Gerave P
25 Oktober 2023 05:45
Iklan
Gerave P
25 Oktober 2023 05:45
Pertanyaan
mengapa kabinet Burhanuddin Harahap gagal memaksa Belanda untuk menyerahkan irian Barat yang akhirnya membatalkan perjanjian kMB
4
1
Iklan
Vincent M

Community
26 Oktober 2023 02:41
Kabinet Burhanuddin Harahap yang memerintah pada periode 1955 hingga 1956 gagal memaksa Belanda menyerahkan Irian Barat (sekarang Papua Barat) dan membatalkan Perjanjian KMB (Kerjasama Malino) karena berbagai alasan kompleks. Beberapa faktor kunci yang menyebabkan kegagalan tersebut meliputi:
Kekuatan Militer dan Diplomatik Belanda: Pada saat itu, Belanda memiliki kekuatan militer yang lebih besar dan dukungan internasional yang kuat. Mereka tidak hanya memiliki tentara yang dikerahkan di wilayah Irian Barat, tetapi juga mendapatkan dukungan diplomatik dari beberapa negara, terutama Amerika Serikat. Dukungan internasional ini membuat Belanda merasa lebih percaya diri dalam menegakkan klaimnya atas Irian Barat.
Perlawanan dalam Negeri: Meskipun ada semangat nasionalisme yang kuat di Indonesia yang mendukung klaim atas Irian Barat, pemerintah Burhanuddin Harahap harus menghadapi tantangan dalam negeri. Ada perbedaan pendapat antara berbagai faksi politik dan kelompok etnis di Indonesia mengenai pendekatan terbaik untuk menyelesaikan masalah Irian Barat.
Tidak Adanya Solusi Diplomatik yang Jelas: Tidak ada kesepakatan yang jelas mengenai bagaimana masalah Irian Barat harus diselesaikan. Diplomasi telah mencapai titik mati, dan Belanda tidak mau menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia tanpa jaminan untuk hak-hak penduduk Papua.
Peran Amerika Serikat: Amerika Serikat, pada saat itu, memandang Belanda sebagai sekutu penting dalam Perang Dingin. Mereka memberikan dukungan diplomatik dan ekonomi kepada Belanda, yang memberi keuntungan taktis kepada Belanda dalam perundingan mengenai Irian Barat.
Tekanan Internasional: Meskipun banyak negara mendukung Indonesia dalam perjuangannya untuk mengambil alih Irian Barat, faktor-faktor geopolitik yang lebih luas membuat tekanan internasional terhadap Belanda tidak selalu efektif. Pemerintah Belanda berusaha memanfaatkan situasi global untuk mempertahankan klaim mereka atas Irian Barat.
Akhirnya, kabinet Burhanuddin Harahap tidak mampu memaksa Belanda menyerahkan Irian Barat, dan situasi tersebut berujung pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Belanda-Indonesia di Den Haag pada tahun 1956, yang menghasilkan Perjanjian KTT. Perjanjian ini membatalkan Perjanjian KMB, tetapi Irian Barat tetap berada di bawah administrasi Belanda hingga tahun 1962, ketika Amerika Serikat mendukung penyelesaian melalui New York Agreement yang akhirnya membawa Papua Barat ke bawah administrasi sementara PBB sebelum melaksanakan Referendum Irian Barat pada tahun 1969 yang mengakibatkan wilayah tersebut menjadi bagian dari Indonesia.
· 0.0 (0)
Iklan
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!