Anonim N

25 Februari 2024 12:08

Iklan

Iklan

Anonim N

25 Februari 2024 12:08

Pertanyaan

Kemajuan teknologi televisi, telepon satelit dan handphone yang kemudian disebut dengan gadget bukan hanya melanda masyarakat kota namun juga telah dapat dinikmati oleh masyarakat-masyarakat pelosok desa. Akibatnya segala informasi baik yang bernilai positif maupun negatif dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat. Dalam struktur masyarakat, golongan pemuda dianggap yang paling rentan terkena dampak negatif akibat derasnya arus informasi yang masuk ke gadget mereka. Hal ini berbeda dengan kondisi golongan pemuda pra kemerdekaan atau zaman kolonial, dimana semakin banyak informasi yang diterima semakin banyak manfaat dan ilmu yang didapatkan. Hal tersebut menunjukkan adanya perbedaan perkembangan generasi, mengapa demikian ?


5

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

05 Maret 2024 22:56

Jawaban terverifikasi

<p>Perbedaan perkembangan generasi dalam penerimaan informasi, terutama di kalangan pemuda, dapat dijelaskan melalui beberapa faktor yang memengaruhi dinamika masyarakat dan teknologi. Berikut adalah beberapa aspek yang dapat menjelaskan perbedaan tersebut:</p><p><strong>Jangkauan Teknologi:</strong></p><p>Pada zaman kolonial, akses terhadap informasi terbatas oleh ketersediaan teknologi saat itu. Pemuda pada masa itu cenderung bergantung pada sumber informasi yang terbatas seperti buku, surat kabar, dan ceramah langsung. Dalam konteks ini, setiap informasi baru dinilai berharga dan penting.</p><p>Di era modern, teknologi telekomunikasi dan internet telah merata, bahkan ke pelosok desa. Pemuda sekarang memiliki jangkauan informasi yang jauh lebih luas, tetapi keberagaman informasi yang diterima dapat memunculkan tantangan baru terkait validitas dan relevansi.</p><p><strong>Kualitas Informasi:</strong></p><ul><li>Pada masa kolonial, informasi yang diterima umumnya berasal dari sumber-sumber terpercaya seperti buku, guru, dan tokoh masyarakat. Seiring dengan perkembangan teknologi, kualitas informasi dapat menjadi lebih sulit diukur, terutama dengan masuknya informasi dari berbagai platform di internet yang mungkin tidak selalu terverifikasi.</li></ul><p><strong>Dampak Media Sosial dan Hiburan:</strong></p><ul><li>Pemuda modern dihadapkan pada eksposur yang tinggi terhadap media sosial, hiburan, dan konten digital. Sifat interaktif dan cepatnya perubahan informasi di platform-platform ini dapat mempengaruhi pemahaman dan prioritas pemuda terhadap berbagai isu.</li></ul><p><strong>Kehadiran Konten Negatif:</strong></p><ul><li>Sementara pemuda zaman kolonial mungkin lebih cenderung mendapatkan informasi yang mendidik dan mendukung perjuangan kemerdekaan, pemuda modern dihadapkan pada risiko mendapatkan konten yang tidak selalu bernilai positif, seperti konten kekerasan, kebencian, atau tidak benar di dunia maya.</li></ul><p><strong>Kondisi Sosial dan Ekonomi:</strong></p><ul><li>Perkembangan ekonomi dan sosial yang pesat dapat mempengaruhi orientasi dan prioritas pemuda. Pemuda modern mungkin lebih terpapar pada budaya konsumsi, gaya hidup instan, dan hiburan cepat, sementara pada masa kolonial, prioritas mungkin lebih tertuju pada isu-isu politik dan sosial.</li></ul>

Perbedaan perkembangan generasi dalam penerimaan informasi, terutama di kalangan pemuda, dapat dijelaskan melalui beberapa faktor yang memengaruhi dinamika masyarakat dan teknologi. Berikut adalah beberapa aspek yang dapat menjelaskan perbedaan tersebut:

Jangkauan Teknologi:

Pada zaman kolonial, akses terhadap informasi terbatas oleh ketersediaan teknologi saat itu. Pemuda pada masa itu cenderung bergantung pada sumber informasi yang terbatas seperti buku, surat kabar, dan ceramah langsung. Dalam konteks ini, setiap informasi baru dinilai berharga dan penting.

Di era modern, teknologi telekomunikasi dan internet telah merata, bahkan ke pelosok desa. Pemuda sekarang memiliki jangkauan informasi yang jauh lebih luas, tetapi keberagaman informasi yang diterima dapat memunculkan tantangan baru terkait validitas dan relevansi.

Kualitas Informasi:

  • Pada masa kolonial, informasi yang diterima umumnya berasal dari sumber-sumber terpercaya seperti buku, guru, dan tokoh masyarakat. Seiring dengan perkembangan teknologi, kualitas informasi dapat menjadi lebih sulit diukur, terutama dengan masuknya informasi dari berbagai platform di internet yang mungkin tidak selalu terverifikasi.

Dampak Media Sosial dan Hiburan:

  • Pemuda modern dihadapkan pada eksposur yang tinggi terhadap media sosial, hiburan, dan konten digital. Sifat interaktif dan cepatnya perubahan informasi di platform-platform ini dapat mempengaruhi pemahaman dan prioritas pemuda terhadap berbagai isu.

Kehadiran Konten Negatif:

  • Sementara pemuda zaman kolonial mungkin lebih cenderung mendapatkan informasi yang mendidik dan mendukung perjuangan kemerdekaan, pemuda modern dihadapkan pada risiko mendapatkan konten yang tidak selalu bernilai positif, seperti konten kekerasan, kebencian, atau tidak benar di dunia maya.

Kondisi Sosial dan Ekonomi:

  • Perkembangan ekonomi dan sosial yang pesat dapat mempengaruhi orientasi dan prioritas pemuda. Pemuda modern mungkin lebih terpapar pada budaya konsumsi, gaya hidup instan, dan hiburan cepat, sementara pada masa kolonial, prioritas mungkin lebih tertuju pada isu-isu politik dan sosial.

Iklan

Iklan

Salsabila M

Community

10 Maret 2024 01:37

Jawaban terverifikasi

<p>Perbedaan perkembangan generasi dalam penerimaan informasi, terutama di kalangan pemuda, dapat dijelaskan melalui beberapa faktor yang melibatkan kemajuan teknologi, perubahan sosial, dan dinamika masyarakat. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menjelaskan perbedaan tersebut:</p><p><strong>1. Kemajuan Teknologi:</strong></p><ul><li><strong>Zaman Kolonial:</strong> Pada zaman kolonial, teknologi komunikasi terbatas. Akses terhadap informasi lebih terkendali dan bersumber dari sumber-sumber tertentu seperti koran, buku, dan pertemuan langsung.</li><li><strong>Era Modern:</strong> Kemajuan teknologi, terutama dalam hal televisi, telepon satelit, dan handphone (gadget), telah mengubah cara pemuda mengakses informasi. Internet membuka akses ke berbagai informasi dari seluruh dunia dengan cepat dan mudah.</li></ul><p><strong>2. Globalisasi dan Proliferasi Media Sosial:</strong></p><ul><li><strong>Zaman Kolonial:</strong> Informasi lebih lokal dan terbatas pada lingkungan sekitar atau melalui media cetak tertentu.</li><li><strong>Era Modern:</strong> Dengan globalisasi, pemuda sekarang memiliki akses ke berbagai informasi dari berbagai belahan dunia melalui media sosial. Namun, ini juga membawa dampak negatif seperti penyebaran informasi palsu atau berbahaya.</li></ul><p><strong>3. Perubahan Sosial:</strong></p><ul><li><strong>Zaman Kolonial:</strong> Pemuda di zaman kolonial cenderung terfokus pada pendidikan formal dan pengetahuan konvensional yang diperoleh melalui lembaga-lembaga tertentu.</li><li><strong>Era Modern:</strong> Pemuda modern terpapar oleh berbagai sumber informasi tanpa batasan. Perubahan nilai-nilai sosial dan tuntutan untuk selalu terhubung secara digital dapat menciptakan tantangan dalam pemrosesan informasi.</li></ul><p><strong>4. Pengaruh Budaya Populer:</strong></p><ul><li><strong>Zaman Kolonial:</strong> Informasi lebih terkendali oleh elit atau pihak tertentu, dan budaya populer tidak sebesar sekarang.</li><li><strong>Era Modern:</strong> Pengaruh budaya populer yang semakin besar melalui media massa, termasuk film, musik, dan konten digital, dapat memengaruhi persepsi dan nilai-nilai pemuda.</li></ul><p><strong>5. Dinamika Masyarakat dan Gaya Hidup:</strong></p><ul><li><strong>Zaman Kolonial:</strong> Gaya hidup lebih terbatas dan didikte oleh norma-norma tertentu dalam masyarakat kolonial.</li><li><strong>Era Modern:</strong> Pemuda sekarang memiliki lebih banyak kebebasan dan opsi dalam hal gaya hidup. Namun, ini juga dapat menyebabkan tantangan baru terkait dengan pengelolaan informasi yang masuk.</li></ul><p><strong>6. Pendidikan dan Pengetahuan:</strong></p><ul><li><strong>Zaman Kolonial:</strong> Akses terhadap pendidikan formal mungkin lebih terbatas, tetapi informasi yang diterima cenderung lebih terstruktur dan lebih terfokus.</li><li><strong>Era Modern:</strong> Meskipun akses ke pendidikan lebih terbuka, tetapi banyaknya informasi yang bersifat instan dan kadang-kadang tidak terverifikasi dapat mempengaruhi cara pemuda memproses pengetahuan.</li></ul><p>Perbedaan ini mencerminkan evolusi masyarakat dan teknologi, yang pada gilirannya memengaruhi cara generasi muda menerima dan mengelola informasi. Dalam menghadapi perubahan ini, penting untuk memahami tantangan dan peluang yang muncul untuk memastikan bahwa pemuda dapat memanfaatkan teknologi dengan bijak dan kritis.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Perbedaan perkembangan generasi dalam penerimaan informasi, terutama di kalangan pemuda, dapat dijelaskan melalui beberapa faktor yang melibatkan kemajuan teknologi, perubahan sosial, dan dinamika masyarakat. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menjelaskan perbedaan tersebut:

1. Kemajuan Teknologi:

  • Zaman Kolonial: Pada zaman kolonial, teknologi komunikasi terbatas. Akses terhadap informasi lebih terkendali dan bersumber dari sumber-sumber tertentu seperti koran, buku, dan pertemuan langsung.
  • Era Modern: Kemajuan teknologi, terutama dalam hal televisi, telepon satelit, dan handphone (gadget), telah mengubah cara pemuda mengakses informasi. Internet membuka akses ke berbagai informasi dari seluruh dunia dengan cepat dan mudah.

2. Globalisasi dan Proliferasi Media Sosial:

  • Zaman Kolonial: Informasi lebih lokal dan terbatas pada lingkungan sekitar atau melalui media cetak tertentu.
  • Era Modern: Dengan globalisasi, pemuda sekarang memiliki akses ke berbagai informasi dari berbagai belahan dunia melalui media sosial. Namun, ini juga membawa dampak negatif seperti penyebaran informasi palsu atau berbahaya.

3. Perubahan Sosial:

  • Zaman Kolonial: Pemuda di zaman kolonial cenderung terfokus pada pendidikan formal dan pengetahuan konvensional yang diperoleh melalui lembaga-lembaga tertentu.
  • Era Modern: Pemuda modern terpapar oleh berbagai sumber informasi tanpa batasan. Perubahan nilai-nilai sosial dan tuntutan untuk selalu terhubung secara digital dapat menciptakan tantangan dalam pemrosesan informasi.

4. Pengaruh Budaya Populer:

  • Zaman Kolonial: Informasi lebih terkendali oleh elit atau pihak tertentu, dan budaya populer tidak sebesar sekarang.
  • Era Modern: Pengaruh budaya populer yang semakin besar melalui media massa, termasuk film, musik, dan konten digital, dapat memengaruhi persepsi dan nilai-nilai pemuda.

5. Dinamika Masyarakat dan Gaya Hidup:

  • Zaman Kolonial: Gaya hidup lebih terbatas dan didikte oleh norma-norma tertentu dalam masyarakat kolonial.
  • Era Modern: Pemuda sekarang memiliki lebih banyak kebebasan dan opsi dalam hal gaya hidup. Namun, ini juga dapat menyebabkan tantangan baru terkait dengan pengelolaan informasi yang masuk.

6. Pendidikan dan Pengetahuan:

  • Zaman Kolonial: Akses terhadap pendidikan formal mungkin lebih terbatas, tetapi informasi yang diterima cenderung lebih terstruktur dan lebih terfokus.
  • Era Modern: Meskipun akses ke pendidikan lebih terbuka, tetapi banyaknya informasi yang bersifat instan dan kadang-kadang tidak terverifikasi dapat mempengaruhi cara pemuda memproses pengetahuan.

Perbedaan ini mencerminkan evolusi masyarakat dan teknologi, yang pada gilirannya memengaruhi cara generasi muda menerima dan mengelola informasi. Dalam menghadapi perubahan ini, penting untuk memahami tantangan dan peluang yang muncul untuk memastikan bahwa pemuda dapat memanfaatkan teknologi dengan bijak dan kritis.

 

 

 


 


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1.Bacalah kutipan drama berikut! Abah: "Kalau cari suami harus yang jelas masa depannya, jangan seperti si Kabayan!" Iteung: "Tapi Kang Kabayan mah baik nyaah sama Iteung." Abah: "Baik? Baik apanya? Kalau memang baik pasti suka ngirim uang, paling sedikit ngirim ikan kesenangan Abah. Ikan gurame!" Ambu: "Abah teh kumaha. Apa-apa selalu saja diukur pakai uang." Tokoh Iteung pada kutipan drama tersebut akan lebih menarik jika menggunakan kostum a. celana panjang dan kaos dengan rambut panjang dibiarkan terurai b. celana panjang dan kaos dengan rambut dikepang dua c. kebaya dan celana panjang dengan rambut dibiarkan terurai d. kebaya dan kain dengan rambut di kepang dua 2.Jo : "Hey, jalan yang bener dong!" (keluar dari mobil) Yuda: (tampak terkejut dan menguasai diri) "Maaf Pak." Jo: (melotot) "Maaf, maaf!" (1) Bapak: "Sudahlah Jo, dia sudah minta maaf kok, lagi pula ayah buru- buru nanti terlambat ke kantor." (cepat menyusul keluar dari mobil) Jo : "Tidak bisa, dia harus diberi pela- jaran!" (nyaris melayangkan tinju) (2) Bapak : "Sabar Jo. (melihat kasihan pada Yuda) "Kau pergilah, Nak!" Yuda : "Terima kasih, Pak!" (3) Bapak "Hey, apa yang kau bawa, Nak?" (heran) "Kamu jual lukisan?" Yuda : "lya Pak, ini lukisan kaca." (4) Bapak: "Sungguh baru kali ini aku melihat lukisan kaca, biasanya saya di rumah memajang lukisan kanvas, lukisan kertas, lukisan bulu, dan lain-lain. Tapi, lukisan ini? Ah ya berapa kamu menjual ini?" Yuda: "Yang mana Pak?" (5) Bapak: "Semuanya. Ah sudah jangan bingung, gini aja gimana kalau lukisan itu saya beli lima juta rupiah." Yuda : "Apa? Lima juta!" (6) Bapak: "Apa kurang?" Yuda : "Cu... kup, Pak." Bukti latar waktu dalam kutipan drama tersebut terdapat pada dialog nomor .... a. (1) b. (3) c. (4) d. (6) 3.Perhatikan penggalan drama berikut! "Dari mana saja kau, Badar? Hari sudah petang tapi kau baru pulang," tanya ayah sambil berkacak pinggang. Dialog tersebut diucapkan dengan nada a. keras sambil bercanda b. marah dan serius c. rendah dan penuh tanya d. penuh kasih sayang 4.Cermati kutipan bacaan berikut! "Mohammad-san inilah rumahku." Toshihiko berkata ketika kami sampai di depan sebuah rumah kayu yang sederhana. Lalu berteriak, "Ibu! Ibu! Inilah tamu yang kita tunggu. Lihatlah, seorang Indonesia yang tersesat di kebun anggur Katsunuma. Bukankah ini suatu kehormatan bagi kita?" Bacaan tersebut termasuk teks fiksi karena a. memiliki unsur tema dan tokoh b. bersifat sistematis berdasarkan fakta yang ada c. narasi dan dialog menggunakan ragam bahasa baku d. menggunakan peribahasa untuk membandingkan suatu hal 5.Perhatikan teks berikut! Perkembangan