Husna F

06 Desember 2022 12:52

Iklan

Husna F

06 Desember 2022 12:52

Pertanyaan

Kebijakan Presiden dalam pemberantasan demonstrasi tersebut.

Kebijakan Presiden dalam pemberantasan demonstrasi tersebut.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

06

:

31

:

12

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

14 Januari 2024 03:32

Jawaban terverifikasi

<p>Dalam pemberantasan demonstrasi tersebut, beberapa kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menjadi target adalah:</p><ol><li><strong>Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (ormas) dan Peraturan Presiden (perpres) No.</strong>: Perppu ini mengatur tangkakan masyarakat dalam organisasi politik dan membatasi kelembapan masyarakat dalam proses pemilihan umum</li><li><strong>Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 22 Tahun 2019 tentang Organisasi Kemasyarakatan (ormas) dan Peraturan Presiden (perpres) No.</strong>: Perppu ini menghambatkan pemberian izin untuk demonstrasi dan akses ke sosial media, membatasi kebijakan pemerintah dalam mengatur kegiatan politik, dan membatasi kemampuan masyarakat dalam mengatur kegiatan politik</li><li><strong>Pengalaman penyalahasan dan pengusiran masyarakat sipil</strong>: Beberapa kasus terkenal melibatkan penyalahasan dan pengusiran masyarakat sipil yang menolak undang-undang yang dijuluki oleh Presiden Jokowi, seperti yang terjadi pada tahun 2019</li><li><strong>Kebijakan anti-demokrasi</strong>: Beberapa kebijakan Jokowi yang menyumbang pelemahan demokrasi meliputi kasus anti-demokrasi yang terjadi sebelum peristiwa di atas</li></ol>

Dalam pemberantasan demonstrasi tersebut, beberapa kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menjadi target adalah:

  1. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (ormas) dan Peraturan Presiden (perpres) No.: Perppu ini mengatur tangkakan masyarakat dalam organisasi politik dan membatasi kelembapan masyarakat dalam proses pemilihan umum
  2. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 22 Tahun 2019 tentang Organisasi Kemasyarakatan (ormas) dan Peraturan Presiden (perpres) No.: Perppu ini menghambatkan pemberian izin untuk demonstrasi dan akses ke sosial media, membatasi kebijakan pemerintah dalam mengatur kegiatan politik, dan membatasi kemampuan masyarakat dalam mengatur kegiatan politik
  3. Pengalaman penyalahasan dan pengusiran masyarakat sipil: Beberapa kasus terkenal melibatkan penyalahasan dan pengusiran masyarakat sipil yang menolak undang-undang yang dijuluki oleh Presiden Jokowi, seperti yang terjadi pada tahun 2019
  4. Kebijakan anti-demokrasi: Beberapa kebijakan Jokowi yang menyumbang pelemahan demokrasi meliputi kasus anti-demokrasi yang terjadi sebelum peristiwa di atas

Iklan

Kevin L

Gold

08 Januari 2024 13:19

Dari pertanyaan yang diberikan, tampaknya kita sedang membahas topik sejarah Indonesia, khususnya tentang kebijakan Presiden dalam menangani demonstrasi. Namun, pertanyaan tersebut kurang spesifik dalam menentukan presiden mana dan demonstrasi apa yang dimaksud. Namun, berdasarkan konteks sebelumnya tentang Pemberontakan PRRI dan informasi dari pertanyaan serupa tentang kebijakan Presiden Soekarno, kita bisa berasumsi bahwa pertanyaan ini merujuk pada kebijakan Presiden Soekarno dalam menangani demonstrasi atau pemberontakan. Penjelasan: 1. Presiden Soekarno memiliki pendekatan yang tegas dalam menangani demonstrasi atau pemberontakan. Salah satu contohnya adalah penanganan Pemberontakan PRRI di Sumatera Barat pada tahun 1958. Pemberontakan ini berhasil dipadamkan oleh pemerintah pusat dengan operasi militer. 2. Selain itu, Presiden Soekarno juga memperkuat kedudukannya dengan memperkenalkan ajaran Nasakom (Nasionalisme, Agama, dan Komunisme) dan Resopim (Revolusi, Sosialisme, dan Pimpinan Nasional). Kedua ajaran ini bertujuan untuk memperkuat posisi Soekarno dan menghambat kekuatan lain yang mungkin menandinginya. Kesimpulan: Kebijakan Presiden Soekarno dalam menangani demonstrasi atau pemberontakan adalah dengan pendekatan tegas, seperti operasi militer dalam menangani Pemberontakan PRRI. Selain itu, Soekarno juga memperkuat posisinya dengan memperkenalkan ajaran Nasakom dan Resopim. Semoga penjelasan ini membantu kamu, ya! ๐Ÿ™‚


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

36

5.0

Jawaban terverifikasi