Agung S

01 Januari 2022 17:10

Iklan

Agung S

01 Januari 2022 17:10

Pertanyaan

Mengapa gagalnya perundingan renville dinilai sebagai pemicu munculnya pemberontakan yang dilakukan oleh PKI di Madiun pada 1948?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

11

:

17

:

13

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nur S

08 Januari 2022 07:19

Jawaban terverifikasi

Halo Agung, kaka bantu jawab ya. Perundingan Renville diwakili oleh Amir Syarifuddin dari pihak Indonesia, hasil perundingan Renville sangat merugikan pihak Indonesia, karena wilayah Indonesia menjadi sangat sempit. Oleh karena itu, Amir Syarifuddin yang saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri digantikan oleh Mohammad Hatta. Karena rasa kekecewaan tersebut, Amir Syarifuddin melakukan pemberontakan PKI Madiun bersama Muso. Yuk simak pembahasannya! Pemberontakan PKI 1948 atau yang juga disebut Peristiwa Madiun adalah sebuah peristiwa dalam rangkaian daftar pemberontakan yang pernah berlangsung di sejarah Indonesia modern. Peristiwa ini terjadi tidak lama setelah Perjanjian Renville berlangsung pada tanggal 17 Januari 1948. Pemberontakan PKI tersebut berlangsung pada tanggal 18 September 1948 di kota Madiun, Jawa Timur. Pemberontakan ini dilakukan oleh Front Demokrasi Rakyat, yang terdiri atas Partai Komunis Indonesia, Partai Sosialis Indonesia, Partai Buruh Indonesia, Pemuda Rakyat, dan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia. Pemberontakan ini diawali dengan jatuhnya kabinet RI yang pada waktu itu dipimpin oleh Amir Sjarifuddin karena kabinetnya tidak mendapat dukungan lagi sejak disepakatinya Perjanjian Renville. Perjanjian Renville yang diwakili oleh Amir Syarifuddin membuat Indonesia berada pada posisi sulit. Perundingan itu membuat wilayah Indonesia menjadi semakin sempit dan blokade ekonomi dari Belanda membuat Indonesia kian pelik. Akibatnya banyak golongan-golongan masyarakat memprotes hasil perundingan tersebut hingga memunculkan kelompok-kelompok anti pemerintah. Hal itu mengguncang stabilitas kabinet Amir sampai kandas. Setelah kabinet Amir bubar, Presiden Sukarno menunjuk M. Hatta sebagai perdana menteri. Kabinet Hatta pun lahir. Sayangnya, keberadaan Kabinet Hatta membuat Amir beserta kelompok-kelompok sayap kiri lainnya tidak setuju dengan pergantian kabinet tersebut. Hingga akhirnya kekuatan Amir dan kelompoknya melakukan Pemberontakan PKI Madiun 1948. Dengan demikian, Perundingan Renville diwakili oleh Amir Syarifuddin dari pihak Indonesia, hasil perundingan Renville sangat merugikan pihak Indonesia, karena wilayah Indonesia menjadi sangat sempit. Oleh karena itu, Amir Syarifuddin yang saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri digantikan oleh Mohammad Hatta. Karena rasa kekecewaan tersebut, Amir Syarifuddin melakukan pemberontakan PKI Madiun bersama Muso. Semoga membantu ya :)


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi