Aisha A

15 Agustus 2023 09:57

Iklan

Aisha A

15 Agustus 2023 09:57

Pertanyaan

mengapa teks pidato bung tomo pada 10 november 1945 termasuk teks persuasif?

mengapa teks pidato bung tomo pada 10 november 1945 termasuk teks persuasif?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

16

:

14

:

01

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

15 Agustus 2023 10:59

Jawaban terverifikasi

Pidato Bung Tomo pada 10 November 1945 termasuk teks persuasif karena tujuannya adalah untuk mempengaruhi, menginspirasi, dan membujuk pendengar atau pembacanya untuk berani berjuang melawan penjajahan Belanda dan mendukung kemerdekaan Indonesia. Pidato tersebut menggunakan bahasa yang kuat, emosional, dan penuh semangat untuk membujuk audiens agar bersatu dan berani melawan penindasan. Bung Tomo menggunakan argumen, retorika, dan gaya bahasa yang menggerakkan hati dan pikiran pendengar, sehingga membentuk suatu pesan yang meyakinkan dan memotivasi orang untuk bertindak sesuai dengan keinginan beliau.


Iklan

Vincent M

Community

15 Agustus 2023 11:13

Jawaban terverifikasi

<p>Pidato Bung Tomo pada 10 November 1945 termasuk dalam teks persuasif karena tujuan utamanya adalah untuk mempengaruhi, menggerakkan, dan meyakinkan pendengar atau pembacanya agar bersama-sama berjuang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dalam pidato ini, Bung Tomo menggunakan berbagai teknik dan strategi persuasif untuk membujuk audiens agar bersedia berpartisipasi dalam perjuangan kemerdekaan, termasuk:</p><p><strong>Emosi dan Sentimen:</strong> Bung Tomo menggunakan bahasa yang penuh semangat, penuh emosi, dan menyala-nyala untuk membangkitkan rasa nasionalisme, kebanggaan, dan semangat perjuangan dalam diri pendengar. Ia meramu kata-kata yang menggugah emosi dan membangkitkan semangat juang.</p><p><strong>Pengulangan:</strong> Dalam pidatonya, Bung Tomo sering menggunakan pengulangan kata-kata atau frasa-frasa tertentu, seperti "Merdeka atau Mati!", untuk memperkuat pesannya dan meningkatkan daya ingat audiens.</p><p><strong>Logika dan Fakta:</strong> Meskipun pidato ini lebih berfokus pada emosi, Bung Tomo juga menggunakan argumen-argumen logis dan fakta-fakta historis untuk meyakinkan pendengar akan pentingnya perjuangan kemerdekaan. Dia dapat mengacu pada sejarah penjajahan dan perjuangan rakyat Indonesia.</p><p><strong>Kesan Kesatuan:</strong> Bung Tomo juga menciptakan rasa persatuan di antara audiens dengan menggunakan kata-kata yang merayu rasa kebersamaan dalam perjuangan. Ia menggambarkan gambaran tentang Indonesia yang bebas dari penjajahan dan mengajak semua orang untuk bersama-sama mencapai tujuan ini.</p><p><strong>Penggunaan Imajinasi:</strong> Pidato ini mungkin mengandung elemen imajinatif yang membantu audiens membayangkan hasil yang diinginkan, yaitu kemerdekaan Indonesia. Imajinasi seperti ini dapat memotivasi orang untuk berpartisipasi dalam perjuangan.</p><p><strong>Ancaman dan Harapan:</strong> Bung Tomo dapat menggabungkan elemen-elemen ancaman (misalnya, ancaman lanjutan penjajahan) dan harapan (misalnya, masa depan yang bebas dan berdaulat) untuk mempengaruhi emosi dan pikiran audiens.</p><p>Teks persuasif seperti pidato Bung Tomo pada 10 November 1945 memiliki tujuan akhir untuk mengubah sikap, tindakan, atau pandangan audiens, yang dalam kasus ini adalah mendorong orang untuk lebih aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Pidato Bung Tomo pada 10 November 1945 termasuk dalam teks persuasif karena tujuan utamanya adalah untuk mempengaruhi, menggerakkan, dan meyakinkan pendengar atau pembacanya agar bersama-sama berjuang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dalam pidato ini, Bung Tomo menggunakan berbagai teknik dan strategi persuasif untuk membujuk audiens agar bersedia berpartisipasi dalam perjuangan kemerdekaan, termasuk:

Emosi dan Sentimen: Bung Tomo menggunakan bahasa yang penuh semangat, penuh emosi, dan menyala-nyala untuk membangkitkan rasa nasionalisme, kebanggaan, dan semangat perjuangan dalam diri pendengar. Ia meramu kata-kata yang menggugah emosi dan membangkitkan semangat juang.

Pengulangan: Dalam pidatonya, Bung Tomo sering menggunakan pengulangan kata-kata atau frasa-frasa tertentu, seperti "Merdeka atau Mati!", untuk memperkuat pesannya dan meningkatkan daya ingat audiens.

Logika dan Fakta: Meskipun pidato ini lebih berfokus pada emosi, Bung Tomo juga menggunakan argumen-argumen logis dan fakta-fakta historis untuk meyakinkan pendengar akan pentingnya perjuangan kemerdekaan. Dia dapat mengacu pada sejarah penjajahan dan perjuangan rakyat Indonesia.

Kesan Kesatuan: Bung Tomo juga menciptakan rasa persatuan di antara audiens dengan menggunakan kata-kata yang merayu rasa kebersamaan dalam perjuangan. Ia menggambarkan gambaran tentang Indonesia yang bebas dari penjajahan dan mengajak semua orang untuk bersama-sama mencapai tujuan ini.

Penggunaan Imajinasi: Pidato ini mungkin mengandung elemen imajinatif yang membantu audiens membayangkan hasil yang diinginkan, yaitu kemerdekaan Indonesia. Imajinasi seperti ini dapat memotivasi orang untuk berpartisipasi dalam perjuangan.

Ancaman dan Harapan: Bung Tomo dapat menggabungkan elemen-elemen ancaman (misalnya, ancaman lanjutan penjajahan) dan harapan (misalnya, masa depan yang bebas dan berdaulat) untuk mempengaruhi emosi dan pikiran audiens.

Teks persuasif seperti pidato Bung Tomo pada 10 November 1945 memiliki tujuan akhir untuk mengubah sikap, tindakan, atau pandangan audiens, yang dalam kasus ini adalah mendorong orang untuk lebih aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

 

 


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Sejak kecil kau telah akrab dengan lingkungan sekolah ini karena sering diajak ibumu kemari. Tak heran ketika sudah waktunya untuk masuk sekolah, kau begitu **supel** dan teman-temanmu pun sudah banyak. Mereka umumnya murid-murid yang pernah diajar ibumu waktu kelas satu. Sedangkan aku? Aku waktu itu baru saja pindah ke kota kecil ini. Makna kata bercetak tebal dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. ramah C. santun B. sopan D. baik

29

5.0

Jawaban terverifikasi

Teks berikut untuk soai nomor 4. 1) Ilmuwan di berbagai belahan dunia berkejaran dengan waktu untuk menciptakan vaksin guna mengatasi virus Corona jenis baru. Vaksin perlu segera diciptakan karena kematian akibat virus Corona yang terus bertambah dan penyebaran virus yang kian meluas. 2) Pada Jum'at (7-2-2020), Komisi Kesehatan Nasional Cina mencatat jumlah kematian akibat virus Corona baru telah mencapai 636 kasus, sedangkan jumlah warga yang terinfeksi menjadi 31.161 kasus. Kasus terbanyak terjadi di Hubei, Cina, tempat vi kesehatan du niairus pertama muncul. Selain di Cina, virus itu kini telah menyebar ke lebih dari 25 negara. 3) Para ilmuwan bekerja dalam kecepatan penuh untuk menemukan vaksin bagi virus Corona baru atau penyakit pernapasan akut 2019-nCOV. Sebagai pusat epidemic, ilmuwan Cina berupaya menemukan vaksin bagi virus itu. Perkembangan terbaru adalah mereka menciptakan peta genetik virus. 4) Ilmuwan dari Australia, Kanada, hingga Prancis ikut menciptakan berbagai jenis inokulasi bersama sejumlah perusahaan biotek dan vaksin. Beberapa waktu lalu, Kepala Laboratorium Identifikasi Virus dari Institut Peter Doherty untuk Infeksi dan kekebalan, Melbourne, Julian Druce, menyatakan mereka mengembangkan virus Corona versi laboratorium dari tubuh pasien yang terinfeksi untuk uji coba. Tanggapan yang sesuai dengan berita tersebut adalah ... A. Pemerintah Australia telah tanggap menghadapi serangan virus Corona dengan menemukan vaksin virus tersebut. B. Para ilmuan perlu segera mempelajari virus corona yang menjadi masalah besar bagi kesehatan dunia karena persebarannya sangat cepat. C. Masyarakat perlu mawas diri dan menjaga kesehatan dalam menghadapi serangan virus corona yang mulai menyebar di Indonesia, D. Virus corona menjadi masalah besar bagi kesehatan manusia.

10

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan