Emilia E

21 November 2022 03:41

Iklan

Emilia E

21 November 2022 03:41

Pertanyaan

mengapa politik etis dikatakan gagal dilaksanakan di Indonesia?

mengapa politik etis dikatakan gagal dilaksanakan di Indonesia?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

06

:

11

:

23

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Cyess C

21 November 2022 05:02

Jawaban terverifikasi

<p>Politik Etis gagal mengalami kegagalan pada saat dilaksanakan di Indonesia karena terjadinya pandangan-pandangan yang berbeda di kalangan Belanda, sehingga para pelaksana Politik Etis, seperti para gubernur jenderal mulai ragu-ragu dan tidak berani secara tegas dalam menjalankan politik kolonialnya atas Indonesia.</p><p>Setelah Politik Etis dilaksanakan sekitar satu setengah dasa warsa (1900 - 1914) mulai terdengar suara-suara yang mengatakan bahwa Politik Etis gagal. Hal-hal yang menyebabkan kegagalannya ialah sebagai berikut ini&nbsp;</p><p>1.Terjadi pandangan-pandangan yang berbeda di kalangan bangsa Belanda, sehingga para pelaksana seperti gubernur jenderal mulai ragu-ragu tidak berani secara tegas dalam menjalankan politik kolonialnya atas Indonesia.</p><p>2.Timbulnya kaum cerdik pandai Indonesia yang menjadi motor Pergerakan Nasional Indonesia yang berhasil mempersatukan bangsa Indonesia sebagai satu kekuatan nasional untuk memperoleh kemerdekaan.</p><p>3.Timbulnya Pergerakan Nasional Indonesia sebagai wadah perjuangan dalam lingkup Indonesia sebagai kesatuan dan dengan cara-cara modern dalam berorganisasi. Jadi tidak lagi bersifat kedaerahan dan hanya bergantung pada kharisma seorang pemimpin.</p><p>4.Timbulnya Perang Dunia I yang banyak mengubah dunia khususnya Belanda dalam sikapnya terhadap daerah jajahannya, sehingga Belanda terpaksa mendirikan Dewan Rakyat (Volksraad) dan menghadapi tuntutan kelompok Radicale Concentratie.</p><p>5.Tidak semua usaha-usaha Belanda berhasil dalam melaksanakan Politik Etis, misalnya makin kuat mengalirnya penduduk dari luar Jawa ke Jawa guna memperoleh pendidikan yang lebih tinggi atau mencari pekerjaan yang lebih baik. Hal itu bertentangan dengan emigrasi yang sedang dilakukan. Kegelisahan sosial meletus dalam wujud pemberontakan petani yang terjadi di Jambi tahun 1916, Pasar Rebo tahun 1916, Cimareme tahun 1918, dan Toli-toli tahun 1920.&nbsp;</p>

Politik Etis gagal mengalami kegagalan pada saat dilaksanakan di Indonesia karena terjadinya pandangan-pandangan yang berbeda di kalangan Belanda, sehingga para pelaksana Politik Etis, seperti para gubernur jenderal mulai ragu-ragu dan tidak berani secara tegas dalam menjalankan politik kolonialnya atas Indonesia.

Setelah Politik Etis dilaksanakan sekitar satu setengah dasa warsa (1900 - 1914) mulai terdengar suara-suara yang mengatakan bahwa Politik Etis gagal. Hal-hal yang menyebabkan kegagalannya ialah sebagai berikut ini 

1.Terjadi pandangan-pandangan yang berbeda di kalangan bangsa Belanda, sehingga para pelaksana seperti gubernur jenderal mulai ragu-ragu tidak berani secara tegas dalam menjalankan politik kolonialnya atas Indonesia.

2.Timbulnya kaum cerdik pandai Indonesia yang menjadi motor Pergerakan Nasional Indonesia yang berhasil mempersatukan bangsa Indonesia sebagai satu kekuatan nasional untuk memperoleh kemerdekaan.

3.Timbulnya Pergerakan Nasional Indonesia sebagai wadah perjuangan dalam lingkup Indonesia sebagai kesatuan dan dengan cara-cara modern dalam berorganisasi. Jadi tidak lagi bersifat kedaerahan dan hanya bergantung pada kharisma seorang pemimpin.

4.Timbulnya Perang Dunia I yang banyak mengubah dunia khususnya Belanda dalam sikapnya terhadap daerah jajahannya, sehingga Belanda terpaksa mendirikan Dewan Rakyat (Volksraad) dan menghadapi tuntutan kelompok Radicale Concentratie.

5.Tidak semua usaha-usaha Belanda berhasil dalam melaksanakan Politik Etis, misalnya makin kuat mengalirnya penduduk dari luar Jawa ke Jawa guna memperoleh pendidikan yang lebih tinggi atau mencari pekerjaan yang lebih baik. Hal itu bertentangan dengan emigrasi yang sedang dilakukan. Kegelisahan sosial meletus dalam wujud pemberontakan petani yang terjadi di Jambi tahun 1916, Pasar Rebo tahun 1916, Cimareme tahun 1918, dan Toli-toli tahun 1920. 


Iklan

Erwin A

Community

21 November 2022 07:41

Jawaban terverifikasi

<p>Kegagalan penerapan politik etis diantaranya disebabkan oleh terjadinya pandangan-pandangan yang berbeda di kalangan Belanda hingga tidak semua usaha Belanda berhasil dalam melaksanakan Politik Etis</p><p>&nbsp;</p><p>1.Adanya perbedaan pandangan Belanda sebagai pelaksana politik etis sehingga mulai ragu-ragu dan tidak tegas menjalankan politik ini.&nbsp;</p><p>2. Munculnya kaum cendekiawan dari Indonesia yang mencetuskan pergerakan-pergerakan nasional.</p><p>3.Timbulnya pergerakan nasional Indonesia sebagai wadah perjuangan dalam lingkup Indonesia sebagai kesatuan dan dengan cara-cara modern dalam berorganisasi. Jadi, tidak lagi bersifat kedaerahan dan hanya bergantung pada karisma seorang pemimpin.</p><p>&nbsp;4. Timbulnya Perang Dunia I, yang banyak mengubah kebijakan dunia, khususnya mengenai hubungan negara penjajah dan negara terjajah. Akibatnya, Belanda terpaksa mendirikan Dewan Rakyat (Volksraad).</p><p>&nbsp;5. Tidak semua usaha Belanda berhasil dalam melaksanakan Politik Etis. Misalnya, makin kuat mengalirnya penduduk dari luar Jawa ke Jawa guna memperoleh pendidikan yang lebih tinggi, bertentangan dengan emigrasi yang sedang dilakukan pemerintah Belanda. Akibatnya, muncul kegelisahan sosial yang meletus dalam wujud pemberontakan petani yang terjadi di Jambi, Cimareme, dan Toli-toli.</p>

Kegagalan penerapan politik etis diantaranya disebabkan oleh terjadinya pandangan-pandangan yang berbeda di kalangan Belanda hingga tidak semua usaha Belanda berhasil dalam melaksanakan Politik Etis

 

1.Adanya perbedaan pandangan Belanda sebagai pelaksana politik etis sehingga mulai ragu-ragu dan tidak tegas menjalankan politik ini. 

2. Munculnya kaum cendekiawan dari Indonesia yang mencetuskan pergerakan-pergerakan nasional.

3.Timbulnya pergerakan nasional Indonesia sebagai wadah perjuangan dalam lingkup Indonesia sebagai kesatuan dan dengan cara-cara modern dalam berorganisasi. Jadi, tidak lagi bersifat kedaerahan dan hanya bergantung pada karisma seorang pemimpin.

 4. Timbulnya Perang Dunia I, yang banyak mengubah kebijakan dunia, khususnya mengenai hubungan negara penjajah dan negara terjajah. Akibatnya, Belanda terpaksa mendirikan Dewan Rakyat (Volksraad).

 5. Tidak semua usaha Belanda berhasil dalam melaksanakan Politik Etis. Misalnya, makin kuat mengalirnya penduduk dari luar Jawa ke Jawa guna memperoleh pendidikan yang lebih tinggi, bertentangan dengan emigrasi yang sedang dilakukan pemerintah Belanda. Akibatnya, muncul kegelisahan sosial yang meletus dalam wujud pemberontakan petani yang terjadi di Jambi, Cimareme, dan Toli-toli.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi