Nabila A

15 September 2022 11:01

Iklan

Nabila A

15 September 2022 11:01

Pertanyaan

kaisiepo dalam konferensi malino meminta agar wilayah irian barat digabungkan ke .... a. keresidenan sulawesi utara b. nederland c. indonesia timur d. borneo e. jawa timur

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

05

:

15

:

39

Klaim

4

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

S. SALSABILLA

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

28 September 2022 08:53

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang tepat adalah A.</p><p>&nbsp;</p><p>Untuk lebih jelasnya, yuk simak pembahasan berikut.</p><p>&nbsp;</p><p>Frans Kaisepo adalah tokoh yang mempopulerkan lagu Indonesia Raya di Papua saat menjelang Indonesia merdeka. Ia juga turut berperan dalam pendirian Partai Indonesia Merdeka (PIM) pada tanggal 10 Mei 1946.&nbsp;Pada tahun yang sama, Frans menjadi anggota delegasi pada Konferensi Malino di Sulawesi Selatan. Frans menjadi satu-satunya wakil Papua di sana. Dia lebih suka menyebut seluruh daerah Papua sebagai Irian.</p><p>“Nama ini diberikan oleh almarhum Frans Kaisiepo di pertemuan Malino. Untuk menyebut tanah Papua yang terletak dekat khatulistiwa dan terpampang sinar matahari," tulis Filep Karma.</p><p>Sukarno kemudian menciptakan akronimnya sendiri untuk kata Papua: Ikut Republik Indonesia Anti Nederland. Dalam Konferensi Malino tersebut, Frans termasuk penentang berdirinya negara Indonesia Timur (NIT). Frans lebih memilih Papua bersatu dengan Sulawesi Utara sebagai bagian dari Indonesia.</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, Kaisiepo dalam Konferensi Malino meminta agar wilayah Irian Barat digabungkan ke Sulawesi Utara.</p>

Jawaban yang tepat adalah A.

 

Untuk lebih jelasnya, yuk simak pembahasan berikut.

 

Frans Kaisepo adalah tokoh yang mempopulerkan lagu Indonesia Raya di Papua saat menjelang Indonesia merdeka. Ia juga turut berperan dalam pendirian Partai Indonesia Merdeka (PIM) pada tanggal 10 Mei 1946. Pada tahun yang sama, Frans menjadi anggota delegasi pada Konferensi Malino di Sulawesi Selatan. Frans menjadi satu-satunya wakil Papua di sana. Dia lebih suka menyebut seluruh daerah Papua sebagai Irian.

“Nama ini diberikan oleh almarhum Frans Kaisiepo di pertemuan Malino. Untuk menyebut tanah Papua yang terletak dekat khatulistiwa dan terpampang sinar matahari," tulis Filep Karma.

Sukarno kemudian menciptakan akronimnya sendiri untuk kata Papua: Ikut Republik Indonesia Anti Nederland. Dalam Konferensi Malino tersebut, Frans termasuk penentang berdirinya negara Indonesia Timur (NIT). Frans lebih memilih Papua bersatu dengan Sulawesi Utara sebagai bagian dari Indonesia.

 

Dengan demikian, Kaisiepo dalam Konferensi Malino meminta agar wilayah Irian Barat digabungkan ke Sulawesi Utara.


Iklan

Elisna F

09 Januari 2024 15:46

Nasionalisme dilas Papare makin menggelora setelah mendapat gemblengan dari


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

29

5.0

Jawaban terverifikasi