Fadelia B

28 November 2021 13:18

Iklan

Fadelia B

28 November 2021 13:18

Pertanyaan

Kemacetan dan Masa Depan Kota Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan ekonomi maupun social. Tipe kegiatan sosia; ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula. Kegiatan trasportasi harian relative menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah. Dibagian utara, termasuk Sleman misalnya, kemacetan setiap pagi dan sore dapat dirasakan misalnya pada ruas Jalan Nyi Condrolukito (AM Sangaji), Jalan Affandi (Gejayan), serta Jalan Kaliurang terutama pada persimpangan dengan Jalan Lingkar Utara. Hal yang sama terjadi pada wilayah lain yang memiliki para pekerja dan anak sekolah relative besar di Kota Yogyakarta, misalnya Bantul. Seperti diketahui, ketiga wilayah ini ini memiliki keterkaitan kegiatan sosial ekonomi yang erat, yang membentuk aglomerasi wilayah Yogyakarta-Sleman-Bantul (Kartamantul). Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan, dan Jalan Wates). Pada rentang diantara masa tersebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata (seperti Malioboro, Prawirotaman), serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti Jalan Parangtritis. Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja, dan sekolahan. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis. Identifikasikanlah unsur kebahasaan yang terdapat dalan teks eksposisi tersebut!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

23

:

23

:

11

Klaim

7

3

Jawaban terverifikasi

Iklan

M. Ayu

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

08 Desember 2021 04:19

Jawaban terverifikasi

Halo Fadelia B. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Unsur kebahasaan yang terdapat dalan teks eksposisi tersebut adalah penggunaan kata teknis (transportasi, kemacetan, dan aglomerasi). Cermati pembahasan berikut. Teks eksposisi adalah paragraf atau karangan yang terkandung sejumlah informasi dan pengetahuan dengan tujuan menambah wawasan pembacanya. Ciri kebahasaan dalam teks eksposisi, antara lain: (1) Menggunakan kata teknis yang berkaitan dengan tema teks. Kata teknis adalah kata yang memiliki makna khusus pada suatu bidang ilmu. (2) menggunakan kata kerja mental yang dapat mengekspresikan sikap atau respons seseorang terhadap suatu tindakan (3) menggunakan kata perujukan, seperti ini, itu, tersebut, dan sebagainya (4) menggunakan kata persuasif yang mengandung makna ajakan, larangan, imbauan (5) menggunakan kata denotatif, yakni kata dengan arti sebenarnya (6) menggunakan konjungsi kausalitas yang berhubungan dengan sebab-akibat, seperti oleh sebab itu, agar, supaya, dapat, kalau. Kaidah kebahasaan yang dominan digunakan adalah penggunaan kata teknis. Kata teknis yang terdapat pada teks di atas antara lain, yaitu transportasi, kemacetan, dan aglomerasi yang terdapat dalam kutipan: - "Tipe kegiatan sosial; ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula." - "Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah." - "Seperti diketahui, ketiga wilayah ini ini memiliki keterkaitan kegiatan sosial ekonomi yang erat, yang membentuk aglomerasi wilayah Yogyakarta-Sleman-Bantul (Kartamantul)." Dengan demikian, disimpulkan bahwa kaidah kebahasaan yang terdapat dalam teks di atas adalah kata teknis (transportasi, kemacetan, dan aglomerasi). Semoga membantu ya :)


Iklan

Harfi A

12 September 2023 01:46

Pendapat kita tentang kemacetan dan masa depan kota


Jefta...o

29 November 2023 01:05

Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. (2) Di Yogyakarta, kemacetan terjadi setiap hari pada titik – titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah. (3) Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. (4) Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial. (5) Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Kalimat – kalimat tersebut dapat disusun menjadi paragraf deduktif dengan urutan ... .


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Sejak kecil kau telah akrab dengan lingkungan sekolah ini karena sering diajak ibumu kemari. Tak heran ketika sudah waktunya untuk masuk sekolah, kau begitu **supel** dan teman-temanmu pun sudah banyak. Mereka umumnya murid-murid yang pernah diajar ibumu waktu kelas satu. Sedangkan aku? Aku waktu itu baru saja pindah ke kota kecil ini. Makna kata bercetak tebal dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. ramah C. santun B. sopan D. baik

44

5.0

Jawaban terverifikasi

Teks berikut untuk soai nomor 4. 1) Ilmuwan di berbagai belahan dunia berkejaran dengan waktu untuk menciptakan vaksin guna mengatasi virus Corona jenis baru. Vaksin perlu segera diciptakan karena kematian akibat virus Corona yang terus bertambah dan penyebaran virus yang kian meluas. 2) Pada Jum'at (7-2-2020), Komisi Kesehatan Nasional Cina mencatat jumlah kematian akibat virus Corona baru telah mencapai 636 kasus, sedangkan jumlah warga yang terinfeksi menjadi 31.161 kasus. Kasus terbanyak terjadi di Hubei, Cina, tempat vi kesehatan du niairus pertama muncul. Selain di Cina, virus itu kini telah menyebar ke lebih dari 25 negara. 3) Para ilmuwan bekerja dalam kecepatan penuh untuk menemukan vaksin bagi virus Corona baru atau penyakit pernapasan akut 2019-nCOV. Sebagai pusat epidemic, ilmuwan Cina berupaya menemukan vaksin bagi virus itu. Perkembangan terbaru adalah mereka menciptakan peta genetik virus. 4) Ilmuwan dari Australia, Kanada, hingga Prancis ikut menciptakan berbagai jenis inokulasi bersama sejumlah perusahaan biotek dan vaksin. Beberapa waktu lalu, Kepala Laboratorium Identifikasi Virus dari Institut Peter Doherty untuk Infeksi dan kekebalan, Melbourne, Julian Druce, menyatakan mereka mengembangkan virus Corona versi laboratorium dari tubuh pasien yang terinfeksi untuk uji coba. Tanggapan yang sesuai dengan berita tersebut adalah ... A. Pemerintah Australia telah tanggap menghadapi serangan virus Corona dengan menemukan vaksin virus tersebut. B. Para ilmuan perlu segera mempelajari virus corona yang menjadi masalah besar bagi kesehatan dunia karena persebarannya sangat cepat. C. Masyarakat perlu mawas diri dan menjaga kesehatan dalam menghadapi serangan virus corona yang mulai menyebar di Indonesia, D. Virus corona menjadi masalah besar bagi kesehatan manusia.

14

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan