Syalom A

16 Oktober 2022 06:46

Iklan

Syalom A

16 Oktober 2022 06:46

Pertanyaan

Mengapa pada masa persebaran nenek moyang, ras melanesoid memilih berpusat di Papua dan tidak melakukan persebaran ke wilayah lain seperti Jawa, Sumatera, dan Kalimantan?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

03

:

08

:

37

Klaim

4

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Rizki A

16 Oktober 2022 14:11

Jawaban terverifikasi

Ras Melanesoid ini tersebar di lautan Pasifik di pulau-pulau yang letaknya sebelah timur yaitu Irian dan benua Australia. Di kepulauan Indonesia mereka tinggal di Papua, bersama dengan Papua Nugini, Bismarck, Solomon, New Caledonia dan Fiji, mereka merupakan rumpun Melanesoid. Seperti dikatakan Daldjoeni, suku Melanesoid sekitar 70% menetap di Papua sedangkan 30% mendiami beberapa kepulauan di sekitar Papua dan Papua Nugini. Awalnya, kedatangan Melanesoid di Papua berawal saat zaman es terakhir atau pada tahun 70.000 SM. Pada saat itu kepulauan Indonesia belum berpenghuni. Ketika suhu turun hingga kedinginan maksimal dan air laut menjadi beku. Permukaan laut menjadi lebih rendah 100 m dibandingkan permukaan saat ini. Pada saat itulah muncul pulau-pulau baru. Adanya pulau-pulau itu memudahkan makhluk hidup berpindah dari Asia menuju kawasan Oseania. Suku Melanesoid melakukan perpindahan ke timur hingga ke Papua kemudian ke Benua Australia yang sebelumnya merupakan satu kepulauan yang berhubungan dengan Papua. Suku Melanesoid saat itu hingga mencapai 100 ribu jiwa meliputi wilayah Papua dan Australia. Peradaban bangsa Melanesoid dikenal dengan paleotikum. Pada saat masa es berakhir dan air laut mulai naik lagi pada tahun 5000 SM, kepulauan Papua dan Benua Australia terpisah seperti yang dapat dilihat saat ini. Pada saat itu jumlah penduduk mencapai 0,25 juta dan pada tahun 500 SM mencapai 0,5 jiwa.


Syalom A

16 Oktober 2022 14:13

makasih

Iklan

Juanicha S

Community

16 September 2023 06:48

Jawaban terverifikasi

<p>Teori dan penelitian arkeologis menyatakan bahwa persebaran nenek moyang manusia, termasuk ras Melanesoid, ke berbagai wilayah Indonesia pada masa prasejarah terjadi dalam konteks geografis, iklim, dan perubahan lingkungan yang mempengaruhi adaptasi dan migrasi manusia purba.</p><p>Pusat persebaran di Papua dan tidak ke wilayah lain seperti Jawa, Sumatera, dan Kalimantan bisa disebabkan oleh beberapa faktor:</p><p><strong>Keterkaitan dengan Lingkungan dan Sumber Daya:</strong></p><ul><li>Ras Melanesoid mungkin lebih terkait dengan lingkungan Papua karena kondisi geografis, vegetasi, dan sumber daya alam di Papua lebih sesuai dengan kebutuhan dan adaptasi mereka pada masa itu. Wilayah Papua memiliki hutan hujan tropis yang kaya akan sumber daya seperti hewan buruan, tanaman, dan hasil laut, yang mendukung kehidupan manusia pada masa itu.</li></ul><p><strong>Perubahan Iklim dan Ketersediaan Sumber Daya:</strong></p><ul><li>Perubahan iklim dan ketersediaan sumber daya dapat mempengaruhi arah migrasi manusia purba. Pada masa itu, iklim dan kondisi lingkungan mungkin lebih mendukung keberadaan dan adaptasi manusia di Papua daripada di wilayah lain seperti Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.</li></ul><p><strong>Pembatasan Geografis:</strong></p><ul><li>Pembatasan geografis seperti lautan atau perairan yang lebar antara Papua dan pulau-pulau lain mungkin mempengaruhi mobilitas dan persebaran manusia pada masa prasejarah. Persebaran ke pulau-pulau lain mungkin tidak terjadi secara besar-besaran karena tantangan perjalanan dan mobilitas antara pulau-pulau.</li></ul><p><strong>Kepentingan Ekologi dan Sosial:</strong></p><ul><li>Ras Melanesoid mungkin telah mengembangkan kebudayaan dan gaya hidup yang teradaptasi dengan lingkungan dan kondisi di Papua. Ini bisa termasuk kepercayaan, teknik bertahan hidup, dan keterampilan yang sesuai dengan ekologi kawasan tersebut.</li></ul><p><strong>Faktor Historis dan Kebudayaan:</strong></p><ul><li>Faktor-faktor historis seperti keberadaan masyarakat yang sudah ada dan struktur sosial di wilayah tersebut juga dapat mempengaruhi pemilihan wilayah untuk permukiman dan migrasi.</li></ul><p>Penting untuk diingat bahwa teori ini didasarkan pada penelitian arkeologis dan ilmiah, dan sifatnya bisa menjadi kompleks dengan banyak variabel yang saling terkait. Faktor-faktor tersebut memberikan gambaran tentang mengapa ras Melanesoid berpusat di Papua pada masa itu, namun, bisa ada banyak variabel lain yang juga berpengaruh.</p>

Teori dan penelitian arkeologis menyatakan bahwa persebaran nenek moyang manusia, termasuk ras Melanesoid, ke berbagai wilayah Indonesia pada masa prasejarah terjadi dalam konteks geografis, iklim, dan perubahan lingkungan yang mempengaruhi adaptasi dan migrasi manusia purba.

Pusat persebaran di Papua dan tidak ke wilayah lain seperti Jawa, Sumatera, dan Kalimantan bisa disebabkan oleh beberapa faktor:

Keterkaitan dengan Lingkungan dan Sumber Daya:

  • Ras Melanesoid mungkin lebih terkait dengan lingkungan Papua karena kondisi geografis, vegetasi, dan sumber daya alam di Papua lebih sesuai dengan kebutuhan dan adaptasi mereka pada masa itu. Wilayah Papua memiliki hutan hujan tropis yang kaya akan sumber daya seperti hewan buruan, tanaman, dan hasil laut, yang mendukung kehidupan manusia pada masa itu.

Perubahan Iklim dan Ketersediaan Sumber Daya:

  • Perubahan iklim dan ketersediaan sumber daya dapat mempengaruhi arah migrasi manusia purba. Pada masa itu, iklim dan kondisi lingkungan mungkin lebih mendukung keberadaan dan adaptasi manusia di Papua daripada di wilayah lain seperti Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Pembatasan Geografis:

  • Pembatasan geografis seperti lautan atau perairan yang lebar antara Papua dan pulau-pulau lain mungkin mempengaruhi mobilitas dan persebaran manusia pada masa prasejarah. Persebaran ke pulau-pulau lain mungkin tidak terjadi secara besar-besaran karena tantangan perjalanan dan mobilitas antara pulau-pulau.

Kepentingan Ekologi dan Sosial:

  • Ras Melanesoid mungkin telah mengembangkan kebudayaan dan gaya hidup yang teradaptasi dengan lingkungan dan kondisi di Papua. Ini bisa termasuk kepercayaan, teknik bertahan hidup, dan keterampilan yang sesuai dengan ekologi kawasan tersebut.

Faktor Historis dan Kebudayaan:

  • Faktor-faktor historis seperti keberadaan masyarakat yang sudah ada dan struktur sosial di wilayah tersebut juga dapat mempengaruhi pemilihan wilayah untuk permukiman dan migrasi.

Penting untuk diingat bahwa teori ini didasarkan pada penelitian arkeologis dan ilmiah, dan sifatnya bisa menjadi kompleks dengan banyak variabel yang saling terkait. Faktor-faktor tersebut memberikan gambaran tentang mengapa ras Melanesoid berpusat di Papua pada masa itu, namun, bisa ada banyak variabel lain yang juga berpengaruh.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi