Dwiastuti D

14 Oktober 2023 15:38

Iklan

Dwiastuti D

14 Oktober 2023 15:38

Pertanyaan

kondisi perekonomian yang buruk menjadi salah satu alasan demokrasi terpimpin (1959-1965) gagal di Indonesia. kondisi ekonomi yang kalah itu bisa menjadi salah satu kondisi terburuk dalam kehidupan sehari-hari Indonesia. kondisi ekonomi tersebut membuat inflasi sangat tinggi mengapa terjadi inflasi pada masa demokrasi terpimpin?

kondisi perekonomian yang buruk menjadi salah satu alasan demokrasi  terpimpin (1959-1965)  gagal di Indonesia. kondisi ekonomi yang kalah itu bisa menjadi salah satu kondisi terburuk dalam kehidupan sehari-hari Indonesia. kondisi ekonomi tersebut membuat inflasi sangat tinggi mengapa terjadi inflasi pada masa demokrasi terpimpin?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

00

:

53

:

13

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Faiz D

Community

14 Oktober 2023 15:44

Jawaban terverifikasi

<p>Inflasi yang tinggi pada masa Demokrasi Terpimpin di Indonesia dapat disebabkan oleh beberapa faktor ekonomi dan kebijakan pemerintah. Berikut adalah beberapa faktor yang mungkin menyebabkan inflasi tinggi pada periode tersebut:</p><p>&nbsp;</p><p><strong>1. Pencetakan Uang Berlebihan</strong>: Salah satu faktor yang paling umum dalam menyebabkan inflasi adalah pencetakan uang yang berlebihan oleh pemerintah. Pada masa Demokrasi Terpimpin, pemerintah mungkin mencetak uang dengan jumlah yang sangat besar untuk membiayai program-program sosial dan pembangunan. Jika penawaran uang meningkat secara signifikan tanpa diimbangi oleh peningkatan dalam produksi barang dan jasa, maka hal ini dapat menyebabkan inflasi.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>2. Defisit Anggaran</strong>: Pemerintah mungkin juga mengalami defisit anggaran, di mana pengeluaran pemerintah melebihi pendapatan. Untuk menutupi defisit tersebut, pemerintah dapat mencetak uang atau meminjam, yang pada akhirnya dapat meningkatkan tekanan inflasi.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>3. Harga Internasional</strong>: Perubahan harga komoditas internasional, seperti minyak mentah atau bahan pangan, juga dapat berkontribusi pada inflasi. Jika harga-harga komoditas penting bagi ekonomi Indonesia naik secara signifikan di pasar internasional, ini dapat mendorong inflasi dalam negeri.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>4. Ketidakstabilan Politik</strong>: Ketidakstabilan politik, seperti yang terjadi pada masa Demokrasi Terpimpin, dapat menciptakan ketidakpastian ekonomi. Bisnis dan investor mungkin menjadi enggan untuk berinvestasi, dan hal ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi, yang pada gilirannya dapat menyebabkan inflasi.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>5. Permintaan yang Tinggi</strong>: Peningkatan permintaan atas barang dan jasa juga dapat mendorong inflasi. Program-program pemerintah yang meningkatkan konsumsi masyarakat atau belanja pemerintah secara signifikan dapat meningkatkan permintaan, terutama jika pasokan tidak dapat mengimbangi peningkatan permintaan.</p><p>&nbsp;</p><p>Inflasi yang tinggi biasanya merupakan hasil dari kombinasi beberapa faktor di atas. Selain itu, inflasi tinggi pada masa Demokrasi Terpimpin juga dapat berkontribusi pada ketidakstabilan ekonomi dan sosial, yang pada akhirnya juga mempengaruhi kebijakan dan stabilitas pemerintahan pada masa tersebut.</p>

Inflasi yang tinggi pada masa Demokrasi Terpimpin di Indonesia dapat disebabkan oleh beberapa faktor ekonomi dan kebijakan pemerintah. Berikut adalah beberapa faktor yang mungkin menyebabkan inflasi tinggi pada periode tersebut:

 

1. Pencetakan Uang Berlebihan: Salah satu faktor yang paling umum dalam menyebabkan inflasi adalah pencetakan uang yang berlebihan oleh pemerintah. Pada masa Demokrasi Terpimpin, pemerintah mungkin mencetak uang dengan jumlah yang sangat besar untuk membiayai program-program sosial dan pembangunan. Jika penawaran uang meningkat secara signifikan tanpa diimbangi oleh peningkatan dalam produksi barang dan jasa, maka hal ini dapat menyebabkan inflasi.

 

2. Defisit Anggaran: Pemerintah mungkin juga mengalami defisit anggaran, di mana pengeluaran pemerintah melebihi pendapatan. Untuk menutupi defisit tersebut, pemerintah dapat mencetak uang atau meminjam, yang pada akhirnya dapat meningkatkan tekanan inflasi.

 

3. Harga Internasional: Perubahan harga komoditas internasional, seperti minyak mentah atau bahan pangan, juga dapat berkontribusi pada inflasi. Jika harga-harga komoditas penting bagi ekonomi Indonesia naik secara signifikan di pasar internasional, ini dapat mendorong inflasi dalam negeri.

 

4. Ketidakstabilan Politik: Ketidakstabilan politik, seperti yang terjadi pada masa Demokrasi Terpimpin, dapat menciptakan ketidakpastian ekonomi. Bisnis dan investor mungkin menjadi enggan untuk berinvestasi, dan hal ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi, yang pada gilirannya dapat menyebabkan inflasi.

 

5. Permintaan yang Tinggi: Peningkatan permintaan atas barang dan jasa juga dapat mendorong inflasi. Program-program pemerintah yang meningkatkan konsumsi masyarakat atau belanja pemerintah secara signifikan dapat meningkatkan permintaan, terutama jika pasokan tidak dapat mengimbangi peningkatan permintaan.

 

Inflasi yang tinggi biasanya merupakan hasil dari kombinasi beberapa faktor di atas. Selain itu, inflasi tinggi pada masa Demokrasi Terpimpin juga dapat berkontribusi pada ketidakstabilan ekonomi dan sosial, yang pada akhirnya juga mempengaruhi kebijakan dan stabilitas pemerintahan pada masa tersebut.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi