Rahmat S
13 Mei 2022 04:26
Iklan
Rahmat S
13 Mei 2022 04:26
Pertanyaan
3
1
Iklan
D. Trinuria
Mahasiswa/Alumni Universitas Jember
30 September 2022 07:44
Jawaban benar adalah Perundingan Linggarjati pada tanggal 10 November 1946, Perundingan Renville 8 Desember 1947 sampai 17 Januari 1948- Konferensi Inter Indonesia - KMB.
Kronologi sejarah merupakan kegiatan menyusun peristiwa atau kejadian sesuai urutan waktu terjadinya.
Pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia merupakan usaha untuk mempetahankan kemerdekaan dari gangguan dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu usaha untuk mempertahankan kemerdekaan adalah dengan mengadakan perundingan dengan Belanda yang ingin menguasai kemerdekaan Indonesia.
Urutan kronologi pelaksanaan perunndingan pada masa kemerdekaan adalah :
A. Perundingan Linggarjati laksanakan pada tanggal 10 November 1946 di Linggarjati, Jawa Barat. Hasil perundingan Linggarjati ditandatangani secara resmi pada tanggal 25 Maret 1947.
Dalam perundingan Linggarjati, Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir sebagai ketua serta Mohammad Roem, Mr. Susanto Tirtoprojo, dan Dr. A. K. Gani sebagai anggota. Belanda diwakili oleh Prof. Schermerhorn sebagai ketua serta De Boer dan Van Pool sebagai anggota. Sedangkan yang bertindak sebagai penengah adalah Inggris yang diwakili oleh Lord Killeran.
Hasil perundingan Linggarjati adalah:
1) Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan yang meliputi Sumatera, Jawa, dan Madura.
2) Belanda sudah harus meninggalkan daerah de facto paling lambat tanggal 1 Januari 1949.
3) Republik Indonesia dan Belanda akan bekerja sama dalam membentuk Negeri Indonesia Serikat, dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS), yang salah satu negara bagiannya adalah Republik Indonesia (RI).
4) RIS dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda selaku ketuanya.
B. Perundingan Renville dilaksankan pada tanggal 8 Desember 1947 hingga 17 Januari 1948 di atas kapal perang Amerika Serikat USS Renville yang saat itu berlabuh di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.
Pada perundingan Renville, delegasi Indonesia dipimpin oleh Perdana Menteri Amir Syarifudin serta Ali Sastroamijoyo, H Agus Salim, Dr. J. Leimena, Dr. Coatik Len, dan Nasrun. Delegasi Kerajaan Belanda dipimpin oleh Kolonel KNIL R. Abdul Kadir Wijoyoatmojo serta Mr. HAL Van Vredenburg, Dr. PJ Koets, dan Mr. Dr. Chr. Soumokil. Sementara itu mediator PBB dipimpin oleh Frank Graham, Paul Van Zeeland, dan Richard Kirby.
Hasil perundingan Renville adalah :
1) Pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan segera.
2) Republik Indonesia merupakan negara bagian RIS.
3) Belanda tetap menguasai seluruh Indonesia sebelum RIS terbentuk.
4) Wilayah Republik Indonesia yang diakui Belanda hanya Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Sumatera.
5) Wilayah kekuasaan Indonesia dengan Belanda dipisahkan oleh garis demarkasi yang disebut Garis Van Mook.
6) TNI harus ditarik mundur dari Jawa Barat dan Jawa Timur atau wilayah-wilayah kekuasaan Belanda.
7) Akan dibentuk UNI Indonesia-Belanda dengan kepalanya Raja Belanda.
8) Akan diadakan plebisit atau referendum (pemungutan suara) untuk menentukan nasib wilayah dalam RIS.
9) Akan diadakan pemilihan umum untuk membentuk Dewan Konstituante RIS.
C. Konferensi Inter Indonesia antara pemerintah Indonesia dengan negara bentukan Belanda (BFO), dilaksanakan dua kali yaitu 19 sampai 22 Juli 1949 dan 31 Juli sampai 3 Agustus 1949. Konferensi Inter Indonesia I di Yogyakarta dipimpin oleh Mohammad Hatta. Konferensi Inter Indonesia II dipimpin Sultan Hamid selaku ketua BFO. Sedangkan wakil negara-negara bagian dipimpin Gubernur Jenderal Belanda Hubertus Johannes Van Mook. Tujuan Konferensi Inter Indonesia adalah konsolidasi dan menyamakan pandangan dari pihak pemerintah RI dan BFO untuk menghadapi Belanda dalam KMB.
D. Konferensi Meja Bundar (KMB)
Konferensi Meja Bundar (KMB) dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus sampai 2 November 1949 di Den Haag, Belanda. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Mohammad Hatta, delegasi Belanda dipimpin oleh Mr. van Maarseveen, delegasi BFO diketuai Sultan Hamid II, dan UNCI diwakili Chritchley. Pada tanggal 2 November 1949, persetujuan KMB berhasil ditandatangani.
Isi Keputusan Konferensi Meja Bundar adalah:
1) Belanda mengakui RIS sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
2) Pengakuan kedaulatan dilakukan selambat-lambatnya tanggal 30 Desember 1949.
3) Masalah Irian Barat akan diadakan perundingan lagi dalam waktu 1 tahun kemudian setelah pengakuan kedaulatan RIS.
4) Antara RIS dan Kerajaan Belanda akan diadakan hubungan Uni Indonesia Belanda yang dikepalai oleh Ratu Kerajaan Belanda.
5) Kapal-kapal perang Belanda akan ditarik dari Indonesia dengan catatan beberapa korvet (kapal perang kecil) akan diserahkan kepada RIS.
6) Tentara Kerajaan Belanda selekas mungkin ditarik mundur, sedang Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) akan dibubarkan dengan catatan bahwa para anggotanya yang diperlukan akan dimasukkan dalam kesatuan TNI.
Jadi, urutan pelaksanaan perundingan masa revolusi kemerdekaan secara kronologis perundingan Linggarjati, perundingan Renville, Konferensi Inter Indonesia, dan Konferensi Meja Bundar.
· 0.0 (0)
Iklan
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!