Evamardiana E

04 Oktober 2021 19:52

Pertanyaan

Kalimat yang tepat untuk mengawali pidato adalah …. a. Cukup lama waktu yang saya habiskan di sini. b. Pertama tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa c. Alhamduhllah dalam perjumpaan kita tutup d. Saya kira sekolah kita tidak menyenangkan seperti ini.


32

2

Jawaban terverifikasi

Gamila G

07 Oktober 2021 09:54

Jawaban terverifikasi

Halo Eva, Kakak bantu ya. Pidato merupakan kegiatan berbicara di depan umum untuk memberikan pendapat atau gambaran mengenai suatu hal. Struktur pidato: 1. Pembukaan, terdiri dari beberapa bagian, di antaranya ialah salam pembuka, ucapan penghormatan, dan juga ucapan syukur. 2. Isi pidato, berisi inti dari sesuatu yang akan disampaikan. 3. Penutup pidato, bagian akhir dari sebuah pidato yang di mana biasanya meliputi kesimpulan, permintaan maaf kepada pendengar dan juga salam penutup. Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa kalimat yang tepat untuk mengawali pidato adalah "Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa". Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B. Semoga membantu, ya.


Iklan

Gamila G

05 Oktober 2021 02:00

Kalimat yang tepat untuk mengawali pidato adalah B. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Tanya ke Forum

Roboguru Plus

Chat Tutor

Pertanyaan serupa

bagaimna cara membuat teks ulasan

38

0.0

Jawaban terverifikasi

Tidak Tidak semua orang memiliki kesempatan bilang tidak. Apalagi Sami. Dua puluh tahun ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di keluarga Kobot, orang terkaya di kotanya. Kata "tidak", seperti sudah terlepas dari perbendaharaan Sami. Setiap hari ia melayani keluarga pedagang yang sukses itu. Mereka memperlakukannya dalam dengan baik. Pendapatannya cukup. Untuk makan, menyekolahkan anak, dan sedikit senang-senang. Tetapi justru semua itu menyebabkan ia bertambah jauh dari kata tidak. Seluruh hidupnya sudah diatur oleh Kobot. Sami tak perlu lagi berpikir. Kalau harga-harga kebutuhan naik, ia tinggal bersabar saja menunggu. Keluarga Kobot akan mengerti, lalu memberikannya kenaikan atau hadiah-hadiah untuk mengganjal. Pada hari raya atau awal tahun pergantian pelajaran, Sami juga tinggal menunggu hadiah-hadiah untuk mengongkosi sekolah dan keperluan keluarga yang lain. Hidup Sami cukup. Ia tinggal memperhatikan tugas-tugasnya, merawat supaya rumah tetap tetangga bersih. Menyediakan segala keperluan kalau ada tamu. la bertanggung jawab atas segala keselamatan di dalam rumah. Ia mendapat kebebasan untuk melakukan apa saja sesuai dengan tugas-tugasnya. Tetapi dengan begitu sekaligus ia juga sama sekali tidak muncul setiap hari karena sudah menjadi bagian dari siang di rumah itu. Karena Sami sepanjang hari berada di dalam rumah Kobot, Sami tak pernah benar-benar hadir di rumahnya sendiri. Malam ia duduk bersama keluarga menonton televisi. Kadang-kadang ikut ngobrol di dalam gang bersama Seringkali ikut menghadiri rapat pemilihan RT. Sekali-kali keluar kerja bakti. Nimbrung satu dua kalimat kalau ada orang berembuk. Tetapi ia tidak pernah sampai pada soal memutuskan ya atau tidak. Ia lebih banyak ikut suara terbanyak. la sudah terbiasa untuk ikut saja. Yang jelas pasang surut di dalam kehidupan sama sekali tidak pernah memengaruhi nasibnya. Sumber: Putu Wijaya, "Tidak dalam Zig Zag Kumpulan Cerpen, Jakarta, Pustaka Firdaus, 2003 2. Tentukan latar yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut!

25

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan