Samuel S

30 Agustus 2023 14:15

Iklan

Samuel S

30 Agustus 2023 14:15

Pertanyaan

jepang pada masa kaisar tenno haika menerapkan teori kedaulatan A raja B tuhan C hukum D negara

jepang pada masa kaisar tenno haika menerapkan teori kedaulatan

A raja

B tuhan

C hukum

D negara 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

13

:

32

:

10

Klaim

4

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Ahmad A

31 Agustus 2023 04:03

Jawaban terverifikasi

<p>B. Tuhan</p><p>Dalam konteks Jepang kuno, pemerintahan Kaisar dianggap memiliki legitimasi dan otoritas yang bersumber dari hubungannya dengan entitas rohaniah atau tuhan. Pemerintah Kaisar dianggap sebagai representasi langit di bumi dan keputusan-keputusan yang diambil oleh Kaisar dianggap sebagai kehendak Tuhan. Oleh karena itu, teori kedaulatan di Jepang kuno lebih cenderung mengacu pada legitimasi yang diberikan oleh keberadaan spiritual atau tuhan.</p>

B. Tuhan

Dalam konteks Jepang kuno, pemerintahan Kaisar dianggap memiliki legitimasi dan otoritas yang bersumber dari hubungannya dengan entitas rohaniah atau tuhan. Pemerintah Kaisar dianggap sebagai representasi langit di bumi dan keputusan-keputusan yang diambil oleh Kaisar dianggap sebagai kehendak Tuhan. Oleh karena itu, teori kedaulatan di Jepang kuno lebih cenderung mengacu pada legitimasi yang diberikan oleh keberadaan spiritual atau tuhan.


Iklan

Vincent M

Community

01 September 2023 14:26

Jawaban terverifikasi

<p>Pada masa Kaisar Tenno Haikal (atau dikenal juga sebagai Kaisar Jimmu), yang merupakan legenda pendiri Jepang dan diperkirakan hidup ribuan tahun yang lalu, Jepang menerapkan teori kedaulatan yang dikenal sebagai opsi <strong>B. Tuhan.</strong></p><p>Dalam mitologi Jepang, Kaisar Jimmu dianggap sebagai keturunan langsung dari dewa matahari, Amaterasu. Konsep ini menciptakan legitimasi spiritual untuk otoritas kaisar dan membentuk dasar bagi sistem pemerintahan Jepang pada masa itu. Pemerintahan Kaisar Jimmu dan para kaisar awal Jepang didasarkan pada klaim keturunan dari dewa, dan kaisar dianggap sebagai figur rohawi yang memiliki kewenangan tertinggi dalam negara.</p><p>Selama sebagian besar sejarah awal Jepang, sistem pemerintahan ini dikenal sebagai sistem Kekaisaran, di mana kaisar adalah kepala negara dan dianggap sebagai dewa atau representasi dewa di dunia fisik. Ini adalah salah satu contoh teori kedaulatan yang didasarkan pada pandangan bahwa pemimpin adalah entitas spiritual atau dewa yang memerintah atas nama masyarakat.</p><p>Namun, penting untuk dicatat bahwa seiring berjalannya waktu, peran dan wewenang kaisar dalam pemerintahan Jepang mengalami perubahan. Setelah Restorasi Meiji pada abad ke-19, Jepang mengalami modernisasi dan perubahan politik yang signifikan, dan peran kaisar lebih diarahkan pada simbolisme nasional daripada otoritas politik langsung. Pada saat ini, Jepang adalah negara yang menerapkan sistem monarki konstitusional, di mana kaisar memiliki peran seremonial dan simbolis, sedangkan pemerintahan sehari-hari dilakukan oleh pemerintah terpilih.</p>

Pada masa Kaisar Tenno Haikal (atau dikenal juga sebagai Kaisar Jimmu), yang merupakan legenda pendiri Jepang dan diperkirakan hidup ribuan tahun yang lalu, Jepang menerapkan teori kedaulatan yang dikenal sebagai opsi B. Tuhan.

Dalam mitologi Jepang, Kaisar Jimmu dianggap sebagai keturunan langsung dari dewa matahari, Amaterasu. Konsep ini menciptakan legitimasi spiritual untuk otoritas kaisar dan membentuk dasar bagi sistem pemerintahan Jepang pada masa itu. Pemerintahan Kaisar Jimmu dan para kaisar awal Jepang didasarkan pada klaim keturunan dari dewa, dan kaisar dianggap sebagai figur rohawi yang memiliki kewenangan tertinggi dalam negara.

Selama sebagian besar sejarah awal Jepang, sistem pemerintahan ini dikenal sebagai sistem Kekaisaran, di mana kaisar adalah kepala negara dan dianggap sebagai dewa atau representasi dewa di dunia fisik. Ini adalah salah satu contoh teori kedaulatan yang didasarkan pada pandangan bahwa pemimpin adalah entitas spiritual atau dewa yang memerintah atas nama masyarakat.

Namun, penting untuk dicatat bahwa seiring berjalannya waktu, peran dan wewenang kaisar dalam pemerintahan Jepang mengalami perubahan. Setelah Restorasi Meiji pada abad ke-19, Jepang mengalami modernisasi dan perubahan politik yang signifikan, dan peran kaisar lebih diarahkan pada simbolisme nasional daripada otoritas politik langsung. Pada saat ini, Jepang adalah negara yang menerapkan sistem monarki konstitusional, di mana kaisar memiliki peran seremonial dan simbolis, sedangkan pemerintahan sehari-hari dilakukan oleh pemerintah terpilih.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Contoh perilaku sesuai dengan sila ke 2 pancasila

8

5.0

Jawaban terverifikasi