Tiara K

03 Agustus 2021 04:13

Iklan

Tiara K

03 Agustus 2021 04:13

Pertanyaan

mengapa ide DI/TII cepat berkembang di Jawa Barat ketimbang daerah mayoritas muslim lainnya di Indonesia?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

03

:

47

:

24

Klaim

15

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

G. Fitri

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

29 Januari 2022 08:38

Jawaban terverifikasi

Hai Tiara K Kakak bantu jawab ya. Karena awal mula dari pemberontakan DI/TII ialah dari Jawa Barat yang kemudian menyebar ke beberapa daerah lainnya di Indonesia. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan dibawah. Bangsa Indonesia ialah bangsa yang majemuk, dengan luasnya negeri ini maka tidak dapat dipungkiri akan banyak keberagaman yang seyogyanya dapat dijadikan sebagai untuk menjadi satu. Meskipun demikian kasus konflik dan pergolakan sempat berlangsung di masyarakat Indonesia yang tentunya dapat mencederai rasa persatuan tersebut. Konsep yang berdekatan ialah disintegrasi, yang merujuk kepada keadaan yang tidak bersatu dan terpecah belah. Bentuk dari disintegrasi bangsa salah satunya ialah terjadinya pemberontakan atau pergolakan yang mengancam kesatuan nasional. Adapun yang melatarbelakangi hal tersebut terjadi ialah adanya ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintahan pusat sehingga membuat mereka ingin membangun negara sendiri atau lepas dari NKRI. Cikal bakal pemberontakan DI/TII yang meluas di beberapa wilayah Indonesia bermula dari sebuah gerakan di Jawa Barat tepatnya Tasikmalaya. Gerakan DI/TII dilatarbelakangi oleh keinginan membentuk negara Islam atau Darul Islam di Jawa Barat pada tahun 1948. Gerakan DI/TII sendiri dipimpin oleh Kartosuwiryo. Dalam perkembangannya, gerakan DI/TII sering terlibat kontak senjata dengan pasukan TNI. Hingga akhirnya pada tahun 1959, pemerintah Indonesia melakukan operasi militer pemberantasan DI/TII. Operasi tersebut dikenal dengan "Operasi Pagar Betis". Operasi Pagar Betis bersifat terpadu, dimana tentara menyertakan peran masyarakat untuk mengepung tempat-tempat pasukan DI/TII. Tujuannya adalah untuk mempersempit ruang gerak dan tempur pasukan DI/TII. Akhirnya pada tahun 1962, pemimpin pasukan DII/TII, yakni Kartosuwiryo, berhasil ditangkap. Kartosuwiryo selanjutnya dijatuhi hukuman mati. Selain di Jawa Barat, pemberontakan DI/TII juga meletus di berbagai daerah, seperti Jawa Tengah (1950-1959), Sulawesi Selatan (1950-1965), Aceh (1953-1962), dan Kalimantan Selatan (1954-1963). Semoga membantu ya ๐Ÿ˜Š


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

30

5.0

Jawaban terverifikasi