Babang J

02 Juni 2022 03:08

Iklan

Babang J

02 Juni 2022 03:08

Pertanyaan

Kerajaan Mataram Kuno terdapat dua dinasti yaitu dinasti Sanjaya yang beragama Hindu dan dinasti Syailendra yang beragama Budha. Banyak peninggalan dari kerajaan tersebut yang hingga saat ini masih sangat penting untuk kita tiru yaitu

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

15

:

31

:

29

Klaim

1

3

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Basit

02 Juni 2022 09:14

Jawaban terverifikasi

Jawabannya adalah Toleransi Beragama di Kerajaan Mataram Kuno Pembahasan : Kerajaan bercorak Hindu-Buddha ini sempat beberapa kali mengalami perpindahan pusat pemerintahan, dari Jawa Tengah hingga akhirnya ke Jawa Timur. Ketika di Jawa Tengah, Mataram Kuno diperintah oleh dua dinasti berbeda, yaitu Dinasti Sanjaya dan Dinasti Sayilendra. Sedangkan pada periode Jawa Timur, yang lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Medang, diperintah oleh Dinasti Isyana. Meski bercorak Hindu-Buddha, masyarakat Mataram Kuno tetap memegang teguh toleransi antarumat beragama. Dinasti-dinasti yang berkuasa di Kerajaan Mataram Kuno mempunyai perbedaan yang sangat mencolok, di mana Dinasti Sanjaya bercorak Hindu, sedangkan Dinasti Syailendra bercorak Buddha. Kekuasaan Mataram Kuno pertama kali dipegang oleh Raja Sanjaya, dibuktikan dengan Prasasti Canggal. Raja Sanjaya dikenal sebagai raja yang bijaksana, cakap, adil, dan taat dalam beragama. Di bawah pemerintahannya, kerajaan ini mejadi pusat pembelajaran agama Hindu, dibuktikan dengan banyaknya pendeta yang berkunjung dan menetap di Mataram. Pada pertengahan abad ke-8, Raja Sanjaya wafat dan digantikan oleh putranya, Rakai Panangkaran. Setelah Rakai Panangkaran wafat, Kerajaan Mataram Kuno terpecah menjadi dua. Dinasti Sanjaya memerintah Kerajaan Mataram Kuno bercorak Hindu di Jawa Tengah bagian utara. Sementara Dinasti Syailendra memerintah Kerajaan Mataram Kuno bercorak Buddha di Jawa Tengah bagian selatan. Kerajaan Mataram Kuno akhirnya bersatu kembali setelah perkawinan Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya (Hindu) dan Pramodhawardani dari Wangsa Syailendra (Buddha). Perbedaan agama di antara Rakai Pikatan dan Pramodawardhani pun terbukti tidak menimbulkan masalah. Selama memerintah, keduanya sama-sama menjunjung toleransi beragama. Jadi kesimpulannya adalah nilai yang bisa kita tiru itu adalah Toleransi dalam beragama


Iklan

Sheril P

08 Maret 2023 09:49

<p>Toleransi yang kuat antar umat beragama</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

Toleransi yang kuat antar umat beragama

 

 


Naila A

30 Maret 2023 03:29

toleransi yg kuat antara umat beragama


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi