Lalana L

17 Januari 2023 09:10

Iklan

Lalana L

17 Januari 2023 09:10

Pertanyaan

Mengapa sejarah subjektif ?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

19

:

22

:

17

Klaim

4

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

G. Fitri

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

24 Januari 2023 11:16

Jawaban terverifikasi

<p>Sejarah itu subjektif karena setiap sejarawan atau peneliti mempunyai caranya tersendiri dalam menyampaikan sebuah kisah sejarah.</p><p>&nbsp;</p><p>Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut.</p><p>&nbsp;</p><p>Sejarah ialah sebuah ilmu yang disusun dari hasil penyelidikan-penyelidikan mengenai peristiwa masa lalu yang benar-benar terjadi dan berisi segala kegiatan manusia. Sebuah kemampuan merekontruksi peristiwa yang telah berlalu dibutuhkan oleh para sejarawan atau peneliti, namun dalam proses tersebut tentunya terdapat subjektifitas. Subjektifitas merupakan suatu fakta yang berdasarkan kepada keyakinan, penafsiran, perasaan, dan pikirian dari sejarawan sendiri. Sehingga pada akhirnya sikap yang terjadi ialah memihak terhadap individu atau kelompok tertentu.</p><p>&nbsp;</p><p>Dalam fakta sejarah terkadang subjektifitas ini muncul dalam sejarawan, meskipun menurut Louis Gottschalk dimana fakta sejarah adalah unsur yang dijabarkan secara langsung atau tidak langsung dari sumber yang kredibel. Hal ini dikarenakan setiap sejarawan atau peneliti mempunyai caranya tersendiri dalam menyampaikan sebuah kisah sejarah. Terutama ketika sejarah merupakan kajian tentang masa lalu, sehingga penafsiran mengenai suatu peristiwa sejarah berdasarkan dengan sejarawan itu sendiri berdasarkan fakta yang dimilikinya.</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, sejarah itu subjektif karena setiap sejarawan atau peneliti mempunyai caranya tersendiri dalam menyampaikan sebuah kisah sejarah.</p><p>&nbsp;</p><p>Semoga membantu ya ๐Ÿ˜Š</p><p>&nbsp;</p>

Sejarah itu subjektif karena setiap sejarawan atau peneliti mempunyai caranya tersendiri dalam menyampaikan sebuah kisah sejarah.

 

Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut.

 

Sejarah ialah sebuah ilmu yang disusun dari hasil penyelidikan-penyelidikan mengenai peristiwa masa lalu yang benar-benar terjadi dan berisi segala kegiatan manusia. Sebuah kemampuan merekontruksi peristiwa yang telah berlalu dibutuhkan oleh para sejarawan atau peneliti, namun dalam proses tersebut tentunya terdapat subjektifitas. Subjektifitas merupakan suatu fakta yang berdasarkan kepada keyakinan, penafsiran, perasaan, dan pikirian dari sejarawan sendiri. Sehingga pada akhirnya sikap yang terjadi ialah memihak terhadap individu atau kelompok tertentu.

 

Dalam fakta sejarah terkadang subjektifitas ini muncul dalam sejarawan, meskipun menurut Louis Gottschalk dimana fakta sejarah adalah unsur yang dijabarkan secara langsung atau tidak langsung dari sumber yang kredibel. Hal ini dikarenakan setiap sejarawan atau peneliti mempunyai caranya tersendiri dalam menyampaikan sebuah kisah sejarah. Terutama ketika sejarah merupakan kajian tentang masa lalu, sehingga penafsiran mengenai suatu peristiwa sejarah berdasarkan dengan sejarawan itu sendiri berdasarkan fakta yang dimilikinya.

 

Dengan demikian, sejarah itu subjektif karena setiap sejarawan atau peneliti mempunyai caranya tersendiri dalam menyampaikan sebuah kisah sejarah.

 

Semoga membantu ya ๐Ÿ˜Š

 


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

42

5.0

Jawaban terverifikasi