaha dengan melakukan cara-cara di atas, maka setidaknya kita bisa mengurangi dampak yang ditimbulkan dari kabut asap yang sangat berbahaya ini. Oleh karena itu, marilah kita menjaga diri kita untuk tidak menghirup kabut asap secara langsung demi kesehatan tubuh kita sendiri dengan melakukan cara-cara di atas. (Sumber: http://www.prbahasaindonesia.com/2015/l l/contoh-karangan-persuasi-tentang-kesehatan.html dengan pengubahan) e. Apakah penggunaan kata penghubung sebab-akibat sudah tepat?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

02

:

45

:

28

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

P. Avivah

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Malang

01 September 2022 12:34

Jawaban terverifikasi

Penggunaan kata penghubung sebab-akibat dalam teks persuasi di atas sudah tepat, karena menunjukkan hubungan antara suatu hal dengan hal lainnya. Kata penghubung atau konjungsi dalam sebuah teks dapat digunakan untuk memperjelas makna yang terkandung di dalamnya. Konjungsi sebab-akibat merupakan salah satu jenis konjungsi yang sering digunakan dalam teks persuasi. Teks persuasi adalah teks yang berisi mengenai ajakan penulis dalam melakukan sesuatu, sehingga perlu didukung oleh data dan argumen yang faktual. Kalimat faktual biasanya berkaitan hubungan suatu peristiwa dengan peristiwa lainnya, sehingga perlu menggunakan kata penghubung sebab-akibat. Pada teks di atas, kata penghubung sebab-akibat digunakan pada beberapa bagian, diantaranya yaitu: a. Paragraf 1, yang membahas mengenai tingkat kabut asap dalam udara yang melewati batas normal, sehingga kesehatan kita menjadi rentan terkena penyakit. Konjungsi yang digunakan dalam paragraf ini adalah kata "akibatnya". b. Paragraf 3, membahas mengenai masker yang dapat berfungsi untuk menyaring asap masuk dalam tubuh. Kongjungsi yang digunakan dalam paragraf ini adalah "sehingga". c. Paragraf 5, membahas mengenai penggunaan kain basah yang dapat digunakan untuk menyaring ventilasi udara yang ada di dalam rumah. Konjungsi yang digunakan dalam paragraf ini adalah "jika". d. Paragraf 6, membahas mengenai air yang menguap karena proses pemanasan sehingga membentuk awan dan menjadi hujan. Konjungsi yang digunakan dalam paragraf ini adalah "karena". e. Paragraf 7, membahas mengenai tubuh yang mudah teserang penyakit akibat kekurangan sistem imun. Konjungsi yang digunakan dalam paragraf ini yaitu kata "sehingga". f. Paragraf 8, membahas mengenai cara yang dapat digunakan untuk menjaga diri dari kabut asap. Konjungsi yang digunakan dalam paragraf ini yaitu "jika", "maka", dan "oleh karena itu" Maka, dapat disimpulkan bahwa penggunaan kata penghubung sebab-akibat dalam teks persuasi di atas sudah tepat, karena menunjukkan hubungan antara suatu hal dengan hal lainnya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Sejak kecil kau telah akrab dengan lingkungan sekolah ini karena sering diajak ibumu kemari. Tak heran ketika sudah waktunya untuk masuk sekolah, kau begitu **supel** dan teman-temanmu pun sudah banyak. Mereka umumnya murid-murid yang pernah diajar ibumu waktu kelas satu. Sedangkan aku? Aku waktu itu baru saja pindah ke kota kecil ini. Makna kata bercetak tebal dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. ramah C. santun B. sopan D. baik

41

5.0

Jawaban terverifikasi

Teks berikut untuk soai nomor 4. 1) Ilmuwan di berbagai belahan dunia berkejaran dengan waktu untuk menciptakan vaksin guna mengatasi virus Corona jenis baru. Vaksin perlu segera diciptakan karena kematian akibat virus Corona yang terus bertambah dan penyebaran virus yang kian meluas. 2) Pada Jum'at (7-2-2020), Komisi Kesehatan Nasional Cina mencatat jumlah kematian akibat virus Corona baru telah mencapai 636 kasus, sedangkan jumlah warga yang terinfeksi menjadi 31.161 kasus. Kasus terbanyak terjadi di Hubei, Cina, tempat vi kesehatan du niairus pertama muncul. Selain di Cina, virus itu kini telah menyebar ke lebih dari 25 negara. 3) Para ilmuwan bekerja dalam kecepatan penuh untuk menemukan vaksin bagi virus Corona baru atau penyakit pernapasan akut 2019-nCOV. Sebagai pusat epidemic, ilmuwan Cina berupaya menemukan vaksin bagi virus itu. Perkembangan terbaru adalah mereka menciptakan peta genetik virus. 4) Ilmuwan dari Australia, Kanada, hingga Prancis ikut menciptakan berbagai jenis inokulasi bersama sejumlah perusahaan biotek dan vaksin. Beberapa waktu lalu, Kepala Laboratorium Identifikasi Virus dari Institut Peter Doherty untuk Infeksi dan kekebalan, Melbourne, Julian Druce, menyatakan mereka mengembangkan virus Corona versi laboratorium dari tubuh pasien yang terinfeksi untuk uji coba. Tanggapan yang sesuai dengan berita tersebut adalah ... A. Pemerintah Australia telah tanggap menghadapi serangan virus Corona dengan menemukan vaksin virus tersebut. B. Para ilmuan perlu segera mempelajari virus corona yang menjadi masalah besar bagi kesehatan dunia karena persebarannya sangat cepat. C. Masyarakat perlu mawas diri dan menjaga kesehatan dalam menghadapi serangan virus corona yang mulai menyebar di Indonesia, D. Virus corona menjadi masalah besar bagi kesehatan manusia.

14

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan