Salsabilla R
24 Agustus 2022 22:08
Iklan
Salsabilla R
24 Agustus 2022 22:08
Pertanyaan
1
1
Iklan
R. Zaenita
Mahasiswa/Alumni Institut Teknologi Nasional Malang
24 September 2022 09:44
Jawaban yang tepat adalah Letnan II Kolonel Slamet Riyadi.
Yuk disimak penjelasannya.
Pada 4 November 1950, Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil menghentikan pemberontakan yang dilakukan Rakyat Maluku Selatan (RMS). RMS merupakan negara di Kepulauan Maluku yang diproklamasikan pada 25 April 1950. Adanya RMS berawal dari penolakan KNIL asal Ambon untuk bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Presiden Soekarno bahkan mengirim utusan untuk membujuk mereka, namun gagal.
Pemerintah mengirim Dr. J. Leimena untuk melakukan misi perdamaian dengan RMS dan meminta Maluku kembali bergabung dengan Indonesia. Karena permintaan tersebut ditolak maka dibentuk gerakan operasi militer dalam suatu komando yang diberi nama Komando Pasukan Maluku Selatan untuk menumpas RMS yang dipimpin oleh Kolonel Alex E Kawilarang.
Tanggal 28 September 1950 pasukan TNI berhasil mendarat di Pulau Ambon. Operasi pendaratan di Pulau Ambon ini dinamakan Serangan Umum Senopati. Dalam waktu singkat, pasukan TNI dapat menguasai sebagian besar Pulau Ambon.
Pada 3 November 1950, pasukan TNI dan RMS sama sama ingin melakukan penyerangan di Waitatiri. Pagi harinya, pasukan Letnan II Kolonel Slamet Riyadi mengambil inisiatif memimpin sendiri pasukannya. Slamet didampingi Kapten Kavaleri Klees menaiki panser dan bergerak perlahan mendekati Benteng Victoria, Ambon. Namun, sayangnya Letnan II Kolonel Slamet Riyadi harus gugur karena tertembak pasukan lawan.
Berdasarkan penjelasan diatas maka jawaban yang tepat adalah Letnan II Kolonel Slamet Riyadi.
· 0.0 (0)
Iklan
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!