Cinta P
28 Oktober 2022 12:27
Iklan
Cinta P
28 Oktober 2022 12:27
Pertanyaan
Kemajuan teknologi pada jaman modern yang membawa dampak atau pengaruh global yang semakin maju. Kemajuan teknologi yang mempengaruhi semua tatanan kehidupan mulai dari gaya hidup, atau life stile, mode, bahkan kemajuan pada aspek informasi yang semakin pesat berkembang.
Hadirnya teknologi yang akan memudahkan umat manusia dalam memenuhi kebutuhannya juga membawa segelintir dampak buruk untuk segelintir aspek. Dalam dunia industri misalnya, kecanggihan mesin semakin memacu produktifitas perusahaan. Di sisi lain, canggihnya mesin mulai menggeser peran para pekerja di pabrik-pabrik, sehingga ancaman pengangguran menjadi sesuatu yang ditakuti oleh semua orang. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta temuan-temuan barunya yaitu internet yang juga menyisakan efek positif dan efek negatif. Di sisi positif internet memudahkan kita mencari semua informasi yang kita butuhkan misalnya tentang seputar kesehatan, pendidikan, teknologi, bahkan tentang bisnis dan segalanya yang kita butuhkan.
Kemajuan teknologi telah memberikan alternatif kemudahan dalam penyampaian materi pembelajaran. Buku cetak misalnya sekarang ini digantikan dengan e-book. Ratusan buku dapat dibawa hanya melalui sebuah layar monitor tablet atau laptop. Berbagai ragam program komputer menawarkan fasilitas-fasilitas bagi seorang guru dan juga peserta didik dalam proses pembelajaran, misalnya pembelajaran berbasis e-learning; dan seterusnya
Jaringan internet yang semakin maju dan kemajuan komputer yang semakin canggih juga menghasilkan dampak buruk bagi kreatifitas siswa. siswa menjadi generasi yang instan yaitu generasi copy paste dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru. Misalnya hanya dengan menulis sesuatu yang kita butuhkan pada mesin pencari yaitu google, kita bisa mendapatkan informasi yang kita inginkan.
Dalam dunia pendidikan hadirnya internet yang memudahkan kita mengakses informasi apa saja yang kita butuhkan untuk menunjang pengetahuan kita, nampaknya kehadiran internet tidak bisa menggantikan peran guru sebagai pengajar, pendidik dan penyalur ilmu bagi kita. Guru yang dalam bahasa jawa disebut “ digugu lan ditiru” yang berarti bahwa guru merupakan sosok yang menjadi panutan bagi siswanya. Menurut UU RI NO 14 TAHUN 2005, Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Disini diartikan guru itu juga harus bisa mempraktikan dirinya sebagai seorang guru untuk anak didiknya agar anak didik mampu memahami teori teori yang diajarkannya sekaligus juga bisa mempraktikannya dalam wujud nyata
Mengajar disini bukan hanya sekedar menstrasfer ilmu kepada anak didiknya namun juga membimbing anak didiknya dalam mempelajari ilmu tersebut. Guru tidak sekedar hanya memberi ilmu-ilmu, akan tetapi juga memberi tauladan nilai- nilai atau moral dan juga budi pekerti. Di sisi lain memang internet juga bisa memberikan masukan- masukan tentang budi pekerti, ahlak dan juga moral. Tetapi budi pekerti, moral, dan ahlak yang diajarkan melalui keteladanan secara langsung dari guru akan merasuk dan akan lebih masuk kedalam kepribadian siswa
Berbeda sekali dengan internet, Internet tidak bisa mengajarkan secara langsung dan tidak bisa memberi tauladan sama seperti guru. Internet hanya memberikan kita teori dan wacana untuk kita baca, kita pahami dan kita pelajari. Artinya internet tidak bisa memberikan contoh bagaimana cara berbudi pekerti yang baik.
Informasi atau ilmu yang kita dapat dari guru sangat berbeda sekali dengan internet. Mulai dari cara penyampaiannya, cara penjelasannya dan juga cara kita mendapatkan ilmu tersebut. Di dalam kelas kita harus memperhatikan guru yang sedang mengajar, mendengarkan dan juga ada hubungan tatap muka secara langsung. Jadi kita juga bisa mencontoh tauladan yang guru berikan melalui gerakannya, perilakunya dan juga melalui pengalaman seorang guru yang disampaikan kepada siswanya.
