Farhan C

02 Januari 2022 17:50

Iklan

Iklan

Farhan C

02 Januari 2022 17:50

Pertanyaan

Bacalah kutipan puisi berikut! Pagiku hilang sudah melayang Hari mudaku sudah pergi Sekarang petang datang membayang Batang usiaku sudah tinggi. Aku lalai di hari pagi Beta lengah di masa muda Kini hidup meracuni hati Miskin ilmu miskin harta Kata petang mempunyai makna lambang a. suasana senja b. masa tua C. waktu sore hari d. kehidupan manusia


699

2


Iklan

Iklan

M. Ni'Mah

Mahasiswa/Alumni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

06 Januari 2022 14:36

Halo, Farhan C. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Kakak bantu jawab ya. Jawaban yang benar untuk soal di atas adalah B. Untuk mengetahui alasannya, simak penjelasannya ya. Puisi adalah salah satu jenis karya sastra yang gaya bahasanya sangat ditentukan oleh irama, rima, serta penyusunan larik dan bait. Bisa dibilang puisi adalah syair yang indah. Dalam penyusunan puisi, biasanya menggunakan lambang, majas, atau kias yang akan membuat puisi lebih indah dan bermakna. Puisi tersebut menggambarkan tentang kehidupan manusia yang terus berjalan menua. Kata petang pada larik ketiga "Sekarang petang datang membayang" mempunyai makna lambang "masa tua." Hal itu juga dikuatkan juga dengan larik sebelumnya, yakni "Hari mudaku sudah pergi" yang artinya masa mudanya telah berlalu. Berdasarkan penjelasan di atas, kata petang mempunyai makna lambang masa tua. Dengan demikian, jawaban yang benar adalah B. Semoga membantu ya.


Iklan

Iklan

Sahiran L

19 Januari 2024 14:52

Tentukan jenis dari teks cerita inspirasi yang berjudul kisah ibu dan anak


Adelia V

21 Januari 2024 07:10

Makasih sebanyak-banyaknya 😄

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Bacalah kutipan buku nonfiksi berikut! Puputan Upacara puputan atau dhautan bagi masyarakat Jawa merupakan upacara yang dilakukan dalam rangkaian upacara kelahiran seorang anak. Upacara ini dilaksanakan pada sore hari ketika tali pusar si bayi telah putus atau lepas (puput atau dhaut berarti lepas). Waktu yang diperlukan untuk penyelenggaraan puputan tidak dapat ditentukan secara pasti Hal ini bergantung kepada lama tidaknya tali pusar si bayi lepas dengan sendirinya. Tali pusar si bayi dapat putus sebelum seminggu bahkan lebih dari seminggu sejak kelahiran. Keluarga si bayi harus siap mengadakan upacara puputan jika sewaktu- waktu tali pusar tersebut putus. Upacara ini diselenggarakan dengan mengadakan kenduri atau selamatan yang dihadiri oleh kerabat dan tetangga terdekat. Sesajian (makanan) yang disediakan dalam upacara puputan, antara lain nasi gudangan yang terdiri atas nasi dengan lauk-pauk, sayur-mayur dan parutan kelapa, bubur merah, bubur putih, dan jajan pasar. Upacara puputan biasanya ditandai dengan dipasangnya sawuran (bawang merah, dlingo bengle yang dimasukkan ke ketupat), dan aneka macam duri kemarung di sudut- sudut kamar bayi. Selain sawuran dipasang juga daun nanas yang diberi warna hitam putih (bergaris-garis), daun apa-apa, awar-awar, girang, dan duri kemarung. Di halaman rumah dipasang tumbak sewu, yaitu sapu lidi yang didirikan dengan tegak. Di tempat tidur si bayi diletakkan benda-benda tajam seperti pisau dan gunting. Dalam upacara puputan dhautan terdapat makna atau lambang atau yang tersirat dalam makanan dan alat yang digunakan tersebut. Sumber: Maryani, Indonesia nan Indah: Upacara Adat, Semarang. Alprin, 2019 Buatlah rangkuman isi kutipan buku nonfiksi tersebut!

404

0.0

Jawaban terverifikasi