Marescha M

08 Agustus 2023 04:19

Iklan

Marescha M

08 Agustus 2023 04:19

Pertanyaan

mengapa dengan konsentrasi yang sama senyawa non elektrolit menghasilkan kenaikan tititk didih dan penurunan titik bekunya sama? jelaskan

mengapa dengan konsentrasi yang sama senyawa non elektrolit menghasilkan kenaikan tititk didih dan penurunan titik bekunya sama? jelaskan

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

06

:

11

:

23

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Rendi R

Community

08 Agustus 2023 04:30

Jawaban terverifikasi

<p>bantu jwb kk</p><p>&nbsp;</p><p>Kenaikan titik didih dan penurunan titik beku adalah dua sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat-sifat ini bergantung pada jumlah partikel dalam larutan, dan tidak bergantung pada jenis partikel tersebut.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Senyawa non elektrolit tidak terionisasi dalam air, sehingga jumlah partikel dalam larutan sama dengan jumlah molekul senyawa non elektrolit.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Oleh karena itu, kenaikan titik didih dan penurunan titik beku senyawa non elektrolit dengan konsentrasi yang sama juga sama.</p><p>&nbsp;</p><p>Kenaikan titik didih adalah peningkatan suhu yang diperlukan untuk mendidihkan larutan dengan konsentrasi tertentu.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Penurunan titik beku adalah penurunan suhu yang diperlukan untuk membekukan larutan dengan konsentrasi tertentu.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Kedua sifat ini disebabkan oleh adanya partikel terlarut dalam larutan. Partikel terlarut akan mengganggu gaya tarik-menarik antara molekul pelarut, yang membuat pelarut lebih sulit untuk menguap atau membeku.</p><p>&nbsp;</p><p>Kenaikan titik didih dan penurunan titik beku dapat digunakan untuk memisahkan senyawa non elektrolit dari senyawa elektrolit. Senyawa non elektrolit akan memiliki kenaikan titik didih dan penurunan titik beku yang lebih rendah daripada senyawa elektrolit dengan konsentrasi yang sama. Hal ini disebabkan oleh senyawa non elektrolit tidak terionisasi dalam air, sehingga jumlah partikel dalam larutan lebih sedikit daripada senyawa elektrolit.</p>

bantu jwb kk

 

Kenaikan titik didih dan penurunan titik beku adalah dua sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat-sifat ini bergantung pada jumlah partikel dalam larutan, dan tidak bergantung pada jenis partikel tersebut. 

 

Senyawa non elektrolit tidak terionisasi dalam air, sehingga jumlah partikel dalam larutan sama dengan jumlah molekul senyawa non elektrolit. 

 

Oleh karena itu, kenaikan titik didih dan penurunan titik beku senyawa non elektrolit dengan konsentrasi yang sama juga sama.

 

Kenaikan titik didih adalah peningkatan suhu yang diperlukan untuk mendidihkan larutan dengan konsentrasi tertentu. 

 

Penurunan titik beku adalah penurunan suhu yang diperlukan untuk membekukan larutan dengan konsentrasi tertentu. 

 

Kedua sifat ini disebabkan oleh adanya partikel terlarut dalam larutan. Partikel terlarut akan mengganggu gaya tarik-menarik antara molekul pelarut, yang membuat pelarut lebih sulit untuk menguap atau membeku.

 

Kenaikan titik didih dan penurunan titik beku dapat digunakan untuk memisahkan senyawa non elektrolit dari senyawa elektrolit. Senyawa non elektrolit akan memiliki kenaikan titik didih dan penurunan titik beku yang lebih rendah daripada senyawa elektrolit dengan konsentrasi yang sama. Hal ini disebabkan oleh senyawa non elektrolit tidak terionisasi dalam air, sehingga jumlah partikel dalam larutan lebih sedikit daripada senyawa elektrolit.


Iklan

Miftah B

Community

08 Agustus 2023 05:10

Jawaban terverifikasi

Halo sobat ๐Ÿ‘‹ Jawaban: Konsentrasi senyawa non-elektrolit tidak mempengaruhi kenaikan titik didih dan penurunan titik beku sama. Ini karena sifat-sifat koligatif seperti kenaikan titik didih dan penurunan titik beku tergantung bukan hanya pada konsentrasi partikel-partikel yang terlarut, tetapi juga jumlah partikel-partikel yang terlarut di dalam larutan. Kenaikan titik didih dan penurunan titik beku terjadi ketika ada zat terlarut di dalam pelarut. Dalam kasus senyawa non-elektrolit, seperti glukosa atau sukrosa, molekul-molekul senyawa terlarut tidak terionisasi atau terdisosiasi menjadi partikel-partikel bermuatan dalam larutan. Sebagai contoh, ketika Anda mencampurkan glukosa dalam air, molekul-molekul glukosa tetap utuh dan tidak pecah menjadi ion-ion. Sebagai perbandingan, kenaikan titik didih dan penurunan titik beku pada senyawa elektrolit, seperti garam (NaCl), terjadi karena garam terdisosiasi menjadi ion-ion positif (Na+) dan ion-ion negatif (Cl-) dalam larutan. Karena jumlah partikel menjadi lebih banyak, maka sifat-sifat koligatif tersebut akan lebih besar.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Tulislah nama yang benar untuk senyawa di bawah ini menggunakan Sistem Yunani dan Bilangan Oksidasi! (j)PCI5

14

5.0

Jawaban terverifikasi