Citranti N

14 September 2021 02:44

Iklan

Citranti N

14 September 2021 02:44

Pertanyaan

mengapa penemuan manusia flores memunculkan polemik di kalangan ilmuan hingga sekarang

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

17

:

37

:

33

Klaim

7

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Shoimah

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

14 September 2021 08:38

Jawaban terverifikasi

Halo Citranti Homo Floresiensis ditemukan pertama kali pada 2003 berkat penggalian di gua Liang Bua yang dilakukan oleh R.P. Soejono dan Mike J. Morwood. Saat itu, Soejono dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional bekerja sama dengan Mike dari University of New England, Australia. Oleh karena itu, manusia purba ini kerap pula disebut Manusia Liang Bua. Situs Liang Bua terletak sekitar 15 kilometer sebelah utara Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, di Flores Barat. Penemuan fosil Homo Floresiensis di situs Liang Bua pada tahun 2003 sebenarnya merupakan buah dari proses penelitian bertahap dalam rentang waktu puluhan tahun, sejak dasawarasa 1960-an. Hasil analisis dengan 7 teknik berbeda menyimpulkan kerangka manusia purba di situs Liang Bua berusia sekitar 13.000 - 12.000 tahun yang lalu. Namun, kesimpulan itu lantas dievaluasi oleh hasil riset Puslit Arkenas bersama dengan Universitas Wollongong dan Smithsonian Institute, yang dikerjakan pada 2007-2014. Analisis ulang terhadap usia tulang Homo Floresiensis dan sedimen yang mengandung fosil di situs Liang Bua memuat dua kesimpulan. Pertama, berdasarkan analisis sedimen, situs Liang Bua diketahui berusia 60.000 – 100.000 tahun. Adapun alat batu yang dipakai Homo Floresiensis diperkirakan berumur 50 ribu – 190 ribu tahun. Kemudian, didapati pula temuan yang menunjukkan bahwa ada sejumlah hewan yang turut punah beserta Homo Floresiensis, yakni gajah kecil, burung Marabou raksasa, burung Nazar, dan komodo. Sayangnya, belum ada petunjuk jelas yang menerangkan penyebab kepunahan Hobbit dari Liang Bua tersebut. Di sisi lain, masih ada perdebatan di kalangan ahli mengenai siapa sebenarnya Homo Floresiensis. Sebagian ahli menduga makhluk purba ini merupakan jenis spesies manusia baru yang mempunyai ciri-ciri kombinasi antara Homo erectus dan manusia modern. Sebaliknya, ada sejumlah kelompok ilmuwan lainnya yang menganggap kerangka dari situs Liang Bua adalah jenis manusia modern seperti yang hidup pada masa sekarang, tapi mengalami cedera atau patalogis serta memiliki penyakit microcephaly (kelainan otak) sehingga jadi kerdil. Dengan demikian, penemuan Homo Florensiensis menjadi polemik karena ada perbedaan pendapat mengenai waktu hidup Homo Florensiensis, hasil penelitian Soejono menyatakan jika mereka hidup sekitar 13.000-12.000 tahun yang lalu, namun hasil riset Puslit Arkenas menyatakan mereka hidup sekitar 50 ribu- 190 ribu tahun. Perbedaan kedua, ada beberapa ahli yang menduga HomoFlorensiensis adalah spesies Homo erectus, sebagian lain menduga Homo Florensiensis adalah jenis manusia modern seperti sekarang namun mengalami patalogis sehingga menjadi kerdil. Mapel: Sejarah Kelas: 10 SMA Topik: Indonesia Zaman Praaksara Semoga membantu ya.


Citranti N

14 September 2021 09:02

Baik kak, terima kasih penjelasannya😊

Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

24

5.0

Jawaban terverifikasi