Novita N

28 Juli 2024 11:36

Iklan

Novita N

28 Juli 2024 11:36

Pertanyaan

mengapa penggunaan energi terbarukan lebih efisien untuk keuangan pada jangka panjang? jelaskanlah

mengapa penggunaan energi terbarukan lebih efisien untuk keuangan pada jangka panjang? jelaskanlah

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

22

:

56

:

34

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Bindarti S

28 Juli 2024 12:29

Jawaban terverifikasi

<p>Penggunaan energi terbarukan lebih efisien untuk keuangan jangka panjang karena beberapa alasan berikut:</p><p>1. Biaya Operasional Rendah: Setelah instalasi awal, biaya operasional energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin sangat rendah. Sumber energi ini tidak memerlukan bahan bakar yang harus dibeli secara rutin, berbeda dengan pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil yang memerlukan pembelian bahan bakar secara terus-menerus.</p><p>2. Hemat Energi: Sumber energi terbarukan biasanya lebih hemat energi karena efisiensi konversi energi yang lebih tinggi. Misalnya, panel surya dapat langsung mengubah sinar matahari menjadi listrik tanpa banyak kehilangan energi dalam prosesnya.</p><p>3. Pengurangan Biaya Kesehatan dan Lingkungan: Energi terbarukan mengurangi polusi udara dan emisi gas rumah kaca, yang dapat menurunkan biaya kesehatan masyarakat serta kerusakan lingkungan. Ini berarti penghematan biaya dari perspektif jangka panjang karena penurunan penyakit terkait polusi dan biaya mitigasi kerusakan lingkungan.</p><p>4. Stabilitas Harga Energi: Sumber energi terbarukan menawarkan stabilitas harga yang lebih baik karena tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga bahan bakar fosil di pasar global. Energi surya dan angin, misalnya, tidak memerlukan bahan bakar yang harganya bisa berubah-ubah, sehingga memberikan kestabilan dalam perencanaan anggaran jangka panjang.</p><p>5. Insentif Pemerintah: Banyak negara memberikan insentif dan subsidi untuk instalasi dan penggunaan energi terbarukan. Ini dapat mengurangi biaya awal dan membuat investasi dalam energi terbarukan lebih menarik secara finansial.</p><p>6. Pengurangan Ketergantungan Energi: Dengan memanfaatkan sumber energi lokal yang terbarukan, negara dapat mengurangi ketergantungan pada impor energi dari luar negeri, yang sering kali mahal dan rentan terhadap gejolak politik dan ekonomi global.</p><p>7. Peningkatan Teknologi dan Efisiensi: Teknologi energi terbarukan terus berkembang, dengan efisiensi yang semakin tinggi dan biaya yang semakin rendah. Ini berarti investasi awal dalam teknologi ini akan semakin ekonomis dari waktu ke waktu.</p><p>Secara keseluruhan, meskipun investasi awal dalam energi terbarukan bisa lebih tinggi, penghematan biaya operasional, kesehatan, dan lingkungan, serta stabilitas harga energi dan insentif pemerintah, membuatnya lebih efisien secara finansial dalam jangka panjang.</p>

Penggunaan energi terbarukan lebih efisien untuk keuangan jangka panjang karena beberapa alasan berikut:

1. Biaya Operasional Rendah: Setelah instalasi awal, biaya operasional energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin sangat rendah. Sumber energi ini tidak memerlukan bahan bakar yang harus dibeli secara rutin, berbeda dengan pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil yang memerlukan pembelian bahan bakar secara terus-menerus.

2. Hemat Energi: Sumber energi terbarukan biasanya lebih hemat energi karena efisiensi konversi energi yang lebih tinggi. Misalnya, panel surya dapat langsung mengubah sinar matahari menjadi listrik tanpa banyak kehilangan energi dalam prosesnya.

3. Pengurangan Biaya Kesehatan dan Lingkungan: Energi terbarukan mengurangi polusi udara dan emisi gas rumah kaca, yang dapat menurunkan biaya kesehatan masyarakat serta kerusakan lingkungan. Ini berarti penghematan biaya dari perspektif jangka panjang karena penurunan penyakit terkait polusi dan biaya mitigasi kerusakan lingkungan.

4. Stabilitas Harga Energi: Sumber energi terbarukan menawarkan stabilitas harga yang lebih baik karena tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga bahan bakar fosil di pasar global. Energi surya dan angin, misalnya, tidak memerlukan bahan bakar yang harganya bisa berubah-ubah, sehingga memberikan kestabilan dalam perencanaan anggaran jangka panjang.

5. Insentif Pemerintah: Banyak negara memberikan insentif dan subsidi untuk instalasi dan penggunaan energi terbarukan. Ini dapat mengurangi biaya awal dan membuat investasi dalam energi terbarukan lebih menarik secara finansial.

6. Pengurangan Ketergantungan Energi: Dengan memanfaatkan sumber energi lokal yang terbarukan, negara dapat mengurangi ketergantungan pada impor energi dari luar negeri, yang sering kali mahal dan rentan terhadap gejolak politik dan ekonomi global.

7. Peningkatan Teknologi dan Efisiensi: Teknologi energi terbarukan terus berkembang, dengan efisiensi yang semakin tinggi dan biaya yang semakin rendah. Ini berarti investasi awal dalam teknologi ini akan semakin ekonomis dari waktu ke waktu.

Secara keseluruhan, meskipun investasi awal dalam energi terbarukan bisa lebih tinggi, penghematan biaya operasional, kesehatan, dan lingkungan, serta stabilitas harga energi dan insentif pemerintah, membuatnya lebih efisien secara finansial dalam jangka panjang.


