Iktimal H

08 Desember 2023 11:22

Iklan

Iktimal H

08 Desember 2023 11:22

Pertanyaan

Kelemahan sistem pemerintahan parlementer pada masa demokrasi di Indonesia?

Kelemahan sistem pemerintahan parlementer pada masa demokrasi di Indonesia?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

14

:

39

:

16

Klaim

3

2


Iklan

Wirawiryyy W

10 Desember 2023 10:51

<p>Kelemahan sistem pemerintahan parlementer di Indonesia bisa mencakup beberapa aspek. Beberapa aspek di antaranya yaitu sebagai berikut:</p><p>1.) Stabilitas Pemerintahan.</p><p>&nbsp;Sistem parlementer dapat kurang stabil jika partai politik sering kali memecah belah atau jika terdapat perubahan kepemimpinan yang terlalu sering. Ini dapat mengganggu kestabilan pemerintahan.</p><p>2.) Ketidakcocokan antara Eksekutif dan Legislatif.</p><p>Sistem parlementer bergantung pada hubungan yang baik antara eksekutif (kabinet) dan legislatif (parlemen). Jika terjadi ketidakcocokan atau konflik, hal ini dapat menghambat keputusan dan pelaksanaan kebijakan.</p><p>3.) Dominasi Partai Politik.</p><p>Sistem parlementer dapat menyebabkan dominasi partai politik besar, yang mungkin mengakibatkan kurangnya representasi bagi kelompok minoritas atau opini yang berbeda.</p><p>4.) Ketidakstabilan Koalisi.</p><p>Seringkali, pemerintahan parlementer memerlukan koalisi partai politik. Ketidakstabilan dalam koalisi bisa mempengaruhi kebijakan dan keputusan pemerintah.</p><p>5.) Ketergantungan pada Kepemimpinan Partai.</p><p>Kinerja pemerintahan dapat sangat tergantung pada kepemimpinan partai politik, dan jika ada ketidakstabilan atau kegagalan dalam partai, hal itu dapat merusak kinerja pemerintahan.</p><p>Namun, penting untuk dicatat bahwa setiap sistem pemerintahan memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing, dan evaluasi terhadap sistem parlementer harus mempertimbangkan konteks spesifik Indonesia serta dinamika politiknya.</p>

Kelemahan sistem pemerintahan parlementer di Indonesia bisa mencakup beberapa aspek. Beberapa aspek di antaranya yaitu sebagai berikut:

1.) Stabilitas Pemerintahan.

 Sistem parlementer dapat kurang stabil jika partai politik sering kali memecah belah atau jika terdapat perubahan kepemimpinan yang terlalu sering. Ini dapat mengganggu kestabilan pemerintahan.

2.) Ketidakcocokan antara Eksekutif dan Legislatif.

Sistem parlementer bergantung pada hubungan yang baik antara eksekutif (kabinet) dan legislatif (parlemen). Jika terjadi ketidakcocokan atau konflik, hal ini dapat menghambat keputusan dan pelaksanaan kebijakan.

3.) Dominasi Partai Politik.

Sistem parlementer dapat menyebabkan dominasi partai politik besar, yang mungkin mengakibatkan kurangnya representasi bagi kelompok minoritas atau opini yang berbeda.

4.) Ketidakstabilan Koalisi.

Seringkali, pemerintahan parlementer memerlukan koalisi partai politik. Ketidakstabilan dalam koalisi bisa mempengaruhi kebijakan dan keputusan pemerintah.

5.) Ketergantungan pada Kepemimpinan Partai.

Kinerja pemerintahan dapat sangat tergantung pada kepemimpinan partai politik, dan jika ada ketidakstabilan atau kegagalan dalam partai, hal itu dapat merusak kinerja pemerintahan.

Namun, penting untuk dicatat bahwa setiap sistem pemerintahan memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing, dan evaluasi terhadap sistem parlementer harus mempertimbangkan konteks spesifik Indonesia serta dinamika politiknya.


Iklan

Dela A

Community

09 Desember 2023 13:47

<p>Kelemahan Sistem Pemerintahan Parlementer :</p><p><br>1. <strong>Kedudukan badan eksekutif (kabinet) sangat tergantung mayoritas dukungan parlemen</strong>. Oleh sebab itu, kabinet bisa dijatuhkan oleh parlemen sewaktu-waktu.<br><br>2. Kelangsungan kedudukan kabinet <strong>tidak dapat ditentukan berakhir sebagaimana masa jabatannya,</strong> sebab sewaktu-waktu kabinet bisa bubar.<br><br>3. <strong>Kabinet dapat mengendalikan parlemen</strong>. Hal ini akan terjadi jika para anggota kabinet adalah anggota parlemen yang berasal dari partai mayoritas. Disebabkan pengaruhnya yang besar, baik di parlemen ataupun di partai, maka anggota kabinet bisa menguasai parlemen.<br><br>4. <strong>Parlemen jadi tempat kaderisasi jabatan-jabatan eksekutif</strong>. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan sebagai bekal penting untuk mengisi jabatan menteri atau jabatan eksekutif lainnya.<br>&nbsp;</p>

Kelemahan Sistem Pemerintahan Parlementer :


1. Kedudukan badan eksekutif (kabinet) sangat tergantung mayoritas dukungan parlemen. Oleh sebab itu, kabinet bisa dijatuhkan oleh parlemen sewaktu-waktu.

2. Kelangsungan kedudukan kabinet tidak dapat ditentukan berakhir sebagaimana masa jabatannya, sebab sewaktu-waktu kabinet bisa bubar.

3. Kabinet dapat mengendalikan parlemen. Hal ini akan terjadi jika para anggota kabinet adalah anggota parlemen yang berasal dari partai mayoritas. Disebabkan pengaruhnya yang besar, baik di parlemen ataupun di partai, maka anggota kabinet bisa menguasai parlemen.

4. Parlemen jadi tempat kaderisasi jabatan-jabatan eksekutif. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan sebagai bekal penting untuk mengisi jabatan menteri atau jabatan eksekutif lainnya.
 


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Nilai dari |−7+4|=… A. 3 B. −3 C. 11 D. −4 E. 4

24

5.0

Jawaban terverifikasi