Lavena H

01 Maret 2023 11:49

Iklan

Lavena H

01 Maret 2023 11:49

Pertanyaan

Mengapa pada nama senyawa Timah ditulis menggunakan angka romawi sedangkan pada senyawa Perak dan Seng tidak?

Mengapa pada nama senyawa Timah ditulis menggunakan angka romawi sedangkan pada senyawa Perak dan Seng tidak?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

01

:

52

:

10

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

J. Siregar

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Medan

02 Maret 2023 03:31

Jawaban terverifikasi

Jawaban yang benar adalah senyawa timah (Sn) ditulis menggunakan angka romawi karena memiliki beberapa biloks sedangkan pada perak dan seng hanya memiliki 1 biloks sehingga tidak perlu dituliskan muatannya dengan angka romawi. Penamaan senyaawaan logam berdasar kation dari logam dibedakan menjadi 2 jenis. Ada yang tidak perlu membubuhkan angka Romawi dan ada yang perlu dibubuhi angka Romawi. 1) Unsur-unsur logam dalam senyawa yang mempunyai hanya satu macam muatan atau biloks relatif stabil langsung dituliskan nama sesuai aturan yang ada tanpa membubuhkan biloks. Contohnya adalah senyawa yang mengandung logam perak dan seng. Perak (Ag) relatif stabil dengan muatan +1 (Ag⁺) dan seng hanya memiliki 1 biloks saja yaitu Zn²⁺. 2) Unsur-unsur logam dalam suatu senyawa yang mempunyai bilangan oksidasi relatif stabil lebih dari satu macan penamaan harus disertai biloks yang dituliskan dengan menggunakan angka romawi. Cara ini digunakan untuk membedakan senyawa Sn dengan biloks yang berbeda sehingga mudah dikenali. Contohnya adalah logam timah (Sn) yang memiliki beberapa biloks diantaranya +2 (Sn²⁺) contohnya senyawa SnCl₂ dan muatan +4 (Sn⁴⁺) dengan contoh senyawa SnCl₄. Oleh karena itu dalam penulisan nama senyawa Sn harus menggunakan angka romawi sebagai pembeda biloks keduanya. Dengan demikian, nama senyawa timah (Sn) ditulis menggunakan angka romawi karena memiliki beberapa biloks sedangkan pada perak dan seng hanya memiliki 1 biloks sehingga tidak perlu dituliskan muatannya dengan angka romawi.


Iklan

BimBim B

02 Maret 2023 02:15

<p>Pada umumnya, penulisan nama senyawa dengan angka Romawi dilakukan untuk menunjukkan bilangan oksidasi atau valensi unsur logam dalam senyawa tersebut.</p><p>&nbsp;</p><p>Timah (Sn), seperti halnya besi (Fe) dan tembaga (Cu), memiliki beberapa bilangan oksidasi yang berbeda dalam senyawa-senyawanya. Oleh karena itu, untuk membedakan senyawa-senyawa timah yang memiliki bilangan oksidasi yang berbeda, digunakan angka Romawi sebagai penanda bilangan oksidasi yang terkait dengan unsur timah.</p><p>&nbsp;</p><p>Contohnya, senyawa SnCl<sub>2</sub> (timah klorida) memiliki bilangan oksidasi +2 pada timah, sedangkan senyawa SnCl<sub>4</sub> (timah klorida) memiliki bilangan oksidasi +4 pada timah. Oleh karena itu, penulisan senyawa timah dengan angka Romawi seperti SnCl<sub>2</sub> dan SnCl<sub>4</sub> membantu untuk membedakan kedua senyawa tersebut.</p><p>&nbsp;</p><p>Namun, pada seng (Zn) dan perak (Ag), unsur-unsur ini <strong>umumnya hanya membentuk senyawa dengan satu bilangan oksidasi tertentu</strong>, yaitu +2 untuk seng dan +1 untuk perak. <strong>Karena hanya terdapat satu bilangan oksidasi yang umumnya terkait dengan unsur ini, maka tidak diperlukan penggunaan angka Romawi </strong>dalam penulisan nama senyawa-senyawa yang mengandung unsur seng atau perak.</p>

Pada umumnya, penulisan nama senyawa dengan angka Romawi dilakukan untuk menunjukkan bilangan oksidasi atau valensi unsur logam dalam senyawa tersebut.

 

Timah (Sn), seperti halnya besi (Fe) dan tembaga (Cu), memiliki beberapa bilangan oksidasi yang berbeda dalam senyawa-senyawanya. Oleh karena itu, untuk membedakan senyawa-senyawa timah yang memiliki bilangan oksidasi yang berbeda, digunakan angka Romawi sebagai penanda bilangan oksidasi yang terkait dengan unsur timah.

 

Contohnya, senyawa SnCl2 (timah klorida) memiliki bilangan oksidasi +2 pada timah, sedangkan senyawa SnCl4 (timah klorida) memiliki bilangan oksidasi +4 pada timah. Oleh karena itu, penulisan senyawa timah dengan angka Romawi seperti SnCl2 dan SnCl4 membantu untuk membedakan kedua senyawa tersebut.

 

Namun, pada seng (Zn) dan perak (Ag), unsur-unsur ini umumnya hanya membentuk senyawa dengan satu bilangan oksidasi tertentu, yaitu +2 untuk seng dan +1 untuk perak. Karena hanya terdapat satu bilangan oksidasi yang umumnya terkait dengan unsur ini, maka tidak diperlukan penggunaan angka Romawi dalam penulisan nama senyawa-senyawa yang mengandung unsur seng atau perak.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Tulislah nama yang benar untuk senyawa di bawah ini menggunakan Sistem Yunani dan Bilangan Oksidasi! (j)PCI5

36

5.0

Jawaban terverifikasi