Anonim A
11 Desember 2022 08:57
Iklan
Anonim A
11 Desember 2022 08:57
Pertanyaan
1
2
Iklan
Sanji V
11 Desember 2022 11:11
Pada akhir abad ke-17, permintaan kopi di pasar perdagangan Eropa terhadap kopi semakin meningkat. Untuk memenuhi permintaan pasar, VOC membeli kopi di pelabuhan Mocha dan menjualnya dengan harga tinggi, namun keuntungannya tidak signifikan dikarenakan terjadi persaingan dengan Turki. Untuk menghadapi persaingan, VOC mencoba untuk menghasilkan kopi sendiri. VOC kemudian mencoba menanam kopi di daerah Gunung Sahari Batavia (Jalan Ancol sekarang).
Pada 1696, Gubernur Jenderal van Hoo'rn dan Zwaardecroon menerima bibit kopi dari mertuanya yang bertugas di Malabar India. Saat ditanam di kebun milik Hoo'rn di sekitar Batavia dan Cirebon ternyata kopi yang dihasilkan sangat baik, sehingga mereka menyimpulkan di Tatar Sunda kopi dapat tumbuh baik. Ketika van Hoo'rn dan Zwaardecroon mengirimkan kopi Jawa ke Batavia sebagai bahan promosi untuk pasaran perdagangan ke Eropa, mereka mendapat sambutan positif dan permintaan terhadap kopi Jawa pun semakin tinggi.
Maka menyikapi hal tersebut, petinggi VOC yaitu De Heren XVII
mengintruksikan kepada Gubernur Jendral VOC Hindia untuk membudidayakan kopi di Pulau Jawa khususnya di tatar Sunda maka terbitlah kebijakan Preangerstelsel pada tahun 1720.
· 0.0 (0)
Iklan
Aldo S
11 Desember 2022 11:44
Halo anonim, izin menjawab ya.
Preangerstelsel merupakan kebijakan ekonomi milik VOC yang memaksa dan mewajibkan rakyat untuk menanam kopi dan memberikan hasilnya ke VOC.
Kebijakan ini dilakukan sekitar tahun 1720 di wilayah Parahyangan. Preangerstelsel juga dikenal sebagai sistem tanam paksa kopi. Kebijakan ekonomi ini terus berjalan hingga 1916.
· 0.0 (0)
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!