Indri A

12 Desember 2022 04:11

Iklan

Indri A

12 Desember 2022 04:11

Pertanyaan

Kerugian yang dialami oleh masyarakat pribumi di Hindia Belanda akibat pelaksanaan cultuurstelsel pada akhirnya diketahui oleh orang-orang di Benua Eropa, khususnya orang-orang Belanda itu sendiri. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh kelompok Liberal di Negeri Belanda untuk mengkritik aturan cultuur stelsel dan menuntut parlemen Belanda untuk segera menghapus aturan tersebut dan menggantinya dengan aturan yang dianggap lebih baik. Tuntutan ini kemudian dianggap dapat menguntungkan kelompok liberal. Apa alasan yang membuat kelompok liberal dapat diuntungkan dengan dihapuskannya cultuur stelsel? A. kesempatan untuk menduduki jabatan eksekutif di pemerintahan B. kesempatan untuk membuka lokasi pertambangan C. kesempatan untuk membuka perkebunan di lahan milik pemerintah Hindia Belanda D. kesempatan untuk mendirikan negara sendiri E. kesempatan untuk menjadikan Hindia Belanda sebagai daerah pemasaran hasil industri

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

13

:

19

:

37

Klaim

4

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Sanji V

12 Desember 2022 07:08

Jawaban terverifikasi

<p>Jawabannya adalah C.</p><p>&nbsp;</p><p>Banyaknya penderitaan yang dirasakan oleh rakyat akibat penerapan cultuurstelsel/tanam paksa membuat banyak kritik dan gerakan dilancarkan untuk menghapus sistem tanam paksa, seperti contohnya kritik dalam Max Havelaar (Multatuli). Serangan-serangan dari orang-orang non-pemerintah (kaum liberal) juga mulai menggencar akibat terjadinya kelaparan dan kemiskinan yang terjadi menjelang akhir 1840-an di Grobogan, Demak, dan Cirebon.&nbsp;<br>Gejala kelaparan ini diangkat ke permukaan dan dijadikan isu bahwa pemerintah telah melakukan eksploitasi yang berlebihan terhadap bumiputera Jawa. Lalu muncullah orang-orang humanis maupun praktisi liberal menyusun serangan-serangan strategisnya. Dari bidang sastra muncul Multatuli (Eduard Douwes Dekker), sementara di lapangan jurnalistik muncul E.S.W. Roorda van Eysinga, dan di bidang politik dipimpin oleh Baron van Hoevell. <strong>Namun tujuan yang hendak dicapai oleh kaum liberal tidak hanya terbatas pada penghapusan Tanam Paksa. Mereka mempunyai tujuan lebih lanjut. Gerakan liberal di negeri Belanda dipelopori oleh para pengusaha swasta. Oleh karena itu kebebasan yang mereka perjuangkan terutama kebebasan di bidang ekonomi. Kaum liberal di negeri Belanda berpendapat bahwa seharusnya pemerintah jangan ikut campur tangan dalam kegiatan ekonomi. Mereka menghendaki agar kegiatan ekonomi ditangani oleh pihak swasta,</strong> sementara pemerintah bertindak sebagai pelindung warga negara, menyediakan prasarana, menegakkan hukuman dan menjamin keamanan serta ketertiban warga negaranya dalam mengelola sektor perkebunan.&nbsp;</p>

Jawabannya adalah C.

 

Banyaknya penderitaan yang dirasakan oleh rakyat akibat penerapan cultuurstelsel/tanam paksa membuat banyak kritik dan gerakan dilancarkan untuk menghapus sistem tanam paksa, seperti contohnya kritik dalam Max Havelaar (Multatuli). Serangan-serangan dari orang-orang non-pemerintah (kaum liberal) juga mulai menggencar akibat terjadinya kelaparan dan kemiskinan yang terjadi menjelang akhir 1840-an di Grobogan, Demak, dan Cirebon. 
Gejala kelaparan ini diangkat ke permukaan dan dijadikan isu bahwa pemerintah telah melakukan eksploitasi yang berlebihan terhadap bumiputera Jawa. Lalu muncullah orang-orang humanis maupun praktisi liberal menyusun serangan-serangan strategisnya. Dari bidang sastra muncul Multatuli (Eduard Douwes Dekker), sementara di lapangan jurnalistik muncul E.S.W. Roorda van Eysinga, dan di bidang politik dipimpin oleh Baron van Hoevell. Namun tujuan yang hendak dicapai oleh kaum liberal tidak hanya terbatas pada penghapusan Tanam Paksa. Mereka mempunyai tujuan lebih lanjut. Gerakan liberal di negeri Belanda dipelopori oleh para pengusaha swasta. Oleh karena itu kebebasan yang mereka perjuangkan terutama kebebasan di bidang ekonomi. Kaum liberal di negeri Belanda berpendapat bahwa seharusnya pemerintah jangan ikut campur tangan dalam kegiatan ekonomi. Mereka menghendaki agar kegiatan ekonomi ditangani oleh pihak swasta, sementara pemerintah bertindak sebagai pelindung warga negara, menyediakan prasarana, menegakkan hukuman dan menjamin keamanan serta ketertiban warga negaranya dalam mengelola sektor perkebunan. 


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

36

5.0

Jawaban terverifikasi