Cepra A

13 Maret 2022 08:28

Iklan

Cepra A

13 Maret 2022 08:28

Pertanyaan

Mengapa atavisme, kritomeri, polimeri, komplementer, hipostasis, dan epistasis disebut penyimpangan semu hukum Mendel?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

21

:

43

:

14

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Tyas

Mahasiswa/Alumni Universitas Sebelas Maret

05 Agustus 2022 08:01

Jawaban terverifikasi

Atavisme, kriptomeri, polimeri, komplementer, hipostasis dan epistasis disebut penyimpangan semu Hukum Mendel sebab menghasilkan rasio fenotipe yang berbeda dengan prinsip hukum Mendel (rasio fenotipe F2 = 9 : 3 : 3 : 1 pada persilangan dihibrid). Penyimpangan semu hukum Mendel adalah persilangan antar makhluk hidup yang menghasilkan perbandingan fenotipe pada keturunan F2 seolah-olah tidak sesuai dengan prinsip Hukum Mendel (rasio fenotipe F2 = 9 : 3 : 3 : 1 pada persilangan dihibrid). Penyimpangan semu dari Hukum Mendel dapat berupa: - Atavisme, yaitu interaksi antar gen berbeda alel sehingga menghasilkan keturunan dengan fenotipe berbeda dari induknya karena gen-gen melakukan rekombinasi atau penyatuan kembali. Interaksi berbagai alel kemudian menghasilkan fenotipe yang tidak ditemukan pada induk sebelumnya. - Kriptomeri, yaitu adanya sifat gen dominan yang tersembunyi saat gen dominan tersebut berdiri sendiri. Saat gen dominan tersebut berinteraksi dengan gen dominan lainnya, maka sifat yang trsembunyi tadi akan muncul. Persilangan F1 dengan sesamanya akan menghasilkan rasio fenotipe 9 : 3 : 4. - Polimeri, yaitu interaksi antar gen-gen berbeda alel yang memunculkan satu fenotipe bersifat kumulatif (saling menambah). Persilangan F1 dengan sesamanya akan menghasilkan rasio fenotipe 15 : 1. - Komplementer, yaitu interaksi antara dua gen dominan berbeda alel yang saling melengkapi untuk memunculkan fenotipe tertentu. Persilangan F1 dengan sesamanya akan menghasilkan rasio fenotipe 9 : 7. - Epistasis dan hipostasis, yaitu adanya gen dominan yang menutup pengaruh gen dominan lain yang bukan alelnya. Epistatis adalah gen yang menutupi, sedangkan hipostatis adalah gen yang ditutupi. Persilangan F1 dengan sesamanya akan menghasilkan rasio fenotipe 12 : 3 : 1. Oleh karena itu, atavisme, kriptomeri, polimeri, komplementer, hipostasis dan epistasis disebut penyimpangan semu Hukum Mendel sebab menghasilkan rasio fenotipe yang berbeda dengan prinsip hukum Mendel (rasio fenotipe F2 = 9 : 3 : 3 : 1 pada persilangan dihibrid).


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Ciri ciri vertebrata yang hanya dimiliki oleh Aves adalah

38

4.8

Jawaban terverifikasi