Alahsar B

07 Desember 2022 03:08

Iklan

Iklan

Alahsar B

07 Desember 2022 03:08

Pertanyaan

latar belakang amir syarifuddin membentuk front demokrasi rakyat (fdr) pada 26 februari 1948 adalah .... a. hasil perjanjian renville yang dilaksanakan dengan tidak tepat b. keinginan untuk enggulingkan kabinet hatta c. terjadinya serangan politik pecah belah belanda kepada indonesia d. keinginan menjaga kesatuan negara republik indonesia


19

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

G. Fitri

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

03 Januari 2023 22:51

Jawaban terverifikasi

<p>&nbsp;Jawaban yang tepat ialah B. keinginan untuk menggulingkan Kabinet Hatta</p><p>&nbsp;</p><p>Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut ini.</p><p>&nbsp;</p><p>Partai Komunis Indonesia (PKI) merupakan salah satu organisasi yang berdiri pada masa pergerakan. Saat ini partai ini dilarang keberadaannya karena berkaitan dengan ideologisnya yang radikal. PKI pernah melakukan pemberontakan yang terjadi pada tahun 1948. Dimana peristiwa ini terjadi di Madiun, yakni konflik antara pemerintah Indonesia dengan kelompok oposisi sayap kiri. Pemberontakan berlangsung pada 18 September 1948, dengan latarbelakang peristiwa yakni dengan diawali dengan jatuhnya Kabinet Amir Sjarifuddin yang tidak lagi mendapat dukungan dan telah dituding merugikan Indonesia dengan adanya perjanjian Renville dengan Belanda.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Pada akhirnya kabinet baru terbentuk yakni dengan Perdana Mentrinya ialah Moh. Hatta dengan kebijakan melaksanakan Perjajian Renville dan rasionalisasi tentara Indonesia. Kecewa akan kebijakan tersebut kemudian sayap kiri membentuk FDR atau Front Demokrasi Rakyat. Salah satu tokoh pemberontakan ini ialah Amir Sjarifuddin yang berniat untuk menggulingkan kabinet Hatta, dan tentunya berkeinginan untuk membatalkan perjanjian Renville.</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, salah satu latar belakang Amir Syarifuddin membentu FDR ialah keinginan untuk menggulingkan Kabinet Hatta.</p>

 Jawaban yang tepat ialah B. keinginan untuk menggulingkan Kabinet Hatta

 

Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut ini.

 

Partai Komunis Indonesia (PKI) merupakan salah satu organisasi yang berdiri pada masa pergerakan. Saat ini partai ini dilarang keberadaannya karena berkaitan dengan ideologisnya yang radikal. PKI pernah melakukan pemberontakan yang terjadi pada tahun 1948. Dimana peristiwa ini terjadi di Madiun, yakni konflik antara pemerintah Indonesia dengan kelompok oposisi sayap kiri. Pemberontakan berlangsung pada 18 September 1948, dengan latarbelakang peristiwa yakni dengan diawali dengan jatuhnya Kabinet Amir Sjarifuddin yang tidak lagi mendapat dukungan dan telah dituding merugikan Indonesia dengan adanya perjanjian Renville dengan Belanda. 

 

Pada akhirnya kabinet baru terbentuk yakni dengan Perdana Mentrinya ialah Moh. Hatta dengan kebijakan melaksanakan Perjajian Renville dan rasionalisasi tentara Indonesia. Kecewa akan kebijakan tersebut kemudian sayap kiri membentuk FDR atau Front Demokrasi Rakyat. Salah satu tokoh pemberontakan ini ialah Amir Sjarifuddin yang berniat untuk menggulingkan kabinet Hatta, dan tentunya berkeinginan untuk membatalkan perjanjian Renville.

 

Dengan demikian, salah satu latar belakang Amir Syarifuddin membentu FDR ialah keinginan untuk menggulingkan Kabinet Hatta.


Iklan

Iklan

Fitrisalwa A

30 Maret 2023 07:40

Berikut ini merupakan latar belakang amir syarifuddin membentuk front demokrasi rakyat kecuali


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

632

5.0

Jawaban terverifikasi