Fai F

28 Mei 2024 10:05

Iklan

Iklan

Fai F

28 Mei 2024 10:05

Pertanyaan

kandungan polutan pada organisme herbivor, karnivor, dan konsumen puncak

kandungan polutan pada organisme herbivor, karnivor, dan konsumen puncak


2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Kevin L

Bronze

28 Mei 2024 12:50

Jawaban terverifikasi

【Jawaban】: Organisme herbivor, karnivor, dan konsumen puncak semuanya dapat mengandung polutan. Polutan ini dapat berasal dari lingkungan tempat mereka hidup, makanan yang mereka konsumsi, atau dari proses biologis mereka sendiri. 【Penjelasan】: Organisme herbivor, karnivor, dan konsumen puncak semuanya dapat mengandung polutan. Polutan ini dapat berasal dari lingkungan tempat mereka hidup, makanan yang mereka konsumsi, atau dari proses biologis mereka sendiri. Misalnya, polutan dapat masuk ke dalam tubuh organisme melalui makanan yang mereka konsumsi. Jika makanan tersebut terkontaminasi oleh polutan, maka polutan tersebut akan masuk ke dalam tubuh organisme. Selain itu, polutan juga dapat masuk ke dalam tubuh organisme melalui proses biologis mereka sendiri. Misalnya, beberapa jenis polutan dapat masuk ke dalam tubuh organisme melalui proses pernapasan. Akhirnya, polutan juga dapat masuk ke dalam tubuh organisme melalui proses ekskresi. Misalnya, beberapa jenis polutan dapat masuk ke dalam tubuh organisme melalui proses ekskresi.


Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

29 Mei 2024 02:58

Jawaban terverifikasi

<p><strong>Konsep Keseimbangan Ekosistem</strong></p><p>Keseimbangan ekosistem merujuk pada kondisi di mana komponen-komponen biotik (makhluk hidup seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme) dan abiotik (faktor fisik dan kimia seperti air, tanah, dan iklim) berinteraksi dengan harmonis. Dalam kondisi seimbang, ekosistem dapat mempertahankan struktur, fungsi, dan produktivitasnya secara berkelanjutan.</p><p>Beberapa konsep kunci dalam keseimbangan ekosistem meliputi:</p><p><strong>Rantai Makanan dan Jaring Makanan:</strong> Ini melibatkan aliran energi dan nutrisi dari satu organisme ke organisme lain melalui proses makan dan dimakan. Produsen (tumbuhan) mengubah energi matahari menjadi makanan, yang kemudian dimakan oleh konsumen primer (herbivora), yang kemudian dimakan oleh konsumen sekunder (karnivora), dan seterusnya.</p><p><strong>Siklus Biogeokimia:</strong> Siklus ini mencakup pergerakan elemen seperti karbon, nitrogen, dan fosfor melalui komponen biotik dan abiotik ekosistem. Proses seperti fotosintesis, respirasi, dan dekomposisi memainkan peran penting dalam siklus ini.</p><p><strong>Populasi dan Dinamika Komunitas:</strong> Ini mengacu pada ukuran populasi spesies tertentu dan interaksi antar spesies dalam suatu komunitas. Faktor-faktor seperti predasi, persaingan, simbiosis, dan parasitisme mempengaruhi keseimbangan ini.</p><p><strong>Homeostasis Ekologis:</strong> Ekosistem memiliki mekanisme untuk mempertahankan stabilitas meskipun ada gangguan eksternal. Misalnya, mekanisme umpan balik negatif dapat membantu menstabilkan populasi spesies.</p><p><strong>Urgensi Keseimbangan Ekosistem</strong></p><p>Keseimbangan ekosistem memiliki urgensi yang tinggi karena beberapa alasan:</p><p><strong>Keberlanjutan Sumber Daya Alam:</strong> Ekosistem yang seimbang mendukung keberlanjutan sumber daya alam yang kita andalkan untuk makanan, air, udara bersih, dan bahan baku. Gangguan pada keseimbangan ini dapat mengakibatkan penurunan produktivitas dan kerugian ekonomi.</p><p><strong>Keanekaragaman Hayati:</strong> Ekosistem yang seimbang mendukung keanekaragaman hayati yang tinggi. Keanekaragaman hayati penting untuk stabilitas ekosistem, adaptasi terhadap perubahan, dan penyediaan layanan ekosistem seperti penyerbukan, pengendalian hama alami, dan pemurnian air.</p><p><strong>Layanan Ekosistem:</strong> Ekosistem menyediakan berbagai layanan penting bagi manusia, termasuk pengaturan iklim, pengendalian banjir, perlindungan pantai, dan penyimpanan karbon. Gangguan pada ekosistem dapat mengurangi kapasitasnya untuk menyediakan layanan-layanan ini.</p><p><strong>Kesehatan Manusia:</strong> Ekosistem yang seimbang berkontribusi terhadap kesehatan manusia dengan menjaga kualitas udara dan air, serta menyediakan sumber pangan dan obat-obatan alami. Gangguan pada ekosistem dapat meningkatkan risiko penyakit dan masalah kesehatan lainnya.</p><p><strong>Mitigasi Perubahan Iklim:</strong> Hutan dan lahan basah yang sehat menyerap dan menyimpan karbon dioksida, membantu mengurangi dampak perubahan iklim. Gangguan pada ekosistem ini dapat melepaskan karbon yang tersimpan dan memperburuk pemanasan global.</p>

Konsep Keseimbangan Ekosistem

Keseimbangan ekosistem merujuk pada kondisi di mana komponen-komponen biotik (makhluk hidup seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme) dan abiotik (faktor fisik dan kimia seperti air, tanah, dan iklim) berinteraksi dengan harmonis. Dalam kondisi seimbang, ekosistem dapat mempertahankan struktur, fungsi, dan produktivitasnya secara berkelanjutan.

Beberapa konsep kunci dalam keseimbangan ekosistem meliputi:

Rantai Makanan dan Jaring Makanan: Ini melibatkan aliran energi dan nutrisi dari satu organisme ke organisme lain melalui proses makan dan dimakan. Produsen (tumbuhan) mengubah energi matahari menjadi makanan, yang kemudian dimakan oleh konsumen primer (herbivora), yang kemudian dimakan oleh konsumen sekunder (karnivora), dan seterusnya.

Siklus Biogeokimia: Siklus ini mencakup pergerakan elemen seperti karbon, nitrogen, dan fosfor melalui komponen biotik dan abiotik ekosistem. Proses seperti fotosintesis, respirasi, dan dekomposisi memainkan peran penting dalam siklus ini.

Populasi dan Dinamika Komunitas: Ini mengacu pada ukuran populasi spesies tertentu dan interaksi antar spesies dalam suatu komunitas. Faktor-faktor seperti predasi, persaingan, simbiosis, dan parasitisme mempengaruhi keseimbangan ini.

Homeostasis Ekologis: Ekosistem memiliki mekanisme untuk mempertahankan stabilitas meskipun ada gangguan eksternal. Misalnya, mekanisme umpan balik negatif dapat membantu menstabilkan populasi spesies.

Urgensi Keseimbangan Ekosistem

Keseimbangan ekosistem memiliki urgensi yang tinggi karena beberapa alasan:

Keberlanjutan Sumber Daya Alam: Ekosistem yang seimbang mendukung keberlanjutan sumber daya alam yang kita andalkan untuk makanan, air, udara bersih, dan bahan baku. Gangguan pada keseimbangan ini dapat mengakibatkan penurunan produktivitas dan kerugian ekonomi.

Keanekaragaman Hayati: Ekosistem yang seimbang mendukung keanekaragaman hayati yang tinggi. Keanekaragaman hayati penting untuk stabilitas ekosistem, adaptasi terhadap perubahan, dan penyediaan layanan ekosistem seperti penyerbukan, pengendalian hama alami, dan pemurnian air.

Layanan Ekosistem: Ekosistem menyediakan berbagai layanan penting bagi manusia, termasuk pengaturan iklim, pengendalian banjir, perlindungan pantai, dan penyimpanan karbon. Gangguan pada ekosistem dapat mengurangi kapasitasnya untuk menyediakan layanan-layanan ini.

Kesehatan Manusia: Ekosistem yang seimbang berkontribusi terhadap kesehatan manusia dengan menjaga kualitas udara dan air, serta menyediakan sumber pangan dan obat-obatan alami. Gangguan pada ekosistem dapat meningkatkan risiko penyakit dan masalah kesehatan lainnya.

Mitigasi Perubahan Iklim: Hutan dan lahan basah yang sehat menyerap dan menyimpan karbon dioksida, membantu mengurangi dampak perubahan iklim. Gangguan pada ekosistem ini dapat melepaskan karbon yang tersimpan dan memperburuk pemanasan global.


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Ganggang hijau sebagai PST yang aman dikonsumsi manusia, antara lain... A. Spirukina maxima B. Chlorella sp. C. Candida utilis D. Fusarium graminearum E. Saccharomyces cerevisiae

18

0.0

Jawaban terverifikasi