Iklan

Nanda R

Community

29 Juli 2024 02:14

Jawaban terverifikasi

<p>Penggunaan energi terbarukan lebih efisien untuk keuangan pada jangka panjang karena beberapa alasan:</p><p><strong>Biaya Operasional Rendah:</strong></p><ul><li>Energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin memiliki biaya operasional yang sangat rendah setelah instalasi awal. Tidak seperti bahan bakar fosil yang memerlukan pembelian bahan bakar terus-menerus, sumber energi terbarukan tidak memerlukan biaya bahan bakar.</li></ul><p><strong>Harga Energi Stabil:</strong></p><ul><li>Harga bahan bakar fosil dapat berfluktuasi secara signifikan karena faktor pasar global, geopolitik, dan kebijakan. Sebaliknya, energi terbarukan menawarkan harga energi yang lebih stabil karena tidak bergantung pada pasokan bahan bakar yang rentan terhadap perubahan pasar.</li></ul><p><strong>Pengurangan Biaya Kesehatan dan Lingkungan:</strong></p><ul><li>Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan polusi udara yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit pernapasan dan jantung. Dengan beralih ke energi terbarukan, biaya kesehatan yang terkait dengan polusi udara dapat berkurang secara signifikan.</li><li>Selain itu, kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh ekstraksi dan penggunaan bahan bakar fosil, seperti tumpahan minyak dan penambangan batubara, dapat dihindari. Pengurangan dampak lingkungan ini juga berarti pengurangan biaya pemulihan dan mitigasi.</li></ul><p><strong>Subsidi dan Insentif Pemerintah:</strong></p><ul><li>Banyak pemerintah memberikan subsidi, insentif pajak, dan dukungan finansial lainnya untuk mendorong penggunaan energi terbarukan. Insentif ini dapat mengurangi biaya awal pemasangan sistem energi terbarukan dan meningkatkan pengembalian investasi.</li></ul><p><strong>Ketahanan Energi:</strong></p><ul><li>Menggunakan sumber energi lokal dan terbarukan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, yang dapat meningkatkan ketahanan energi nasional. Ketahanan energi ini dapat melindungi ekonomi dari guncangan harga energi global dan konflik geopolitik.</li></ul><p><strong>Inovasi dan Efisiensi Teknologi:</strong></p><ul><li>Teknologi energi terbarukan terus berkembang dan menjadi lebih efisien serta lebih murah dari waktu ke waktu. Peningkatan efisiensi ini berarti bahwa lebih banyak energi dapat dihasilkan dengan biaya yang lebih rendah, sehingga meningkatkan nilai investasi dalam jangka panjang.</li></ul>

Penggunaan energi terbarukan lebih efisien untuk keuangan pada jangka panjang karena beberapa alasan:

Biaya Operasional Rendah:

  • Energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin memiliki biaya operasional yang sangat rendah setelah instalasi awal. Tidak seperti bahan bakar fosil yang memerlukan pembelian bahan bakar terus-menerus, sumber energi terbarukan tidak memerlukan biaya bahan bakar.

Harga Energi Stabil:

  • Harga bahan bakar fosil dapat berfluktuasi secara signifikan karena faktor pasar global, geopolitik, dan kebijakan. Sebaliknya, energi terbarukan menawarkan harga energi yang lebih stabil karena tidak bergantung pada pasokan bahan bakar yang rentan terhadap perubahan pasar.

Pengurangan Biaya Kesehatan dan Lingkungan:

  • Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan polusi udara yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit pernapasan dan jantung. Dengan beralih ke energi terbarukan, biaya kesehatan yang terkait dengan polusi udara dapat berkurang secara signifikan.
  • Selain itu, kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh ekstraksi dan penggunaan bahan bakar fosil, seperti tumpahan minyak dan penambangan batubara, dapat dihindari. Pengurangan dampak lingkungan ini juga berarti pengurangan biaya pemulihan dan mitigasi.

Subsidi dan Insentif Pemerintah:

  • Banyak pemerintah memberikan subsidi, insentif pajak, dan dukungan finansial lainnya untuk mendorong penggunaan energi terbarukan. Insentif ini dapat mengurangi biaya awal pemasangan sistem energi terbarukan dan meningkatkan pengembalian investasi.

Ketahanan Energi:

  • Menggunakan sumber energi lokal dan terbarukan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, yang dapat meningkatkan ketahanan energi nasional. Ketahanan energi ini dapat melindungi ekonomi dari guncangan harga energi global dan konflik geopolitik.

Inovasi dan Efisiensi Teknologi:

  • Teknologi energi terbarukan terus berkembang dan menjadi lebih efisien serta lebih murah dari waktu ke waktu. Peningkatan efisiensi ini berarti bahwa lebih banyak energi dapat dihasilkan dengan biaya yang lebih rendah, sehingga meningkatkan nilai investasi dalam jangka panjang.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Cermatilah puisi " Aku " Karya CHAIRIL ANWAR benkut ini! Aku Kalau sampai waktuku Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak pertu sedu sedan itu Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Tema puisi di atas adalah.... A. ketekunan dan kemauan seseorang dalam memperjuangan hak dirinya B. kemauan untuk hidup tenang tanpa beban C. kegigihan sesorang dalam mendapatkan cinta sejati D. seseorang yang tidak mau diganggu oleh siapapun E. kepasrahan kepada keadaan yang sedang terjadi

24

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

15

0.0

Jawaban terverifikasi

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

12

5.0

Jawaban terverifikasi