Lavena H

01 Maret 2023 11:49
Iklan
Lavena H

01 Maret 2023 11:49
Pertanyaan
Mengapa pada nama senyawa Timah ditulis menggunakan angka romawi sedangkan pada senyawa Perak dan Seng tidak?
2
2
Iklan
J. Siregar
Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Medan
02 Maret 2023 03:31
· 0.0 (0)
Iklan
BimBim B
02 Maret 2023 02:15
Pada umumnya, penulisan nama senyawa dengan angka Romawi dilakukan untuk menunjukkan bilangan oksidasi atau valensi unsur logam dalam senyawa tersebut.
Timah (Sn), seperti halnya besi (Fe) dan tembaga (Cu), memiliki beberapa bilangan oksidasi yang berbeda dalam senyawa-senyawanya. Oleh karena itu, untuk membedakan senyawa-senyawa timah yang memiliki bilangan oksidasi yang berbeda, digunakan angka Romawi sebagai penanda bilangan oksidasi yang terkait dengan unsur timah.
Contohnya, senyawa SnCl2 (timah klorida) memiliki bilangan oksidasi +2 pada timah, sedangkan senyawa SnCl4 (timah klorida) memiliki bilangan oksidasi +4 pada timah. Oleh karena itu, penulisan senyawa timah dengan angka Romawi seperti SnCl2 dan SnCl4 membantu untuk membedakan kedua senyawa tersebut.
Namun, pada seng (Zn) dan perak (Ag), unsur-unsur ini umumnya hanya membentuk senyawa dengan satu bilangan oksidasi tertentu, yaitu +2 untuk seng dan +1 untuk perak. Karena hanya terdapat satu bilangan oksidasi yang umumnya terkait dengan unsur ini, maka tidak diperlukan penggunaan angka Romawi dalam penulisan nama senyawa-senyawa yang mengandung unsur seng atau perak.
· 0.0 (0)
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!