teknologi informatika dalam satu dekade terakhir mengalami lonjakan luar biasa. Munculnya internet memudahkan setiap orang mendapat akses informasi. Tidak hanya sekadar berita, melalui internet orang bisa ber- jualan, memasang iklan, menikmati musik, dan memungkinkan individu mengetahui berbagai peristiwa secara intensif. Berdasarkan wacana tersebut, istilah yang dapat dideretkan dalam indeks dengan tepat adalah a. akses-individu-informatika-informasi- teknologi b. akses-iklan-individu-intensif-internet C. iklan-individu-informasi-intensif-internet d. individu-informasi-intensif-internet-iklan 6.Perhatikan kutipan indeks berikut! Gaib 8 Ilmu Fisika 7 Ilustrasi 57 Imajinasi 59 Implikasi 54 Magnetis 65 Pengetahuan eksakta 46 Pengetahuan keras 47 Pengetahuan lunak 48 Pengetahuan non-eksakta 45 Berikut ini pernyataan yang tidak benar berdasarkan indeks tersebut adalah a. Di halaman 46, kita dapat mempelajari materi pengetahuan keras. b. Materi tentang implikasi dapat kita jumpai di halaman 54. C. Di halaman 45 kita dapat mempelajari pengetahuan non-eksakta d. Pengetahuan eksakta dapat kita pelajari di halaman 46. *kutipan teks drama berikut untuk soal nomor 7 - 9* (1) Mayor: "Berapa lama lagi aku harus menunggu? Lihat semburat matahari sudah terlihat." (sambil menggebrak meja) (2) Kopral: "Sabarlah sedikit, Pak." (3) Mayor "Jangan ditawar lagi." (4) Kopral: "Apanya, Pak?" (5) Mayor: "Kesabarannya! Sejak kemarin kesabaran saya habis. Sabar itu prinsip. Tidak bisa ditawar- tawar, ngerti?" (6) Kopral: "Kalau begitu kuralat ucapanku tadi." (7) Mayor: "Ya, tapi pertanyaanku belum Bung jawab. Berapa lama lagi? Semburat matahari sudah terlihat tu!" 7.Dialog pada kutipan teks drama tersebut yang berisi kramagung ditandai dengan nomor a. (1) b. (3) c. (4) d. (5) 8.Latar disertai bukti nomor pada kutipan drama tersebut adalah .... a.. siang hari, bukti pada dialog nomor (7) b. menjelang maghrib, bukti pada dialog nomor (5) c.pagi hari, bukti pada dialog nomor (7) d. sore hari, bukti pada dialog nomor (1) 9.Amanat yang sesuai dengan kutipan teks drama tersebut adalah .... a. Kemarahan bukanlah cara penyelesaian masalah yang bijak. b. Seorang bawahan tidak sepatutnya melawan atasan sekalipun untuk membela kebenaran. c. Kita harus lebih banyak bersabar menghadapi apa pun. d. Kita harus mengikuti keinginan atasan walaupun tidak sejalan dengannya. *kutipan drama berikut untuk soal nomor 10-13* Fikri: "Hai sobat. Lho ada apa ini? Kamu kok kelihatan sedih?" Bayu: "Enggak. Perasaan kamu saja." Fikri: "Ayolah... Aku kenal kamu dari kecil. Aku bisa tahu kamu sedih, senang, malas, atau marah? Ayo katakan padaku siapa tahu aku bisa membantu." Bayu: "Kamu ini tau aja. Hari ini hari terakhir aku harus membayar SPP. Bapakku masih di luar kota. Ibuku sakit. Aku bingung harus bagaimana." Fikri :"Kenapa harus bingung. Aku bisa membantumu." Bayu: "Maksudmu?" Fikri: "Ya... membantumu. Aku punya uang tabungan dan cukup untuk membayar SPP mu." Bayu: "Wah... enggak ... enggak ... enggak aku tidak bisa menggunakan uang tabunganmu." Fikri: "Ayolah teman... aku tulus... kapan-kapan kamu dapat mengembalikannya." 10. Tema yang digambarkan pada kutipan drama tersebut adalah a. persahabatan antara kedua orang b. tolong-menolong antarteman yang mem- butuhkan c. persahabatan yang didukung oleh kedua orang tua d. masalah ekonomi keluarga yang tak kunjung reda 11.Tokoh Fikri dalam kutipan drama tersebut memiliki watak a. rendah hati b. tinggi hati c. baik hati d. kecil hati 12. Kutipan drama suasana tersebut menceritakan a. haru b. kaget c. kecewa d. sedih 13.(sambil terpogoh-pogoh masuk kamar tamu, Naja menangis) Naja: "Bu, aku sudah tidak kuat lagi kalau begini." Ibu: "Percayalah, Nak, masalah ini akan segera teratasi. Tuhan Maha Pengatur dan Mahabaik." Naja: "Tapi kapan? Kapan? Aku bosan sudah!" Ibu: "Bersabarlah, Nak. Jika sabar, masalah akan terurai satu per satu." (sambil membelai rambut Naja dengan penuh Kesabaran). Dalam struktur teks drama, kutipan tersebut merupakan bagian .... a. orientasi b. resolusi c. komplikasi d. epilog *kutipan buku berikut untuk soal nomor 14 dan 15* Bumi adalah tempat di mana kita, manusia, dan makhluk hidup lainnya berada. Bumi sering disebut juga sebagai planet biru. Kenapa? Karena bumi kalau dilihat dari luar angkasa terlihat dengan warna dominan biru. Tahukah kamu warna biru bumi yang terlihat dari angkasa raya itu? Itu adalah lautan. Karena sekitar 70% permukaan bumi merupakan lautan yang sangat luas. Sisanya 30% merupakan daratan yang tersusun atas dataran, gunung, dan lembah. Bumi juga dikelilingi oleh lapisan atmosfer yang merupakan pelindung bumi. 14. Teks tersebut tergolong sebagai karya nonfiksi karena .... a. berisi cerita karangan manusia b. bersifat informatif dan berisi kenyataan c. berasal dari imajinasi pengarang d. memiliki makna ganda 15. Inti dari kutipan buku tersebut adalah .... a. memaparkan tentang alam dan kerusakannya b. memaparkan secara detail tentang bumi c. menggambarkan tentang jenis-jenis atmosfer d. menjelaskan jenis-jenis planet 16.Bacalah kutipan teks fiksi berikut! Kehidupan keluarga ini sangat sederhana. Ayah dan Ibu setiap hari membanting tulang di ladang, seolah-olah kepala jadi betis, betis jadi kepala demi beberapa mulut yang harus dipenuhi. Orang tua ini ikhlas bekerja dengan tanggung jawab demi keluarga dan anak-anaknya kelak supaya jadi orang. Tak ada rotan akar pun jadi, begitulah kata orang tua itu. Daya tarik cuplikan teks fiksi tersebut tampak pada..... a. konflik dalam cerita b. latar cerita c. gaya bahasa penulis d. tema cerita 17.Perhatikan cuplikan teks berikut! Perempuan memang paling rentan terhadap anemia, terutama anemia karena kekurangan zat besi. Darah memang sangat penting bagi perempuan. Hal ini terutama pada saat hamil, zat besi itu dibagi dua, yaitu bagi si ibu dan janinnya. Apabila si ibu mengalami anemia, bisa terjadi abortus, lahir prematur, dan juga kematian saat melahirkan. Bahkan, bagi janin, zat besi juga dibutuhkan, terutama juga ada kaitannya dengan kecerdasan. Topik untuk diskusi berdasarkan bacaan tersebut adalah a. manfaat zat besi bagi bayi b. kesehatan ibu dan janin C. anemia sebagai penyakit berbahaya bagi perempuan d. sebab-sebab tingginya kernatian bayi dan anak di Indonesia *indeks berikut untuk soal nomor 18 dan 19* Aliterasi, 89, 93 Amanat, 5, 70 Arbitrer, 3, 65 Artikel, 8, 90 Balada, 25, 75 Drama, 89, 99 Epilog, 34, 36, 74 Fiksi, 3, 25, 90 18. Berdasarkan indeks buku nonfiksi tersebut, kita dapat menemukan istilah epilog di halaman.... a. 3,65 b. 25,75 c. 34, 36, dan 74 d. 3, 25, dan 90 19. Berdasarkan indeks buku tersebut, saat membuka halaman 25 kita dapat menemukan kata .... a. balada dan epilog b. balada dan fiksi c. balada dan drama d. balada

24

1.0

Jawaban terverifikasi