Muhammad I

19 November 2022 15:22

Iklan

Muhammad I

19 November 2022 15:22

Pertanyaan

Mengapa sistem Demokrasi Terpimpin masih tetap dilaksanakan sekalipun bertentangan dengan Pancasila?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

00

:

29

:

09

Klaim

4

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Muhammad K

19 November 2022 20:50

Jawaban terverifikasi

<p>Karena pada saat itu kondisi negara indonesia dalam keadaan ancaman dan gangguan pada masa demokrasi liberal &nbsp;salah satunya dalam sektor politik pemerintah berusaha memperbaiki pada masa Demokrasi Terpimpin, &nbsp;tujuan demokrasi terpimpin untuk menata ulang kehidupan politik serta pemerintahan berdasarkan UUD 1945.Sistem ini menempatkan Presides sebagai sebagai pemimpin utama. Namun, justru terdapat banyak pelanggaran UUD 1945 pada proses pelaksanaannya.</p>

Karena pada saat itu kondisi negara indonesia dalam keadaan ancaman dan gangguan pada masa demokrasi liberal  salah satunya dalam sektor politik pemerintah berusaha memperbaiki pada masa Demokrasi Terpimpin,  tujuan demokrasi terpimpin untuk menata ulang kehidupan politik serta pemerintahan berdasarkan UUD 1945.Sistem ini menempatkan Presides sebagai sebagai pemimpin utama. Namun, justru terdapat banyak pelanggaran UUD 1945 pada proses pelaksanaannya.


Iklan

Nanda R

Community

17 Februari 2024 10:40

Jawaban terverifikasi

<p>Sistem Demokrasi Terpimpin diperkenalkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1959 dan dilaksanakan hingga tahun 1966. Meskipun sistem ini diterapkan, namun sebenarnya terdapat ketidaksesuaian dengan prinsip-prinsip Pancasila, ideologi dasar Indonesia. Beberapa faktor yang dapat menjelaskan mengapa sistem ini masih dilaksanakan, meskipun bertentangan dengan Pancasila, antara lain:</p><p><strong>Konteks Sejarah:</strong></p><ul><li>Sistem Demokrasi Terpimpin diperkenalkan pada masa yang penuh dengan ketegangan politik dan ketidakstabilan, termasuk konflik dengan pihak-pihak oposisi. Adanya konteks sejarah yang kompleks dapat mempengaruhi keputusan untuk melanjutkan sistem tersebut untuk sementara waktu.</li></ul><p><strong>Otoritas dan Kepemimpinan Soekarno:</strong></p><ul><li>Soekarno memiliki otoritas yang sangat kuat sebagai Presiden pada saat itu. Keputusan-keputusannya sering kali diambil tanpa konsultasi dan persetujuan yang cukup dari lembaga-lembaga lain.</li><li>Sistem Demokrasi Terpimpin mencerminkan kepemimpinan tunggal dan otoriter, yang sesuai dengan gaya kepemimpinan Soekarno pada masa itu.</li></ul><p><strong>Kontrol terhadap Oposisi:</strong></p><ul><li>Sistem ini memberikan kendali yang lebih besar kepada pemerintah dalam mengendalikan oposisi. Beberapa kebijakan yang diambil pada masa itu dimaksudkan untuk meredam potensi oposisi dan mempertahankan stabilitas politik.</li></ul><p><strong>Kontrol atas Kebijakan Ekonomi:</strong></p><ul><li>Sistem ini juga memberikan kontrol besar terhadap kebijakan ekonomi. Pemerintah dapat mengambil langkah-langkah tegas untuk mengendalikan sektor-sektor ekonomi yang dianggap strategis untuk mendukung visi dan tujuan pembangunan.</li></ul><p><strong>Sikap Anti-Imperialisme:</strong></p><ul><li>Pada masa itu, Indonesia menghadapi tekanan dari kekuatan-kekuatan asing. Sistem Demokrasi Terpimpin sering kali dijustifikasi sebagai respons terhadap imperialisme dan kolonialisme yang masih dianggap sebagai ancaman.</li></ul><p><br>&nbsp;</p>

Sistem Demokrasi Terpimpin diperkenalkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1959 dan dilaksanakan hingga tahun 1966. Meskipun sistem ini diterapkan, namun sebenarnya terdapat ketidaksesuaian dengan prinsip-prinsip Pancasila, ideologi dasar Indonesia. Beberapa faktor yang dapat menjelaskan mengapa sistem ini masih dilaksanakan, meskipun bertentangan dengan Pancasila, antara lain:

Konteks Sejarah:

  • Sistem Demokrasi Terpimpin diperkenalkan pada masa yang penuh dengan ketegangan politik dan ketidakstabilan, termasuk konflik dengan pihak-pihak oposisi. Adanya konteks sejarah yang kompleks dapat mempengaruhi keputusan untuk melanjutkan sistem tersebut untuk sementara waktu.

Otoritas dan Kepemimpinan Soekarno:

  • Soekarno memiliki otoritas yang sangat kuat sebagai Presiden pada saat itu. Keputusan-keputusannya sering kali diambil tanpa konsultasi dan persetujuan yang cukup dari lembaga-lembaga lain.
  • Sistem Demokrasi Terpimpin mencerminkan kepemimpinan tunggal dan otoriter, yang sesuai dengan gaya kepemimpinan Soekarno pada masa itu.

Kontrol terhadap Oposisi:

  • Sistem ini memberikan kendali yang lebih besar kepada pemerintah dalam mengendalikan oposisi. Beberapa kebijakan yang diambil pada masa itu dimaksudkan untuk meredam potensi oposisi dan mempertahankan stabilitas politik.

Kontrol atas Kebijakan Ekonomi:

  • Sistem ini juga memberikan kontrol besar terhadap kebijakan ekonomi. Pemerintah dapat mengambil langkah-langkah tegas untuk mengendalikan sektor-sektor ekonomi yang dianggap strategis untuk mendukung visi dan tujuan pembangunan.

Sikap Anti-Imperialisme:

  • Pada masa itu, Indonesia menghadapi tekanan dari kekuatan-kekuatan asing. Sistem Demokrasi Terpimpin sering kali dijustifikasi sebagai respons terhadap imperialisme dan kolonialisme yang masih dianggap sebagai ancaman.


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

36

5.0

Jawaban terverifikasi