Kurniawan I

11 November 2021 11:31

Iklan

Kurniawan I

11 November 2021 11:31

Pertanyaan

Mengapa orang-orang Banten tidak dapat menerima kedatangan orang-orang Belanda ke Banten?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

13

:

46

:

00

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Armanda

Mahasiswa/Alumni Universitas Indraprasta PGRI

16 Desember 2021 20:23

Jawaban terverifikasi

Hai Kurniawan I, Kakak bantu jawab ya. Orang Banten tidak dapat menerima kedatangan orang Belanda karena Belanda sudah melakukan monopoli perdagangan dan intervensi ke dalam pemerintahan Banten. Untuk lebih jelasnya, simaklah penjelasan berikut ini. Peletak dasar Kerajaan Banten adalah Fatahillah atau Sunan Gunung Jati. Kerajaan ini terletak di daerah Jawa Barat. Ketika Kerajaan Demak mulai berkembang, Banten berada dalam kekuasaan Kerajaan Pajajaran. Untuk mengurangi ancaman Demak, Kerajaan Pajajaran menjalin hubungan dengan Portugis. Namun, Banten kemudian dapat dikuasai Demak dengan pasukan yang dipimpin oleh Fatahillah. Sebagai tanda terima kasih, Sultan Trenggono mengangkat putra Fatahillah yang bernama Hasanuddin sebagai penguasa Banten. Ketika kekuasaan Demak mulai melemah, Banten memisahkan diri dan menjadi sebuah kerajaan. Kerajaan Banten pertama kali dipimpin oleh Hasanuddin sejak tahun 1552. Pada masa pemerintahannya, Banten menjadi penguasa tunggal jalur pelayaran di Selat Sunda. Banten menjadi kota pelabuhan yang sangat maju dan banyak disinggahi para pedagang dari Gujarat, Persia, Tiongkok, Turki, dan Keling. Pada tahun 1570, Raja Hasanuddin digantikan oleh putranya yang bergelar Panembahan Yusuf. Dia memperluas wilayah kekuasaannya dengan menaklukkan Kerajaan Pajajaran. Raja Banten selanjutnya adalah Maulana Muhammad yang bergelar Kanjeng Ratu Banten. Dia dinobatkan menjadi raja pada saat berusia sembilan tahun. Untuk menjalankan pemerintahan, Raja Maulana Muhammad dibantu oleh Mangkubumi. Setelah Maulana Muhammad tewas tertembak ketika hendak menaklukkan Palembang, Abu'lmufakhir dinobatkan menjadi raja. Dia adalah putra Maulana Muhammad yang saat itu masih berusia lima bulan. Ia dibantu oleh wali kerajaan yang bernama Jayanegara. Pada masa pemerinrahan Abu'lmufakhir, armada Belanda yang dipimpin Cornelis de Houtman tiba di pelabuhan Banten. Cornelis de Houtman dan armadanya akhirnya diusir dari Banten karena kelakuan mereka yang kasar. Raja Abu'lmufakhir diganti oleh Abu'ma' ali Ahmad Rahmatullah. Pengganti Raja Abu'ma'ali Ahmad Rahmatullah adalah Sultan Ageng Tirtayasa yang memerintah dari tahun 1651-1692 M. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Banten mengalami perkembangan yang pesat. Pelabuhan Banten ramai dengan berbagai aktivitas perdagangan. Pada tahun 1671 M, Sultan Ageng Tirtayasa mengangkat putranya yang bernama Sultan Abdulkahar (Sultan Haji) sebagai raja pembantu. Karena Sultan Haji menjalin hubungan dengan Belanda, Sultan Ageng Tirtayasa berusaha mengambil alih kembali kontrol pemerintahan. Namun, usahanya gagal. Dengan dukungan dari Belanda, Sultan Ageng Tirtayasa berhasil ditangkap dan dipenjarakan. Kekuasaan Banten pun melemah. Semoga bermanfaat.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi