Rahmat S

16 Januari 2023 10:07

Iklan

Rahmat S

16 Januari 2023 10:07

Pertanyaan

Kenapa agama hindu dan buddha bisa berdampingan di pemerintahan kerajaan kertanegara?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

18

:

15

:

22

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

W. Ega

25 Januari 2023 02:10

Jawaban terverifikasi

<p>Jawabannya adalah karena kebijakan Kartanegara yaitu &nbsp;sinkretisme.</p><p>&nbsp;</p><p>Kertanegara merupakan raja kelima dari Kerajaan Singasari sekaligus raja terbesar yang membawa Singasari mencapai puncak kejayaannya. Hal tersebut tidak terlepas dari sejumlah kebijakan yang ditetapkan oleh Kertanegara. Kebijakan Kertanegara selama menjadi Raja Singasari adalah melakukan Ekspedisi Pamalayu 1275-1286 M dengan tujuan untuk menaklukkan kerajaan Melayu dan melemahkan kerajaan Sriwijaya, menguasai Bali (1284 M), Jawa Barat (1289 M), Pahang dan Tajung Pura, mencegah serangan Khu Bilai Khan terhadap Singasari, memperkenalkan penyatuan agama Hindu aliran syiwa dengan agama Buddha aliran tantrayana. Selain itu pada masa pemerintahan Kertanegara, jaringan perdagangan Singasari juga mengalami kemajuan yang pesat.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Masyarakat Singasari yang beragama Hindu Siwa maupun Buddha hidup berdampingan pada masa Kertanegara berkuasa. Hal yang menarik dalam kehidupan masyarakat itu adalah sinkretisme antara dua agama tersebut sehingga melahirkan aliran Tantrayana. Aliran ini dianut Kertanegara sehingga Kertanegara disebut pula <i>Bhatara Siwa Buddha</i>. Sosok Kertanegara dimuliakan ke dalam bentuk arca <i>Jina Mahakshobhya</i> atau dikenal juga arca Joko Dolog.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Dengan demikian, jawaban paling tepat adalah karena kebijakan Kartanegara yaitu &nbsp;sinkretisme.</strong></p>

Jawabannya adalah karena kebijakan Kartanegara yaitu  sinkretisme.

 

Kertanegara merupakan raja kelima dari Kerajaan Singasari sekaligus raja terbesar yang membawa Singasari mencapai puncak kejayaannya. Hal tersebut tidak terlepas dari sejumlah kebijakan yang ditetapkan oleh Kertanegara. Kebijakan Kertanegara selama menjadi Raja Singasari adalah melakukan Ekspedisi Pamalayu 1275-1286 M dengan tujuan untuk menaklukkan kerajaan Melayu dan melemahkan kerajaan Sriwijaya, menguasai Bali (1284 M), Jawa Barat (1289 M), Pahang dan Tajung Pura, mencegah serangan Khu Bilai Khan terhadap Singasari, memperkenalkan penyatuan agama Hindu aliran syiwa dengan agama Buddha aliran tantrayana. Selain itu pada masa pemerintahan Kertanegara, jaringan perdagangan Singasari juga mengalami kemajuan yang pesat. 

 

Masyarakat Singasari yang beragama Hindu Siwa maupun Buddha hidup berdampingan pada masa Kertanegara berkuasa. Hal yang menarik dalam kehidupan masyarakat itu adalah sinkretisme antara dua agama tersebut sehingga melahirkan aliran Tantrayana. Aliran ini dianut Kertanegara sehingga Kertanegara disebut pula Bhatara Siwa Buddha. Sosok Kertanegara dimuliakan ke dalam bentuk arca Jina Mahakshobhya atau dikenal juga arca Joko Dolog.

 

Dengan demikian, jawaban paling tepat adalah karena kebijakan Kartanegara yaitu  sinkretisme.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

30

5.0

Jawaban terverifikasi