Novita N

28 Juli 2024 11:36

Iklan

Novita N

28 Juli 2024 11:36

Pertanyaan

mengapa penggunaan energi terbarukan lebih efisien untuk keuangan pada jangka panjang? jelaskanlah

mengapa penggunaan energi terbarukan lebih efisien untuk keuangan pada jangka panjang? jelaskanlah

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

05

:

15

:

32

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Bindarti S

28 Juli 2024 12:29

Jawaban terverifikasi

<p>Penggunaan energi terbarukan lebih efisien untuk keuangan jangka panjang karena beberapa alasan berikut:</p><p>1. Biaya Operasional Rendah: Setelah instalasi awal, biaya operasional energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin sangat rendah. Sumber energi ini tidak memerlukan bahan bakar yang harus dibeli secara rutin, berbeda dengan pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil yang memerlukan pembelian bahan bakar secara terus-menerus.</p><p>2. Hemat Energi: Sumber energi terbarukan biasanya lebih hemat energi karena efisiensi konversi energi yang lebih tinggi. Misalnya, panel surya dapat langsung mengubah sinar matahari menjadi listrik tanpa banyak kehilangan energi dalam prosesnya.</p><p>3. Pengurangan Biaya Kesehatan dan Lingkungan: Energi terbarukan mengurangi polusi udara dan emisi gas rumah kaca, yang dapat menurunkan biaya kesehatan masyarakat serta kerusakan lingkungan. Ini berarti penghematan biaya dari perspektif jangka panjang karena penurunan penyakit terkait polusi dan biaya mitigasi kerusakan lingkungan.</p><p>4. Stabilitas Harga Energi: Sumber energi terbarukan menawarkan stabilitas harga yang lebih baik karena tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga bahan bakar fosil di pasar global. Energi surya dan angin, misalnya, tidak memerlukan bahan bakar yang harganya bisa berubah-ubah, sehingga memberikan kestabilan dalam perencanaan anggaran jangka panjang.</p><p>5. Insentif Pemerintah: Banyak negara memberikan insentif dan subsidi untuk instalasi dan penggunaan energi terbarukan. Ini dapat mengurangi biaya awal dan membuat investasi dalam energi terbarukan lebih menarik secara finansial.</p><p>6. Pengurangan Ketergantungan Energi: Dengan memanfaatkan sumber energi lokal yang terbarukan, negara dapat mengurangi ketergantungan pada impor energi dari luar negeri, yang sering kali mahal dan rentan terhadap gejolak politik dan ekonomi global.</p><p>7. Peningkatan Teknologi dan Efisiensi: Teknologi energi terbarukan terus berkembang, dengan efisiensi yang semakin tinggi dan biaya yang semakin rendah. Ini berarti investasi awal dalam teknologi ini akan semakin ekonomis dari waktu ke waktu.</p><p>Secara keseluruhan, meskipun investasi awal dalam energi terbarukan bisa lebih tinggi, penghematan biaya operasional, kesehatan, dan lingkungan, serta stabilitas harga energi dan insentif pemerintah, membuatnya lebih efisien secara finansial dalam jangka panjang.</p>

Penggunaan energi terbarukan lebih efisien untuk keuangan jangka panjang karena beberapa alasan berikut:

1. Biaya Operasional Rendah: Setelah instalasi awal, biaya operasional energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin sangat rendah. Sumber energi ini tidak memerlukan bahan bakar yang harus dibeli secara rutin, berbeda dengan pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil yang memerlukan pembelian bahan bakar secara terus-menerus.

2. Hemat Energi: Sumber energi terbarukan biasanya lebih hemat energi karena efisiensi konversi energi yang lebih tinggi. Misalnya, panel surya dapat langsung mengubah sinar matahari menjadi listrik tanpa banyak kehilangan energi dalam prosesnya.

3. Pengurangan Biaya Kesehatan dan Lingkungan: Energi terbarukan mengurangi polusi udara dan emisi gas rumah kaca, yang dapat menurunkan biaya kesehatan masyarakat serta kerusakan lingkungan. Ini berarti penghematan biaya dari perspektif jangka panjang karena penurunan penyakit terkait polusi dan biaya mitigasi kerusakan lingkungan.

4. Stabilitas Harga Energi: Sumber energi terbarukan menawarkan stabilitas harga yang lebih baik karena tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga bahan bakar fosil di pasar global. Energi surya dan angin, misalnya, tidak memerlukan bahan bakar yang harganya bisa berubah-ubah, sehingga memberikan kestabilan dalam perencanaan anggaran jangka panjang.

5. Insentif Pemerintah: Banyak negara memberikan insentif dan subsidi untuk instalasi dan penggunaan energi terbarukan. Ini dapat mengurangi biaya awal dan membuat investasi dalam energi terbarukan lebih menarik secara finansial.

6. Pengurangan Ketergantungan Energi: Dengan memanfaatkan sumber energi lokal yang terbarukan, negara dapat mengurangi ketergantungan pada impor energi dari luar negeri, yang sering kali mahal dan rentan terhadap gejolak politik dan ekonomi global.

7. Peningkatan Teknologi dan Efisiensi: Teknologi energi terbarukan terus berkembang, dengan efisiensi yang semakin tinggi dan biaya yang semakin rendah. Ini berarti investasi awal dalam teknologi ini akan semakin ekonomis dari waktu ke waktu.

Secara keseluruhan, meskipun investasi awal dalam energi terbarukan bisa lebih tinggi, penghematan biaya operasional, kesehatan, dan lingkungan, serta stabilitas harga energi dan insentif pemerintah, membuatnya lebih efisien secara finansial dalam jangka panjang.


Iklan

Nanda R

Community

29 Juli 2024 02:14

Jawaban terverifikasi

<p>Penggunaan energi terbarukan lebih efisien untuk keuangan pada jangka panjang karena beberapa alasan:</p><p><strong>Biaya Operasional Rendah:</strong></p><ul><li>Energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin memiliki biaya operasional yang sangat rendah setelah instalasi awal. Tidak seperti bahan bakar fosil yang memerlukan pembelian bahan bakar terus-menerus, sumber energi terbarukan tidak memerlukan biaya bahan bakar.</li></ul><p><strong>Harga Energi Stabil:</strong></p><ul><li>Harga bahan bakar fosil dapat berfluktuasi secara signifikan karena faktor pasar global, geopolitik, dan kebijakan. Sebaliknya, energi terbarukan menawarkan harga energi yang lebih stabil karena tidak bergantung pada pasokan bahan bakar yang rentan terhadap perubahan pasar.</li></ul><p><strong>Pengurangan Biaya Kesehatan dan Lingkungan:</strong></p><ul><li>Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan polusi udara yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit pernapasan dan jantung. Dengan beralih ke energi terbarukan, biaya kesehatan yang terkait dengan polusi udara dapat berkurang secara signifikan.</li><li>Selain itu, kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh ekstraksi dan penggunaan bahan bakar fosil, seperti tumpahan minyak dan penambangan batubara, dapat dihindari. Pengurangan dampak lingkungan ini juga berarti pengurangan biaya pemulihan dan mitigasi.</li></ul><p><strong>Subsidi dan Insentif Pemerintah:</strong></p><ul><li>Banyak pemerintah memberikan subsidi, insentif pajak, dan dukungan finansial lainnya untuk mendorong penggunaan energi terbarukan. Insentif ini dapat mengurangi biaya awal pemasangan sistem energi terbarukan dan meningkatkan pengembalian investasi.</li></ul><p><strong>Ketahanan Energi:</strong></p><ul><li>Menggunakan sumber energi lokal dan terbarukan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, yang dapat meningkatkan ketahanan energi nasional. Ketahanan energi ini dapat melindungi ekonomi dari guncangan harga energi global dan konflik geopolitik.</li></ul><p><strong>Inovasi dan Efisiensi Teknologi:</strong></p><ul><li>Teknologi energi terbarukan terus berkembang dan menjadi lebih efisien serta lebih murah dari waktu ke waktu. Peningkatan efisiensi ini berarti bahwa lebih banyak energi dapat dihasilkan dengan biaya yang lebih rendah, sehingga meningkatkan nilai investasi dalam jangka panjang.</li></ul>

Penggunaan energi terbarukan lebih efisien untuk keuangan pada jangka panjang karena beberapa alasan:

Biaya Operasional Rendah:

  • Energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin memiliki biaya operasional yang sangat rendah setelah instalasi awal. Tidak seperti bahan bakar fosil yang memerlukan pembelian bahan bakar terus-menerus, sumber energi terbarukan tidak memerlukan biaya bahan bakar.

Harga Energi Stabil:

  • Harga bahan bakar fosil dapat berfluktuasi secara signifikan karena faktor pasar global, geopolitik, dan kebijakan. Sebaliknya, energi terbarukan menawarkan harga energi yang lebih stabil karena tidak bergantung pada pasokan bahan bakar yang rentan terhadap perubahan pasar.

Pengurangan Biaya Kesehatan dan Lingkungan:

  • Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan polusi udara yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit pernapasan dan jantung. Dengan beralih ke energi terbarukan, biaya kesehatan yang terkait dengan polusi udara dapat berkurang secara signifikan.
  • Selain itu, kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh ekstraksi dan penggunaan bahan bakar fosil, seperti tumpahan minyak dan penambangan batubara, dapat dihindari. Pengurangan dampak lingkungan ini juga berarti pengurangan biaya pemulihan dan mitigasi.

Subsidi dan Insentif Pemerintah:

  • Banyak pemerintah memberikan subsidi, insentif pajak, dan dukungan finansial lainnya untuk mendorong penggunaan energi terbarukan. Insentif ini dapat mengurangi biaya awal pemasangan sistem energi terbarukan dan meningkatkan pengembalian investasi.

Ketahanan Energi:

  • Menggunakan sumber energi lokal dan terbarukan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, yang dapat meningkatkan ketahanan energi nasional. Ketahanan energi ini dapat melindungi ekonomi dari guncangan harga energi global dan konflik geopolitik.

Inovasi dan Efisiensi Teknologi:

  • Teknologi energi terbarukan terus berkembang dan menjadi lebih efisien serta lebih murah dari waktu ke waktu. Peningkatan efisiensi ini berarti bahwa lebih banyak energi dapat dihasilkan dengan biaya yang lebih rendah, sehingga meningkatkan nilai investasi dalam jangka panjang.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Cermatilah puisi " Aku " Karya CHAIRIL ANWAR benkut ini! Aku Kalau sampai waktuku Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak pertu sedu sedan itu Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Tema puisi di atas adalah.... A. ketekunan dan kemauan seseorang dalam memperjuangan hak dirinya B. kemauan untuk hidup tenang tanpa beban C. kegigihan sesorang dalam mendapatkan cinta sejati D. seseorang yang tidak mau diganggu oleh siapapun E. kepasrahan kepada keadaan yang sedang terjadi

6

5.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

4

5.0

Jawaban terverifikasi