Tidak seperti informasi yang kita dapat dari internet. Informasi yang kita dapat dari internet hanya sekedar teori atau wacana yang hanya dapat kita baca dan dimengerti. Kelemahannya adalah, internet tidak bisa menjelaskan bagian yang belum bisa kita pahami. Berbeda dengan guru, jika ada materi yang belum bisa kita pahami, guru bisa lebih menjelaskan lagi misalnya dengan praktik atau dengan contoh lain agar kita menjadi paham.
Peran guru sebagai sosok yang perlu kita tiru yang mengajarkan hal hal yang baik dan juga sebagai perantara ilmu bagi kita sehingga
kita menjadi tau dan mengerti agar kita mampu menjadi manusia yang berilmu dan berpengetahuan untuk kehidupan masa depan yang lebih baik dan juga bisa diterima dimasyarakat.
Peran guru juga sebagai pengawas dan pengontrol kita dalam menggunakan teknologi. Meskipun guru juga dituntut untuk mengikuti perkembangan jaman, namun guru juga masih tetap punya peran dalam merencanakan pembelajaran. Anak mungkin lebih pandai dalam hal teknologi tapi mereka tetap membutuhkan kita sebagai orang dewasa sebagai tempat mereka bercerita dan pertimbangan kaitannya dengan keamanan mereka saat mereka berada di dunia maya, atau hal-hal lain yang berhubungan dengan etika dalam penggunaan teknologi dan komunikasi
Hadirnya teknologi dan penemuan penemuan baru yang akan membantu memenuhi kebutuhan manusia hendaknya juga jangan menjadi ketergantungan bagi kita para penggunanya. Teknologi yang diciptakan untuk di perdayakan oleh manusia sebaiknya jangan digunakan untuk semua keperluan. Kesimpulannya kita jangan sampai di perdayakan oleh teknologi. Artinya jika suatu saat teknologi itu rusak atau hilang, maka kita jangan mengikuti untuk menyerah. Kita seharusnya mencari alternatif lain pengganti teknologi itu.
Dalam dunia pendidikan, internet seharusnya digunakan untuk memaksimalkan kualitas pendidikan dan memaksimalkan kinerja para komponen pendidikan. Eksistensi guru atau pengajar hendaknya jangan sampai tergulirkan oleh hadirnya teknologi. Justru dengan adanya teknologi, seorang pengajar lebih bisa mengeksistensikan dirinya sebagai pengajar yang profesional dan handal yang mampu menggerakkan kreatifitas dan kemandirian dalam jiwa peserta didik.
Jika kita tidak mampu memaknai eksistensi diri kita sebagai, guru, atau pengajar di tengah arus modernitas seperti ini, maka kita akan tergerus dalam kehidupan yang tercipta dari tangan-tangan teknologi yang semakin canggih.
1.identifikasi konteks yang dibicarakan dalam teks tanggapan kemajuan teknologi tak bisa menggantikan peran guru.
a)apa objek yang ditanggapi dalam teks tersebut?
b) sebutkan identitas lengkap dari objek yang ditanggapi.
c)bagaimana gambaran objek yang di tanggapi dalam teks tersebut?
d) apakah deskripsi yang dibuat tersebut sudah benar benar objektif dan sesuai dengan faktanya?
e) bagaimana penilaian dalam teks tersebut sudah sesuai dengan hal yang di deskripsikan sebelumnya?
f)apakah penilaian yang dibuat tersebut sudah sesuai dengan hal yang di deskripsikan sebelumnya?
g)apa saja yang menjadi landasan penilaian pembuat tanggapan bahwa karya yang ditanggapi berkualitas?
h)sudahkah prinsip kesatuan berbahasa diterapkan dalam membuat penilaian terhadap objek yang ditanggapi?
i)bagaimana kemampuan pembuat tanggapan tersebut terhadap objek yang ditanggapi?
j) menurutmu, adakah kekurangan penyampaian tanggapan tersebut terhadap objek yang ditanggapi?
2.tulislaj struktur dan kaidah kebahasaan dari teks tanggapan tersebut
7
0

Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Temukan jawabannya dari Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!