Yemima L

05 April 2024 09:37

Iklan

Yemima L

05 April 2024 09:37

Pertanyaan

kebangkitan nasional berhubungan dengan politik etis Belanda. Hubungan tersebut dijelaskan pada pernyataan

kebangkitan nasional berhubungan dengan politik etis Belanda. Hubungan tersebut dijelaskan pada pernyataan

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

09

:

49

:

27

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

06 April 2024 04:57

Jawaban terverifikasi

<p>Kebangkitan Nasional di Indonesia merujuk pada gerakan sosial, politik, dan budaya yang bertujuan untuk mengakhiri penjajahan Belanda dan mencapai kemerdekaan Indonesia. Sedangkan "politik etis" adalah kebijakan kolonial Belanda yang diterapkan di Hindia Belanda (sekarang Indonesia) pada awal abad ke-20.</p><p>Politik Etis adalah kebijakan kolonial yang diumumkan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1901. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan pemerintahan yang baik dan memperbaiki kondisi sosial, ekonomi, dan budaya penduduk pribumi di Hindia Belanda. Pemerintah Belanda berusaha untuk membangun infrastruktur, meningkatkan pendidikan, dan memperkenalkan prinsip-prinsip demokrasi terbatas dalam administrasi kolonial mereka.</p><p>Namun, dalam kenyataannya, pelaksanaan Politik Etis tidak sesuai dengan harapan. Banyak kalangan pribumi yang merasa kebijakan ini hanya sebagai upaya untuk memperkuat kekuasaan Belanda dan tetap menjaga dominasi kolonial mereka. Pelaksanaannya juga sering kali diwarnai oleh ketidakadilan, eksploitasi ekonomi, dan diskriminasi terhadap penduduk pribumi.</p><p>Hubungan antara Kebangkitan Nasional Indonesia dan Politik Etis Belanda dapat dijelaskan sebagai berikut:</p><p><strong>Katalisator untuk Kebangkitan Nasional</strong>: Politik Etis memperkenalkan gagasan-gagasan baru seperti pendidikan modern dan pengenalan prinsip-prinsip demokrasi yang memberikan kesempatan bagi kalangan terdidik pribumi untuk memperjuangkan hak-hak politik mereka. Ini membangkitkan semangat nasionalisme di kalangan intelektual dan masyarakat pribumi.</p><p><strong>Kritik terhadap Kegagalan Politik Etis</strong>: Meskipun Politik Etis dianggap sebagai upaya untuk memperbaiki kondisi di Hindia Belanda, banyak kalangan yang menilai bahwa implementasinya tidak berhasil secara menyeluruh dan bahkan terkesan hanya sebagai usaha untuk memperkuat dominasi Belanda. Kritik terhadap kebijakan ini mendorong munculnya gerakan-gerakan yang menuntut kemerdekaan dari penjajahan Belanda.</p><p><strong>Perjuangan Melawan Kolonialisme</strong>: Kebangkitan Nasional Indonesia yang dipicu oleh Politik Etis Belanda menjadi salah satu faktor utama dalam perjuangan melawan kolonialisme. Gerakan-gerakan seperti Sarekat Islam, Budi Utomo, dan gerakan nasionalis lainnya menggunakan momentum ini untuk menyatukan perjuangan melawan penjajahan Belanda.</p>

Kebangkitan Nasional di Indonesia merujuk pada gerakan sosial, politik, dan budaya yang bertujuan untuk mengakhiri penjajahan Belanda dan mencapai kemerdekaan Indonesia. Sedangkan "politik etis" adalah kebijakan kolonial Belanda yang diterapkan di Hindia Belanda (sekarang Indonesia) pada awal abad ke-20.

Politik Etis adalah kebijakan kolonial yang diumumkan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1901. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan pemerintahan yang baik dan memperbaiki kondisi sosial, ekonomi, dan budaya penduduk pribumi di Hindia Belanda. Pemerintah Belanda berusaha untuk membangun infrastruktur, meningkatkan pendidikan, dan memperkenalkan prinsip-prinsip demokrasi terbatas dalam administrasi kolonial mereka.

Namun, dalam kenyataannya, pelaksanaan Politik Etis tidak sesuai dengan harapan. Banyak kalangan pribumi yang merasa kebijakan ini hanya sebagai upaya untuk memperkuat kekuasaan Belanda dan tetap menjaga dominasi kolonial mereka. Pelaksanaannya juga sering kali diwarnai oleh ketidakadilan, eksploitasi ekonomi, dan diskriminasi terhadap penduduk pribumi.

Hubungan antara Kebangkitan Nasional Indonesia dan Politik Etis Belanda dapat dijelaskan sebagai berikut:

Katalisator untuk Kebangkitan Nasional: Politik Etis memperkenalkan gagasan-gagasan baru seperti pendidikan modern dan pengenalan prinsip-prinsip demokrasi yang memberikan kesempatan bagi kalangan terdidik pribumi untuk memperjuangkan hak-hak politik mereka. Ini membangkitkan semangat nasionalisme di kalangan intelektual dan masyarakat pribumi.

Kritik terhadap Kegagalan Politik Etis: Meskipun Politik Etis dianggap sebagai upaya untuk memperbaiki kondisi di Hindia Belanda, banyak kalangan yang menilai bahwa implementasinya tidak berhasil secara menyeluruh dan bahkan terkesan hanya sebagai usaha untuk memperkuat dominasi Belanda. Kritik terhadap kebijakan ini mendorong munculnya gerakan-gerakan yang menuntut kemerdekaan dari penjajahan Belanda.

Perjuangan Melawan Kolonialisme: Kebangkitan Nasional Indonesia yang dipicu oleh Politik Etis Belanda menjadi salah satu faktor utama dalam perjuangan melawan kolonialisme. Gerakan-gerakan seperti Sarekat Islam, Budi Utomo, dan gerakan nasionalis lainnya menggunakan momentum ini untuk menyatukan perjuangan melawan penjajahan Belanda.


Iklan

Sumber W

Community

06 April 2024 10:33

Jawaban terverifikasi

<p>Kebangkitan Nasional di Indonesia dimulai sejak awal abad ke-20 M yang merupakan dampak dari perkembangan pendidikan yang diterapkan Pemerintah Kolonial Belanda. Pendidikan merupakan salah satu kebijakan Politik Etis, dan adanya Politik Etis merupakan salah satu kebijakan yang diperintahkan oleh Kerajaan Belanda dalam pernyataan pidato Ratu Wilhemina pada tahun 1901.</p><p>&nbsp;</p><p>Penjelasan :</p><p>&nbsp;</p><p>Dalam pidato kenegaraan pada tahun 1901, atu Wilhemina (ratu Belanda) yang dibacakan menyatakan "Negeri Belanda memiliki kewajiban untuk mengusahakan kemakmuran perkembangan sosial dan ekonomi bagi Hindia Belanda (Indonesia)". Kemudian muncul usul dari van Debenter agar pemerintahan Belanda melaksanakan Politik Etis (politik balas budi) dengan program Edukasi (pendidikan), Irigasi (pengairan) dan Trasmigrasi (perpindahan penduduk).</p><p>&nbsp;</p><p>Penerapan kebijakan Edukasi (pendidikan) pada rakyat pribumi menyebabkan lahirnya golongan elit dan terpelajar. Nantinya golongan elit dan terpelajar akan memimpin pergerakan nasional lewat pendirian organisasi pergerakan. Organisasi pergerakan adalah strategi perlawanan bangsa Indonesia untuk melawan penjajah dalam meraih kemerdekaan secara Nasional, dan masa ini disebut dengan masa Kebangkitan Nasional.</p>

Kebangkitan Nasional di Indonesia dimulai sejak awal abad ke-20 M yang merupakan dampak dari perkembangan pendidikan yang diterapkan Pemerintah Kolonial Belanda. Pendidikan merupakan salah satu kebijakan Politik Etis, dan adanya Politik Etis merupakan salah satu kebijakan yang diperintahkan oleh Kerajaan Belanda dalam pernyataan pidato Ratu Wilhemina pada tahun 1901.

 

Penjelasan :

 

Dalam pidato kenegaraan pada tahun 1901, atu Wilhemina (ratu Belanda) yang dibacakan menyatakan "Negeri Belanda memiliki kewajiban untuk mengusahakan kemakmuran perkembangan sosial dan ekonomi bagi Hindia Belanda (Indonesia)". Kemudian muncul usul dari van Debenter agar pemerintahan Belanda melaksanakan Politik Etis (politik balas budi) dengan program Edukasi (pendidikan), Irigasi (pengairan) dan Trasmigrasi (perpindahan penduduk).

 

Penerapan kebijakan Edukasi (pendidikan) pada rakyat pribumi menyebabkan lahirnya golongan elit dan terpelajar. Nantinya golongan elit dan terpelajar akan memimpin pergerakan nasional lewat pendirian organisasi pergerakan. Organisasi pergerakan adalah strategi perlawanan bangsa Indonesia untuk melawan penjajah dalam meraih kemerdekaan secara Nasional, dan masa ini disebut dengan masa Kebangkitan Nasional.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Tolong dijawab

1

0.0

Jawaban terverifikasi