Ardianty P

24 Oktober 2024 04:02

Iklan

Ardianty P

24 Oktober 2024 04:02

Pertanyaan

Kertas kerja atau neraca lajur bukan merupakan dokumen akuntansi permanen. Setujukah Anda dengan pendapat tersebut? Berikan argumen anda

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

00

:

23

:

43

Klaim

3

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Tyrannosaurus T

24 Oktober 2024 07:18

Jawaban terverifikasi

<p>Saya setuju dengan pendapat bahwa <strong>kertas kerja atau neraca lajur bukan merupakan dokumen akuntansi permanen</strong>. Berikut adalah beberapa argumen yang mendukung pandangan ini:</p><p>1. <strong>Fungsi Kertas Kerja Sementara:</strong></p><p>Kertas kerja atau neraca lajur merupakan alat bantu dalam proses penyusunan laporan keuangan, yang digunakan untuk mempermudah penyusunan neraca dan laporan laba rugi. Ini adalah catatan sementara yang menyajikan data akuntansi sebelum dilakukan penyesuaian dan penyusunan laporan keuangan final. Setelah laporan keuangan selesai dibuat, kertas kerja ini biasanya tidak diperlukan lagi karena laporan yang sebenarnya sudah diterbitkan.</p><p>2. <strong>Tidak Memiliki Status Hukum:</strong></p><p>Dokumen akuntansi permanen adalah dokumen yang memiliki nilai hukum dan harus disimpan dalam jangka waktu yang panjang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, seperti buku besar, laporan keuangan, dan jurnal. Namun, kertas kerja tidak dianggap sebagai dokumen resmi yang perlu disimpan untuk kepentingan audit atau pajak dalam jangka panjang. Oleh karena itu, sifatnya tidak permanen.</p><p>3. <strong>Hanya Sebagai Alat Bantu:</strong></p><p>Kertas kerja digunakan oleh akuntan sebagai alat untuk memverifikasi dan menyusun data keuangan, tetapi hasil akhirnya adalah laporan keuangan yang disusun berdasarkan data yang ada di dalamnya. Begitu laporan keuangan final disusun, kertas kerja tidak lagi memiliki fungsi utama dan tidak perlu disimpan sebagai dokumen permanen.</p><p>4. <strong>Tidak Diregistrasikan dalam Pembukuan Resmi:</strong></p><p>Data yang ada di kertas kerja sering kali merupakan data mentah atau hasil penyesuaian sementara yang belum dicatat dalam pembukuan resmi. Kertas kerja hanya memfasilitasi proses transisi sebelum data tersebut diinput secara resmi ke dalam laporan keuangan yang disahkan.</p><p>Dengan argumen-argumen ini, jelas bahwa kertas kerja atau neraca lajur hanya memiliki sifat sementara dan bukan merupakan bagian dari dokumen akuntansi permanen.</p><p>&nbsp;</p>

Saya setuju dengan pendapat bahwa kertas kerja atau neraca lajur bukan merupakan dokumen akuntansi permanen. Berikut adalah beberapa argumen yang mendukung pandangan ini:

1. Fungsi Kertas Kerja Sementara:

Kertas kerja atau neraca lajur merupakan alat bantu dalam proses penyusunan laporan keuangan, yang digunakan untuk mempermudah penyusunan neraca dan laporan laba rugi. Ini adalah catatan sementara yang menyajikan data akuntansi sebelum dilakukan penyesuaian dan penyusunan laporan keuangan final. Setelah laporan keuangan selesai dibuat, kertas kerja ini biasanya tidak diperlukan lagi karena laporan yang sebenarnya sudah diterbitkan.

2. Tidak Memiliki Status Hukum:

Dokumen akuntansi permanen adalah dokumen yang memiliki nilai hukum dan harus disimpan dalam jangka waktu yang panjang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, seperti buku besar, laporan keuangan, dan jurnal. Namun, kertas kerja tidak dianggap sebagai dokumen resmi yang perlu disimpan untuk kepentingan audit atau pajak dalam jangka panjang. Oleh karena itu, sifatnya tidak permanen.

3. Hanya Sebagai Alat Bantu:

Kertas kerja digunakan oleh akuntan sebagai alat untuk memverifikasi dan menyusun data keuangan, tetapi hasil akhirnya adalah laporan keuangan yang disusun berdasarkan data yang ada di dalamnya. Begitu laporan keuangan final disusun, kertas kerja tidak lagi memiliki fungsi utama dan tidak perlu disimpan sebagai dokumen permanen.

4. Tidak Diregistrasikan dalam Pembukuan Resmi:

Data yang ada di kertas kerja sering kali merupakan data mentah atau hasil penyesuaian sementara yang belum dicatat dalam pembukuan resmi. Kertas kerja hanya memfasilitasi proses transisi sebelum data tersebut diinput secara resmi ke dalam laporan keuangan yang disahkan.

Dengan argumen-argumen ini, jelas bahwa kertas kerja atau neraca lajur hanya memiliki sifat sementara dan bukan merupakan bagian dari dokumen akuntansi permanen.

 


Ardianty P

25 Oktober 2024 02:32

Terimakasih banyak kakakkk

Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Eno Bastian: "Selamat slang, Pak." Wakil Perusahaan: "Selamat siang, Mas. Mari, silakan duduk." Eno Bastian: "Terima kasih, Pak." Wakil Perusahaan: "Sebenarnya, apa yang terjadi, Mas?" Eno Bastian: "Begini, Pak. Saya sebagai wakil dari teman-teman buruh PT Sagara Food ingin menyampaikan beberapa hal kepada Bapak." Wakil Perusahaan: "Silakan Anda sampaikan." Eno Bastian: "Terima kasih, Pak. Saya sebagai wakil dari teman-teman ingin menanyakan gaji kami sekarang, Pak." Wakil Perusahaan: "Maksud Anda?" Eno Bastian: "Menurut ketetapan gubernur, upah minimal Kabupaten Sukamaju sekarang mencapai Rp2.513.000,00, sedangkan gaji kami sekarang masih Rp2.250.000,00." Wakil Perusahaan: "Maaf, Mas. Biaya produksi awal tahun ini sedang melonjak. Harga kebutuhan pokok makin mahal. Karena itu, perusahaan belum bisa memenuhi permintaan buruh." Eno Bastian: "Akan tetapi, kebutuhan pokok buruh sekarang juga mengalami kenaikan, Pak. Kalau memang pihak perusahaan tidak bisa memenuhi permintaan kami, terpaksa kami akan melakukan mogok kerja." Wakil Perusahaan: "Tidak bisa begitu. Kita harus mencari jalan tengah dalam mengatasi masalah ini." Eno Bastian: "Kami mohon kebijaksanaan, Bapak." Wakil Perusahaan: "Begini saja. Nanti saya akan berbicara dengan direktur perusahaan. Saya akan menyampaikan permintaan tersebut. Akan tetapi, saya hanya mengusulkan kenaikan upah paling besar menjadi Rp2.350.000,00." Eno Bastian: "Tolonglah, Pak. Kalau bisa, naikkan lebih dari itu. Kami butuh upah standar untuk dapat hidup layak." Wakil Perusahaan: "Baiklah, akan saya usahakan. Sekarang Anda tenangkan teman-teman. Kembalilah bekerja seperti semula." Eno Bastian: "Baiklah, Pak. Terima kasih, Pak. Selamat siang." Wakil Perusahaan: "Selamat siang." Tentukan struktur dari teks negosiasi tersebut.

29

5.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

12

5.0

Jawaban terverifikasi