Nisaa N

01 November 2022 13:02

Iklan

Nisaa N

01 November 2022 13:02

Pertanyaan

jelaskan upaya pemerintah pada masa demokrasi liberal dalam mengatasi defisit anggaran melalui pinjaman atau utang!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

02

:

59

:

48

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Erwin A

Community

01 November 2022 13:40

Jawaban terverifikasi

<p>Ekonomi Indonesia pada masa ekonomi liberal menghadapi banyak permasalahan seperti meningkatnya biaya hidup dan hutang. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. Dan pemerintah Indonesia berusaha mengatasi masalah ini dengan melaksanakan berbagai program.Setelah pengakuan kedaulatan Indonesia sebagai hasil Konferensi Meja Bundar, diikuti dengan pembentukan dan pembubaran RIS, Indonesia yang telah kembali ke bentuk negara kesatuan dan memasuki masa demokrasi liberal mengalami banyak permasalahan ekonomi, antara lain: besarnya jumlah mata uang yang beredar, Tingginya biaya hidup, Hutang luar negeri yang mencapai 1,5 trilyun Rupiah dan hutang dalam negeri yang mencapai 2,8 trilyun Rupiah. Defisit sebesar 5,1 miliar Rupiah yang harus ditanggung pemerintah, dan Pertambahan jumlah penduduk dengan taraf hidup yang rendah. Permasalahan-permasalahan ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: Ekspor Indonesia hanya bergantung pada satu bidang yaitu pertanian dan perkebunan, Politik keuangan pemerintahan Indonesia masih mewarisi peninggalan kolonial, belum banyak pengalaman dalam menata ekonomi, Tenaga ahli dan dana untuk menata ekonomi belum terpenuhi dengan baik. Terjadi banyak pemberontakan di daerah yang menyebabkan tingginya pengeluaran negara untuk bidang keamanan dan militer. Kabinet yang terlalu sering berganti menyebabkan rencana ekonomi yang telah disusun tidak berhasil dieksekusi sampai sempurna. Upaya-upaya pemerintah untuk memperbaiki keadaan ekonomi antara lain:</p><ol><li>Kebijakan Gunting Syafruddin.</li><li>Sistem Ekonomi Gerakan Banteng.</li><li>Nasionalisasi De Javanesche Bank yang sebelumnya dimiliki oleh Belanda menjadi Bank Indonesia untuk menghilangkan hambatan bagi pemerintah dalam menjalankan kebijakan ekonomi dan moneter seperti pemberian kredit.</li><li>Sistem Ekonomi Ali Baba, yang bertujuan memajukan pengusaha pribumi (Ali) dengan bekerja sama dengan perusahaan non-pribumi (Baba).</li><li>Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT) yang disusun oleh Biro Perancang Nasional dipimpin oleh Menteri Perancang Nasional, Ir. Djuanda.</li><li>Musyawarah Nasional Pembangunan, untuk menghasilkan rencana pembangunan yang menyeluruh untuk jangka panjang.</li><li>Pembubaran Uni Indonesia-Belanda untuk melepaskan diri dari keterikatan ekonomi dengan Belanda.</li></ol><p>Dengan demikian Ekonomi Indonesia pada masa ekonomi liberal menghadapi banyak permasalahan seperti meningkatnya biaya hidup dan hutang. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. Dan pemerintah Indonesia berusaha mengatasi masalah ini dengan melaksanakan berbagai program.</p>

Ekonomi Indonesia pada masa ekonomi liberal menghadapi banyak permasalahan seperti meningkatnya biaya hidup dan hutang. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. Dan pemerintah Indonesia berusaha mengatasi masalah ini dengan melaksanakan berbagai program.Setelah pengakuan kedaulatan Indonesia sebagai hasil Konferensi Meja Bundar, diikuti dengan pembentukan dan pembubaran RIS, Indonesia yang telah kembali ke bentuk negara kesatuan dan memasuki masa demokrasi liberal mengalami banyak permasalahan ekonomi, antara lain: besarnya jumlah mata uang yang beredar, Tingginya biaya hidup, Hutang luar negeri yang mencapai 1,5 trilyun Rupiah dan hutang dalam negeri yang mencapai 2,8 trilyun Rupiah. Defisit sebesar 5,1 miliar Rupiah yang harus ditanggung pemerintah, dan Pertambahan jumlah penduduk dengan taraf hidup yang rendah. Permasalahan-permasalahan ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: Ekspor Indonesia hanya bergantung pada satu bidang yaitu pertanian dan perkebunan, Politik keuangan pemerintahan Indonesia masih mewarisi peninggalan kolonial, belum banyak pengalaman dalam menata ekonomi, Tenaga ahli dan dana untuk menata ekonomi belum terpenuhi dengan baik. Terjadi banyak pemberontakan di daerah yang menyebabkan tingginya pengeluaran negara untuk bidang keamanan dan militer. Kabinet yang terlalu sering berganti menyebabkan rencana ekonomi yang telah disusun tidak berhasil dieksekusi sampai sempurna. Upaya-upaya pemerintah untuk memperbaiki keadaan ekonomi antara lain:

  1. Kebijakan Gunting Syafruddin.
  2. Sistem Ekonomi Gerakan Banteng.
  3. Nasionalisasi De Javanesche Bank yang sebelumnya dimiliki oleh Belanda menjadi Bank Indonesia untuk menghilangkan hambatan bagi pemerintah dalam menjalankan kebijakan ekonomi dan moneter seperti pemberian kredit.
  4. Sistem Ekonomi Ali Baba, yang bertujuan memajukan pengusaha pribumi (Ali) dengan bekerja sama dengan perusahaan non-pribumi (Baba).
  5. Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT) yang disusun oleh Biro Perancang Nasional dipimpin oleh Menteri Perancang Nasional, Ir. Djuanda.
  6. Musyawarah Nasional Pembangunan, untuk menghasilkan rencana pembangunan yang menyeluruh untuk jangka panjang.
  7. Pembubaran Uni Indonesia-Belanda untuk melepaskan diri dari keterikatan ekonomi dengan Belanda.

Dengan demikian Ekonomi Indonesia pada masa ekonomi liberal menghadapi banyak permasalahan seperti meningkatnya biaya hidup dan hutang. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. Dan pemerintah Indonesia berusaha mengatasi masalah ini dengan melaksanakan berbagai program.


Gina R

31 Maret 2023 02:09

🤣🤣🤣🤣🤣

Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi