Monica A

16 April 2022 03:37

Iklan

Monica A

16 April 2022 03:37

Pertanyaan

Ketika terjadi perlawanan rakyat Sumatera Barat yang dipimpin Tuanku Iman Bongol, hampir bersamaan di Jawa pemerintah kolonial Belanda juga mendapat mendapat perlawanan dari Pangeran Diponegoro. Dalam menghadapi perlawanan Diponegoro ini, pihak Belanda mengusulkan gencatan senjata dan berdamai dengan kaum paderi. Tetapi setelah perlawanan Diponegoro berhasil dipadamkan Belanda melakukan provokasi dan menyerang kembali rakyat Inang sehingga terjadilah perang kembali. Pihak-pihak yang berperang di Sumatra Barat setelah berakhirnya Perang Diponegoro adalah...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

05

:

50

:

18

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

P. Rafika

16 April 2022 10:12

Jawaban terverifikasi

Halo Monica, kakak bantu jawab ya. Pihak-pihak yang terlibat dalam Perang Padri fase ketiga pasca Perang Diponegoro, yaitu Jacob Elout kemudian digantikan oleh Emanuel Francis, Letnan Kolonel Bauer, Mayor Jenderal Cochius, Letnan Kolonel Michiels. Untuk lebih detailnya, yuk simak penjelasan berikut. Setelah selesainya Perang Diponegoro, Belanda mengarahkan konsentrasinya untuk mengadakan penguasan terhadap Minangkabau pada 1831. Pada 1831, Gubernur Jenderal Van den Bosch menugaskan Cornelis Pieter Jacob Elout. Ia adalah seorang Mayor Jenderal berkebangsaan Belanda, berdinas pada Orde Willems Militer, kemudian menjadi anggota Dewan Hindia pada pemerintahan Hindia-Belanda. Sekitar 1830 ia menjadi komandan militer untuk wilayah Pesisir Barat Sumatera, kemudian terlibat dalam Perang Padri. Pada 21 April 1835, Belanda kembali melakukan serangan besar-besaran yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Bauer. Serangan ini kembali membuat beberapa daerah dikuasai oleh Belanda, kemudian menuju sasaran akhir yaitu Benteng Bonjol. Setahun setelah mengepung Benteng Bonjol, Belanda mengalami kegagalan. Atas kondisi ini, akhirnya dikirimkan Mayor Jenderal Cochius untuk memimpin langsung serangan besar-besaran ke Benteng Bonjol untuk kesekian kalinya. Cochius merupakan seorang perwira tinggi Belanda yang memiliki keahlian dalam strategi perang Benteng Stelsel. Setelah lima bulan dihujani oleh peluru, serta meriam berkekuatan besar, serta pasukan terus berdatangan pasukan yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Michiels berhasil menguasai keadaan. Pada 16 Agustus 1837 Benteng Bonjol secara keseluruhan dapat ditaklukkan. Namun Tuanku Imam Bonjol dapat mengundurkan diri keluar dari benteng dengan didampingi oleh beberapa pengikutnya terus menuju daerah Marapak. Kemudian ada Residen Padang bernama Emanuel Francis yang sempat beberapa kali menyerang dan mengepung Bonjol. Pada Oktober 1837, Tuanku Imam Bonjol bersedia menerima tawaran damai dari Residen Francis. Namun Tuanku Imam Bonjol tiba-tiba ditangkap pada saat datang ke tempat perundingan. Berdasarkan pemaparan di atas, pihak Belanda yang terlibat dalam Perang Padri, yaitu Jacob Elout, Emanuel Francis, Letnan Kolonel Bauer, Mayor Jenderal Cochius, Letnan Kolonel Michiels. Semoga membantu ya...


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

29

5.0

Jawaban terverifikasi