Regita C

28 Juli 2024 08:13

Iklan

Regita C

28 Juli 2024 08:13

Pertanyaan

karakter unik atau khas dari suatu wilayah seperti Palembang mempunyai Sungai Musi dikenal dengan

karakter unik atau khas dari suatu wilayah seperti Palembang mempunyai Sungai Musi dikenal dengan

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

05

:

26

:

36

Klaim

1

2


Iklan

Wjsheue W

28 Juli 2024 14:03

<p>Sungai Musi, yang membelah Kota Palembang, dikenal sebagai "Batanghari Sembilan" karena merupakan induk dari sembilan sungai besar. Sungai ini memiliki panjang sekitar 750 km dan berfungsi sebagai jalur transportasi utama sejak zaman Kerajaan Sriwijaya, menjadikannya pusat perdagangan yang vital. Sungai Musi juga menjadi daya tarik wisata, dengan berbagai situs bersejarah di sekitarnya, termasuk Jembatan Ampera dan Fort Kuto Besak, yang memperkuat identitas Palembang sebagai "Venice of the East" [</p>

Sungai Musi, yang membelah Kota Palembang, dikenal sebagai "Batanghari Sembilan" karena merupakan induk dari sembilan sungai besar. Sungai ini memiliki panjang sekitar 750 km dan berfungsi sebagai jalur transportasi utama sejak zaman Kerajaan Sriwijaya, menjadikannya pusat perdagangan yang vital. Sungai Musi juga menjadi daya tarik wisata, dengan berbagai situs bersejarah di sekitarnya, termasuk Jembatan Ampera dan Fort Kuto Besak, yang memperkuat identitas Palembang sebagai "Venice of the East" [


Iklan

Yatman Y

29 Juli 2024 10:09

<p>Tentu, mari kita bahas lebih dalam tentang karakteristik unik Palembang yang identik dengan Sungai Musi:</p><p><strong>Sungai Musi: Lebih dari Sekadar Aliran Air</strong></p><p>Sungai Musi, bagi masyarakat Palembang, bukanlah sekadar aliran air. Ia adalah nadi kehidupan, sejarah, dan budaya yang telah membelah kota ini sejak zaman dahulu. Berikut beberapa karakteristik unik Palembang yang erat kaitannya dengan Sungai Musi:</p><ul><li><strong>Identitas Kota:</strong> Sungai Musi menjadi identitas utama kota Palembang. Keberadaannya membagi kota menjadi dua bagian, Seberang Ulu dan Seberang Ilir, yang masing-masing memiliki karakteristik dan sejarahnya sendiri.</li><li><strong>Sarana Transportasi Utama:</strong> Sejak zaman Kerajaan Sriwijaya, Sungai Musi telah menjadi jalur transportasi utama untuk perdagangan dan mobilitas masyarakat. Hingga kini, sungai ini masih digunakan sebagai sarana transportasi, baik untuk angkutan umum maupun wisata.</li><li><strong>Sumber Mata Pencaharian:</strong> Banyak masyarakat Palembang menggantungkan hidupnya pada Sungai Musi. Aktivitas perikanan, pariwisata, dan transportasi air menjadi sumber mata pencaharian utama.</li><li><strong>Inspirasi Seni dan Budaya:</strong> Sungai Musi sering menjadi tema dalam berbagai karya seni, sastra, dan lagu. Keindahannya menginspirasi banyak seniman untuk menciptakan karya-karya yang memukau.</li><li><strong>Pusat Aktivitas Masyarakat:</strong> Di sepanjang Sungai Musi, terdapat banyak tempat wisata, pusat kuliner, dan pusat perbelanjaan yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat Palembang.</li><li><strong>Simbol Kehidupan:</strong> Sungai Musi sering diibaratkan sebagai nadi kehidupan bagi masyarakat Palembang. Keberadaannya memberikan kesejukan dan keasrian di tengah hiruk pikuk kota.</li></ul><p><strong>Jembatan Ampera: Ikon Kota Palembang</strong></p><p>Tak lengkap rasanya membahas Sungai Musi tanpa menyebut Jembatan Ampera. Jembatan yang dapat dibuka dan ditutup ini menjadi ikon kota Palembang dan menjadi saksi bisu perkembangan kota. Jembatan Ampera tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antara Seberang Ulu dan Seberang Ilir, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan masyarakat Palembang.</p><p><strong>Ancaman dan Upaya Pelestarian</strong></p><p>Meskipun memiliki peran yang sangat penting, Sungai Musi juga menghadapi berbagai ancaman seperti pencemaran, pendangkalan, dan alih fungsi lahan. Namun, pemerintah dan masyarakat setempat terus berupaya untuk melestarikan Sungai Musi melalui berbagai program seperti penghijauan, pembersihan sungai, dan sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.</p><p><strong>Kesimpulan</strong></p><p>Sungai Musi adalah bagian tak terpisahkan dari identitas kota Palembang. Keberadaannya telah membentuk sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Palembang. Oleh karena itu, pelestarian Sungai Musi menjadi tanggung jawab bersama agar keindahan dan manfaatnya dapat dinikmati oleh generasi mendatang.</p><p>&nbsp;</p>

Tentu, mari kita bahas lebih dalam tentang karakteristik unik Palembang yang identik dengan Sungai Musi:

Sungai Musi: Lebih dari Sekadar Aliran Air

Sungai Musi, bagi masyarakat Palembang, bukanlah sekadar aliran air. Ia adalah nadi kehidupan, sejarah, dan budaya yang telah membelah kota ini sejak zaman dahulu. Berikut beberapa karakteristik unik Palembang yang erat kaitannya dengan Sungai Musi:

  • Identitas Kota: Sungai Musi menjadi identitas utama kota Palembang. Keberadaannya membagi kota menjadi dua bagian, Seberang Ulu dan Seberang Ilir, yang masing-masing memiliki karakteristik dan sejarahnya sendiri.
  • Sarana Transportasi Utama: Sejak zaman Kerajaan Sriwijaya, Sungai Musi telah menjadi jalur transportasi utama untuk perdagangan dan mobilitas masyarakat. Hingga kini, sungai ini masih digunakan sebagai sarana transportasi, baik untuk angkutan umum maupun wisata.
  • Sumber Mata Pencaharian: Banyak masyarakat Palembang menggantungkan hidupnya pada Sungai Musi. Aktivitas perikanan, pariwisata, dan transportasi air menjadi sumber mata pencaharian utama.
  • Inspirasi Seni dan Budaya: Sungai Musi sering menjadi tema dalam berbagai karya seni, sastra, dan lagu. Keindahannya menginspirasi banyak seniman untuk menciptakan karya-karya yang memukau.
  • Pusat Aktivitas Masyarakat: Di sepanjang Sungai Musi, terdapat banyak tempat wisata, pusat kuliner, dan pusat perbelanjaan yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat Palembang.
  • Simbol Kehidupan: Sungai Musi sering diibaratkan sebagai nadi kehidupan bagi masyarakat Palembang. Keberadaannya memberikan kesejukan dan keasrian di tengah hiruk pikuk kota.

Jembatan Ampera: Ikon Kota Palembang

Tak lengkap rasanya membahas Sungai Musi tanpa menyebut Jembatan Ampera. Jembatan yang dapat dibuka dan ditutup ini menjadi ikon kota Palembang dan menjadi saksi bisu perkembangan kota. Jembatan Ampera tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antara Seberang Ulu dan Seberang Ilir, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan masyarakat Palembang.

Ancaman dan Upaya Pelestarian

Meskipun memiliki peran yang sangat penting, Sungai Musi juga menghadapi berbagai ancaman seperti pencemaran, pendangkalan, dan alih fungsi lahan. Namun, pemerintah dan masyarakat setempat terus berupaya untuk melestarikan Sungai Musi melalui berbagai program seperti penghijauan, pembersihan sungai, dan sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Kesimpulan

Sungai Musi adalah bagian tak terpisahkan dari identitas kota Palembang. Keberadaannya telah membentuk sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Palembang. Oleh karena itu, pelestarian Sungai Musi menjadi tanggung jawab bersama agar keindahan dan manfaatnya dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

 


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

A. BERILAH TANDA SILANG (X) PADA HURUF A, B, ATAU C PADA JAWABAN YANG BENAR! 1. Kerajaan Hindu tertua di Indonesia adalah kerajaan …. a. Sriwijaya b. Singasari c. Kutai d. Majapahit 2. Prasasti Batu Bertulis, Prasasti Tugu dan Prasasti Kebon Kopi adalah peninggalan kerajaan …. a. Majapahit b. Demak c. Tarumanegara d. Gowa-Tallo 3. Kerajaan Mataram Islam mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan …. a. Hayam Wuruk b. Sultan Agung c. Sultan Ageng Tirtayasa d. Sultan Hasanudin 4. Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah …. a. Aceh b. Demak c. Gowa-Tallo d. Samudra Pasai 5. Berikut adalah peninggalan kerajaan Islam, kecuali … a. Masjid Demak b. Menara Kudus c. Candi Borobudur d. Pondok Pesantren 6. Kerajaan Majapahit dikenal dengan kerajaan yang mempunyai …. a. Permaisuri yang cantik-cantik b. Angkatan darat yang banyak c. Raja-raja yang bijak d. Kekuatan maritim yang besar 7. Berikut ini yang bukan termasuk kenampakan alam adalah …. a. Sungai b. Pelabuhan c. Danau d. Gunung 8. Daratan yang menjorok ke laut dinamakan …. a. Lembah b. Teluk c. Selat d. Tanjung 9. Wilayah Indonesia dibagi menjadi …. waktu. a. 3 bagian b. 4 bagian c. 2 bagian d. 1 bagian 10. Dataran tinggi Dieng terdapat di Provinsi …. a. Jawa Tengah b. Jawa timur c. Jawa barat d. Banten 11. Kota Semarang, Palembang dan Padang termasuk wilayah Indonesia dengan pembagian waktu … a. WITA b. WIB c. WIT d. WIS 12. Keanekaragaman suku-suku bangsa Indonesia antara lain dipengaruhi oleh …. a. Perbedaan kondisi lingkungan yang ditempati b. Persamaan lingkungan pulau yang ditempati c. Banyaknya gunung berapi di Indonesia d. Perbedaan jenis iklim antar pulau di Indonesia 13. Suku Asmat, Bintuni dan Sentani berasal dari pulau …. a. Kalimantan b. Sumatra c. Papua d. Jawa 14. Upacara pembakaran jenazah di Bali dikenal dengan nama …. a. Wiwit b. Legong c. Ngaben d. Kecak 15. Berikut adalah suku-suku yang ada di pulau Jawa, kecuali …. a. Jawa b. Sunda c. Toraja d. Tengger 16. Alat musik berikut ini yang berasal dari daerah Nusa Tenggara adalah …. a. Bonang b. Sasando c. Popondi d. Rebab 17. Berikut ini adalah contoh pakaian adat yang benar sesuai daerah asalnya adalah …. a. Ulos dari Jawa Barat b. Baju Kurung dari Sumatra Barat c. Beskap dari Sumatra Utara d. Kebaya dari Kalimantan Selatan 18. Berikut yang tidak termasuk kebudayaan daerah Indonesia adalah …. a. Tarian daerah b. Lagu daerah c. Bahasa daerah d. Tanah daerah 19. Orang yang menggunakan jasa atau barang disebut …. a. produsen b. Distributor c. Konsumen d. Penyalur 20. Kegiatan ekonomi yang menghasilkan barang, yaitu …. a. Usaha angkutan b. Usaha tukang cukur c. Usaha pelayanan kesehatan d. Usaha membuat makanan

7

5.0

Jawaban terverifikasi

Eno Bastian: "Selamat slang, Pak." Wakil Perusahaan: "Selamat siang, Mas. Mari, silakan duduk." Eno Bastian: "Terima kasih, Pak." Wakil Perusahaan: "Sebenarnya, apa yang terjadi, Mas?" Eno Bastian: "Begini, Pak. Saya sebagai wakil dari teman-teman buruh PT Sagara Food ingin menyampaikan beberapa hal kepada Bapak." Wakil Perusahaan: "Silakan Anda sampaikan." Eno Bastian: "Terima kasih, Pak. Saya sebagai wakil dari teman-teman ingin menanyakan gaji kami sekarang, Pak." Wakil Perusahaan: "Maksud Anda?" Eno Bastian: "Menurut ketetapan gubernur, upah minimal Kabupaten Sukamaju sekarang mencapai Rp2.513.000,00, sedangkan gaji kami sekarang masih Rp2.250.000,00." Wakil Perusahaan: "Maaf, Mas. Biaya produksi awal tahun ini sedang melonjak. Harga kebutuhan pokok makin mahal. Karena itu, perusahaan belum bisa memenuhi permintaan buruh." Eno Bastian: "Akan tetapi, kebutuhan pokok buruh sekarang juga mengalami kenaikan, Pak. Kalau memang pihak perusahaan tidak bisa memenuhi permintaan kami, terpaksa kami akan melakukan mogok kerja." Wakil Perusahaan: "Tidak bisa begitu. Kita harus mencari jalan tengah dalam mengatasi masalah ini." Eno Bastian: "Kami mohon kebijaksanaan, Bapak." Wakil Perusahaan: "Begini saja. Nanti saya akan berbicara dengan direktur perusahaan. Saya akan menyampaikan permintaan tersebut. Akan tetapi, saya hanya mengusulkan kenaikan upah paling besar menjadi Rp2.350.000,00." Eno Bastian: "Tolonglah, Pak. Kalau bisa, naikkan lebih dari itu. Kami butuh upah standar untuk dapat hidup layak." Wakil Perusahaan: "Baiklah, akan saya usahakan. Sekarang Anda tenangkan teman-teman. Kembalilah bekerja seperti semula." Eno Bastian: "Baiklah, Pak. Terima kasih, Pak. Selamat siang." Wakil Perusahaan: "Selamat siang." Tentukan struktur dari teks negosiasi tersebut.

4

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan