Lita N

21 Maret 2022 13:15

Iklan

Lita N

21 Maret 2022 13:15

Pertanyaan

Mengapa Indonesia Masih Impor Sampah? Indonesia belakangan ini kerap menerima limbah impor dari negara-negara maju, seperti Amerika Serikat (AS), Australia, Prancis, Jerman, dan Hongkong. Sebenarnya, kegiatan impor limbah tidak sepenuhnya salah. Pernyataan tersebut beralasan jika sampah yang diimpor adalah limbah non-B3. Alasan impor sampah ini tidak terlepas pada kebutuhan bahan baku industri. Salah satu yang membutuhkannya adalah industri kertas. Industri ini memakai sampah kertas (waste paper) untuk diolah menjadi kertas baru. Peminat sampah impor juga meningkat pada 2018 lalu. Berdasarkan hasil analisis data Badan Pusat Statistik 2019, terlihat peningkatan impor sampah kertas yang masuk ke Jawa Timur meningkat sebesar 35% pada 2018 jika dibandingkan 2017. Persoalan sampah impor ini mendapat tentangan dari lembaga Ecological Observation and Wet Conservation (Ecoton). Dalam sebuah hasil investigasi, Ecoton menemukan bahwa masuknya sampah kertas impor sebagai bahan baku kertas juga disertai sampah plastik. "Hasil investigasi Ecoton menunjukkan bahwa impor sampah kertas disusupi oleh kontaminan sampah rumah tangga, khususnya sampah plastik, dengan persentase mencapai 35%," kata Direktur Eksekutif Ecoton, Prigi Arisandi. Sampah plastik yang disusupkan dalam sampah impor ini meninggalkan persoalan terhadap lingkungan hidup. Sebagian sampah remah plastik (plastic scrap) bernilai ekonomi rendah pada umumnya dibakar di permukiman masyarakat atau dibuang di bantaran sungai. Tindakan ini yang dapat mencemari udara, air, dan tanah di sekitar lokasi pengumpulan sampah. Sebenarnya, kasus semacam ini tidak akan terjadi ke depannya apabila ada pengetatan untuk memberikan persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan. Selain itu, perlunya pengawasan intens Bea Cukai dalam kasus impor sampah ini. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan seharusnya juga memperbaiki tata kelola impor sampah campuran. Temukan konjungsi tiap tiap paragraf teks diskusi tersebut. Kemudian, tentukan jenis konjungsinya!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

19

:

32

:

10

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

F. Siregar

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Medan

22 Maret 2022 06:41

Jawaban terverifikasi

Halo, Lita N. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru ๐Ÿ˜Š Kakak bantu jawab, ya. Konjungsi tiap paragraf adalah sebagai berikut. - Paragraf (1) memiliki konjungsi 'jika' yang merupakan jenis konjungsi intrakalimat bermakna syarat. - Paragraf (2) tidak terdapat konjungsi. - Paragraf (3) memiliki konjungsi 'jika' yang merupakan jenis konjungsi intrakalimat bermakna syarat. - Paragraf (4) terdapat konjungsi 'bahwa' yang merupakan jenis konjungsi penerangan. - Paragraf (5) terdapat konjungsi 'bahwa' yang merupakan jenis konjungsi penerangan. - Paragraf (6) memiliki konjungsi 'dan' yang merupakan jenis konjungsi intrakalimat bermakna penambahan. - Paragraf (7) memiliki konjungsi 'apabila' yang merupakan jenis konjungsi intrakalimat bermakna syarat. Perhatikan penjelasan berikut, ya. Konjungsi atau kata hubung adalah kelas kata yang digunakan untuk menghubungkan unsur antarkata, antarkalimat, dan sebagainya. Salah satu jenis konjungsi adalah konjungsi intarakalimat. Konjungsi intrakalimat merupakan kata yang menghubungkan antarklausa dalam satu kalimat, Contohnya adalah: - konjungsi yang bermakna penambahan, misalnya, 'dan'. - konjungsi yang bermakna pilihan, misalnya, 'atau'. - konjungsi yang bermakna bertentangan, misalnya, 'tetapi'. - konjungsi yang bermakna sebab akibat, misalnya, 'karena', 'sehingga'. - konjungsi yang bermakna kelanjutan, misalnya, 'lalu', 'kemudian'. - konjungsi yang bermakna syarat, misalnya, 'apabila', 'asalkan', 'jika'. - konjungsi yang bermakna perbandingan, misalnya, 'sebagai', 'seperti', 'bagai'. - konjungsi yang bermakna penerangan, misalnya, 'bahwa'. Berdasarkan penjelasan di atas, berikut analisis konjungsi dalam tiap paragraf. - Paragraf (1) memiliki konjungsi 'jika'. Konjungsi 'jika' dalam kalimat "Pernyataan tersebut beralasan jika sampah yang diimpor adalah limbah non-B3." merupakan jenis konjungsi intrakalimat yang bermakna syarat. - Paragraf (2) tidak terdapat konjungsi. - Paragraf (3) memiliki konjungsi 'jika'. Konjungsi 'jika' dalam kalimat "Berdasarkan hasil analisis data Badan Pusat Statistik 2019, terlihat peningkatan impor sampah kertas yang masuk ke Jawa Timur meningkat sebesar 35% pada 2018 jika dibandingkan 2017." merupakan jenis konjungsi intrakalimat yang bermakna syarat. - Paragraf (4) terdapat konjungsi 'bahwa'. Konjungsi 'bahwa' dalam kalimat " Dalam sebuah hasil investigasi, Ecoton menemukan bahwa masuknya sampah kertas impor sebagai bahan baku kertas juga disertai sampah plastik" merupakan jenis konjungsi penerangan. - Paragraf (5) terdapat konjungsi 'bahwa'. Konjungsi 'bahwa' dalam kalimat "Hasil investigasi Ecoton menunjukkan bahwa impor sampah kertas disusupi oleh kontaminan sampah rumah tangga, khususnya sampah plastik, dengan persentase mencapai 35%," kata Direktur Eksekutif Ecoton, Prigi Arisandi." merupakan jenis konjungsi penerangan. - Paragraf (6) memiliki konjungsi 'dan'. Konjungsi 'atau' dalam kalimat "Sebagian sampah remah plastik (plastic scrap) bernilai ekonomi rendah pada umumnya dibakar di permukiman masyarakat atau dibuang di bantaran sungai." merupakan konjungsi intrakalimat yang bermakna pilihan. - Paragraf (7) memiliki konjungsi 'apabila'. Konjungsi 'apabila' dalam kalimat "Sebenarnya, kasus semacam ini tidak akan terjadi ke depannya apabila ada pengetatan untuk memberikan persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan." merupakan konjungsi intrakalimat yang bermakna syarat. Dengan demikian, konjungsi tiap paragraf adalah sebagai berikut. - Paragraf (1) memiliki konjungsi 'jika' yang merupakan jenis konjungsi intrakalimat bermakna syarat. - Paragraf (2) tidak terdapat konjungsi. - Paragraf (3) memiliki konjungsi 'jika' yang merupakan jenis konjungsi intrakalimat bermakna syarat. - Paragraf (4) terdapat konjungsi 'bahwa' yang merupakan jenis konjungsi penerangan. - Paragraf (5) terdapat konjungsi 'bahwa' yang merupakan jenis konjungsi penerangan. - Paragraf (6) memiliki konjungsi 'dan' yang merupakan jenis konjungsi intrakalimat bermakna penambahan. - Paragraf (7) memiliki konjungsi 'apabila' yang merupakan jenis konjungsi intrakalimat bermakna syarat. Semoga membantu ๐Ÿ˜Š


Wahyu K

25 Januari 2024 14:26

Terima kasih kak

Iklan

Dhiya C

30 Januari 2024 01:18

Buatlah ringkasan teks diskusi tersebut berdasarkan mengapa Indonesia masih impor sampah


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Sejak kecil kau telah akrab dengan lingkungan sekolah ini karena sering diajak ibumu kemari. Tak heran ketika sudah waktunya untuk masuk sekolah, kau begitu **supel** dan teman-temanmu pun sudah banyak. Mereka umumnya murid-murid yang pernah diajar ibumu waktu kelas satu. Sedangkan aku? Aku waktu itu baru saja pindah ke kota kecil ini. Makna kata bercetak tebal dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. ramah C. santun B. sopan D. baik

39

5.0

Jawaban terverifikasi

Teks berikut untuk soai nomor 4. 1) Ilmuwan di berbagai belahan dunia berkejaran dengan waktu untuk menciptakan vaksin guna mengatasi virus Corona jenis baru. Vaksin perlu segera diciptakan karena kematian akibat virus Corona yang terus bertambah dan penyebaran virus yang kian meluas. 2) Pada Jum'at (7-2-2020), Komisi Kesehatan Nasional Cina mencatat jumlah kematian akibat virus Corona baru telah mencapai 636 kasus, sedangkan jumlah warga yang terinfeksi menjadi 31.161 kasus. Kasus terbanyak terjadi di Hubei, Cina, tempat vi kesehatan du niairus pertama muncul. Selain di Cina, virus itu kini telah menyebar ke lebih dari 25 negara. 3) Para ilmuwan bekerja dalam kecepatan penuh untuk menemukan vaksin bagi virus Corona baru atau penyakit pernapasan akut 2019-nCOV. Sebagai pusat epidemic, ilmuwan Cina berupaya menemukan vaksin bagi virus itu. Perkembangan terbaru adalah mereka menciptakan peta genetik virus. 4) Ilmuwan dari Australia, Kanada, hingga Prancis ikut menciptakan berbagai jenis inokulasi bersama sejumlah perusahaan biotek dan vaksin. Beberapa waktu lalu, Kepala Laboratorium Identifikasi Virus dari Institut Peter Doherty untuk Infeksi dan kekebalan, Melbourne, Julian Druce, menyatakan mereka mengembangkan virus Corona versi laboratorium dari tubuh pasien yang terinfeksi untuk uji coba. Tanggapan yang sesuai dengan berita tersebut adalah ... A. Pemerintah Australia telah tanggap menghadapi serangan virus Corona dengan menemukan vaksin virus tersebut. B. Para ilmuan perlu segera mempelajari virus corona yang menjadi masalah besar bagi kesehatan dunia karena persebarannya sangat cepat. C. Masyarakat perlu mawas diri dan menjaga kesehatan dalam menghadapi serangan virus corona yang mulai menyebar di Indonesia, D. Virus corona menjadi masalah besar bagi kesehatan manusia.

13

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan