Putu Y

10 Januari 2020 12:03

Iklan

Putu Y

10 Januari 2020 12:03

Pertanyaan

latar belakang tentang romusa

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

15

:

36

:

21

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

E. Ariska

Mahasiswa/Alumni Universitas Jember

24 Desember 2021 03:01

Jawaban terverifikasi

Hai Putu Y, kakak bantu jawab ya. Latar belakang pelaksanaan Romusha adalah sebagai Tenaga Kerja buruh dengan upah yang murah untuk keperluan masyarakat dan perang (Perang Dunia II). Untuk lebih jelasnya, Pahamilah penjelasan berikut ini. Kekalahan telak armada Jepang terjadi di Coral Sea dan Midway menyebabkan banyak armada militer termasuk pasukan telah menjadi korban. Kegagalan tersebut membawa implikasi yang besar sehingga, praktis kekalahan Militer Jepang sudah semakin di depan mata. Kondisi tersebut membuat sontak Parlemen di Jepang dan Pemerintahan Militer Jepang membuat keputusan untuk semakin meningkatkan eksploitasi sumber daya yang dimiliki Hindia Belanda, termasuk manusia sebagai alat perang. Untuk itu partisipasi politik yang melibatkan kelompok nasionalis kooperatif ke dalam sebuah Dewan Pertimbangan Pusat (Chuo Sangi-in) menjadi mutlak. Chuo Sangi-in secara resmi bersidang pertama kali 16 – 20 Oktober 1943. Tujuan sidang ini dimaksudkan untuk semakin mempertegas bahwa rakyat Indonesia dapat bahu-membahu untuk mewujudkan kemenangan Kemaharajaan Kaisar Jepang (Tenno) di Asia Timur Raya. Akhir sidang tanggal 20 Oktober 1943 menghasilkan keputusan yang dilakukan oleh pemerintahan di Indonesia: 1. Memperkuat dan melindungi para prajurit Peta dan Heiho; 2. Menggerakan Tenaga Kerja untuk keperluan masyarakat dan perang; 3. Meneguhkan susunan penghidupan masyarakat dalam masa perang; 4. Memperbanyak hasil bumi. Pada butir kedua operasionalisasinya dibentuk pengorganisasian masa dengan membentuk Romusha (dalam bahasa propaganda ialah prajurit pekerja). Untuk mengorganisasi ini dibutuhkan perangkat lokal mulai shu (keresiden), ken (kabupaten), gun (kawedanan), son (kecamatan), dan ku (desa), menyusul dibentuknya Kumai (Koperasi), Tonarigumi (Rukun Tetangga) (Teliti Kurasawa dan Shiraishi. 1988). Hal itu dilakukan untuk memobilisasi massa secara masal, sukarela, dan cepat. Karena masyarakat semi-feodal pada waktu itu amat takut dan tunduk oleh institusi pemerintah (seperti hubungan raja dan bawahan atau patron dan klien). Proses rekrutmen dilakukan dengan sistematik, karena melibatkan pemerintah setempat. Hal itu dilakukan dengan iming-iming sandang, papan, dan pangan yang layak serta merupakan bagian tugas dari masyarakat desa tempat mereka tinggal. Proses rekrutmen tersebut memanfaatkan struktur sosial dan pemerintahan yang terbentuk, terutama sejak cultuurstelsel yang mengelompokan wilayah tradisional menjadi kesatuan administratif desa yang di dalamnya terdiri dari lapisan stratifikasi orang berdasarkan kedudukan dan status sosialnya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

jelaskan mengapa bangsa eropa melakukan kolonialisme dan imperialisme?

1

0.0

Jawaban terverifikasi

Dalam bidang perkebunan, rakyat Indonesia di paksa untuk menganti makanan pokok seperti Jagung dan Ubi menjadi Padi dan Gandum, hal ini di maksudkan dengan alasan

2

0.0

Lihat jawaban (1)

Iklan