Indah P

16 April 2022 03:43

Iklan

Indah P

16 April 2022 03:43

Pertanyaan

Kerusuhan tanggal 13 dan 14 Mei 1998 yang melumpuhkan perekonomian rakyat adalah...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

09

:

02

:

13

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Halimah

Mahasiswa/Alumni Universitas Indraprasta PGRI

16 April 2022 16:31

Jawaban terverifikasi

Hai Indah P, kakak bantu jawab ya. Kerusuhan tanggal 13 dan 14 Mei 1998 yang melumpuhkan perekonomian rakyat adalah pengerusakan dan penjarahan yang menimbulkan ratusan korban jiwa di sejumlah pusat perbelanjaan di kota-kota besar oleh massa pasca tragedi Trisakti tanggal 12 Mei 1998, dimana situasi ini membuat anjloknya perekonomian nasional. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. Pada tanggal 12 Mei 1998 Aparat keamanan menembak empat mahasiswa Trisakti yang berdemonstrasi secara damai terhadap kondisi Indonesia yang saat itu sedang dilanda krisis ekonomi sejak 1997-1998. Keempat mahasiswa tersebut ditembak saat berada di halaman kampus dan menimbulkan krisis kepercayaan pada pemerintah. Pada 13 Mei 1998 Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi datang ke Kampus Trisakti untuk menyatakan duka cita atas tewasnya mahasiswa Trisakti pada tanggal 22 Mei. Kegiatan belasungkawa itu diwarnai kerusuhan dengan situasi yang ada saat itu di tambah banyak bermunculan provokator yang menambah situasi semakin kacau. Hingga pada 14 Mei 1998, ketika Presiden Soeharto mengatakan bersedia mengundurkan diri jika rakyat menginginkan. Ia mengatakan itu di depan masyarakat Indonesia dalam pertemuan KTT G-15 di Kairo, Mesir. Sementara itu kerusuhan dan penjarahan terjadi di beberapa pusat perbelanjaan di Jabotabek seperti Supermarket Hero, Super Indo, Makro, Goro, Ramayana dan Borobudur. Beberapa dari bangunan pusat perbelanjaan itu dirusak dan dibakar oleh masa. Sekitar 500 orang meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi selama kerusuhan terjadi. Toko - toko banyak di tutup. Sebagian warga pun masih takut keluar rumah. Pada 16 Mei 1998 Warga asing berbondong - bondong kembali ke negeri mereka, karena suasana di sekitar Jabotabek masih begitu mencekam. Pada 19 Mei 1998, dimana elemen masyarakat dan mahasiswa tetap menginginkan Soeharto mundur dan meletakan jabatannya. Permintaan tersebut ditolak Soeharto. Ia lalu mengajukan pembentukan Komite Reformasi. Pada saat itu Soeharto menegaskan bahwa ia tak mau dipilih lagi menjadi presiden. Namun hal itu tidak mampu meredam aksi massa, mahasiswa yang datang ke Gedung MPR untuk berunjukrasa semakin banyak. Demonstrasi yang terjadi berujung dengan kerusuhan masal. Terjadi pembakaran dan penjarahan. Periode 1997-1998 merupakan masa kelam bagi Indonesia. Anjloknya perekonomian nasional disusul dengan berakhirnya rezim Orde Baru. Presiden Soeharto mundur pada 21 Mei 1998 karena besarnya gelombang demonstrasi di banyak daerah. Dengan demikian, kerusuhan tanggal 13 dan 14 Mei 1998 yang melumpuhkan perekonomian rakyat adalah pengerusakan dan penjarahan yang menimbulkan ratusan korban jiwa di sejumlah pusat perbelanjaan di kota-kota besar oleh massa pasca tragedi Trisakti tanggal 12 Mei 1998, dimana situasi ini membuat anjloknya perekonomian nasional. Semoga membantu yaa :))


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

30

5.0

Jawaban terverifikasi