Resma S

08 September 2021 07:39

Iklan

Resma S

08 September 2021 07:39

Pertanyaan

Masalah negara Federasi mulai muncul dalam konferensi Malino tanggal 4 Juli di Sulawesi Selatan untuk membahas tatanan federal. suara terpecah menjadi du kubu, antara kubu yang pro-RI dan pro-Belanda dengan dipertahankan dalam BFO (persekutuan negara bagian). yang termasuk dalam pro-RI adalah...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

21

:

03

:

21

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Tri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Surabaya

01 Februari 2022 14:07

Jawaban terverifikasi

Hai Resma S, Kakak bantu jawab pertanyaan kamu ya, Yang termasuk kedalam pro-RI adalah Sukawati (Bali), Najamuddin (Sulawesi Selatan), Dengah (Minahasa), Tahya (Maluku Selatan), Liem Tjae Le (Bangka, Belitung, Riau), Ibrahim Sedar (Kalimantan Selatan), Oeray Saleh (Kalimantan Barat). Nah, agar kamu lebih paham, coba perhatikan pembahasan berikut, Dalam konferensi yang dipimpin Gubernur Jenderal Hindia Belanda Van Mook dibentuk Komisariat Umum Pemerintah untuk Kalimantan dan Timur Besar. Selain itu, diangkat pula Dewan Kepala-Kepala Departemen untuk urusan kenegaraan. Dewan tersebut adalah Sukawati (Bali), Najamuddin (Sulawesi Selatan), Dengah (Minahasa), Tahya (Maluku Selatan), Liem Tjae Le (Bangka, Belitung, Riau), Ibrahim Sedar (Kalimantan Selatan), Oeray Saleh (Kalimantan Barat). Konferensi Malino dilaksanakan tanggal 15 Juli - 25 Juli 1946 dengan dihadiri 39 orang dari 15 daerah dari Kalimantan dan Timur Besar. Mereka membahas mengenai rencana pembentukan negara-negara bagian yang berbentuk federasi di Indonesia. Kemudian, mereka juga mendiskusikan mengenai rencana pembentukan negara yang meliputi daerah-daerah di Indonesia bagian Timur. Selama 10 hari konferensi dilaksanakan, para peserta konferensi terpecah menjadi dua kubu, kubu pro-Republik dan pro-Federal. Tanggal 16 Juli 1946, van Mook menyampaikan pidatonya yang berisikan bahwa penting jika negara-negara dalam federasi Indoensia ditempatkan dalam posisi untuk memerintah wilayahnya sendiri. Awalnya, para delegasi setuju bahwa kolonialisme tidak boleh kembali ke Indonesia. Akan tetapi, seiring konferensi berjalan, rasa ragu atas usulan pembentukan Negara Indonesia Timur muncul. Gagasan ini tidak boleh diteruskan sebelum mendengar pendapat dari rakyat di Jawa dan Sumatera. Semoga membantu ya, tetap semangat belajar !


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi