Adibah A

16 April 2020 15:13

Iklan

Adibah A

16 April 2020 15:13

Pertanyaan

Jelaskan tiga tokoh perjuangan pada masa sebelum pergerakan nasional yang perjuangannya ikut dilandasi motif agama!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

09

:

02

:

02

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

H. Rosa

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

20 Januari 2022 23:34

Jawaban terverifikasi

Halo Adibah. Kakak bantu jawab ya. Tiga tokoh perjuangan pada masa sebelum pergerakan nasional yang perjuangannya ikut dilandasi motif agama adalah Tuanku Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, K.H. Ahmad Dahlan. Berikut penjelasannya ya. 1. Tuanku Imam Bonjol Tuanku Imam Bonjol yang bernama asli Muhammad Shahab merupakan seorang ulama, pemimpin dan pejuang yang berperang melawan Belanda dalam perang Padri. Atas perjuangannya, beliau mendapatkan gelar sebagai salah satu pahlawan nasional. Imam Bonjol belajar agama di Aceh dan mendapat gelar Malin Basa. Ketika beranjak dewasa, Imam Bonjol dikenal sebagai seorang ulama. Beberapa gelar sempat diberikan kepada beliau, seperti Peto Syarif, Malin Basa, dan Tuanku Imam. Kemudian, seorang pemimpin dari Harimau nan Salapan, Tuanku nan Renceh dari Kamang, Agam menunjuknya sebagai Imam bagi kaum Padri di Bonjol. Sejak saat itu, Muhammad Shahab dikenal dengan nama Tuanku Imam Bonjol. Tuanku Imam Bonjol merupakan seorang ulama, pemimpin dan pejuang yang berperang melawan Belanda dalam perang Padri. Perang ini pada awalnya disebabkan karena adanya Kaum Padri yang melakukan aktivitas yang bertentangan dengan ajaran Islam. 2. Pangeran Diponegoro Raden Mas Ontowiryo atau lebih terkenal dengan nama Pangeran Diponegoro adalah pemimpin perang Diponegoro. Perang ini antara lain disebabkan karena Belanda memasukkan budaya yang bertentangan dengan agama Islam. Selain itu, beliau merasa tidak puas dengan melihat penderitaan rakyat dan kekejaman serta kelicikan Belanda. Kemarahannya semakin memuncak ketika Smissaert (Residen untuk wilayah Yogyakarta) dan Patih Danurejo memerintahkan anak buahnya untuk memasang anjir (pancang/ patok) dalam rangka membuat jalan baru. Pemasangan anjir ini secara sengaja melewati pekarangan dan makam leluhur Pangeran Diponegoro di Tegalrejo tanpa izin. 3. K.H. Ahmad Dahlan K.H. Ahmad Dahlan lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868. Nama lahirnya adalah Muhammad Darwis. Ia merupakan salah satu pahlawan nasional yang berperan penting pada masa pergerakan. Peran K.H. Ahmad Dahlan pada masa pergerakan adalah dengan mendirikan organisasi Muhammadiyah. Organisasi Muhammadiyah didirikan pada 18 November 1912 di Yogyakarta. Tujuan dari Muhammadiyah adalah memurnikan ajaran Islam sesuai dengan Al-Quran dan Al-Hadis. Pemikiran-pemikiran dari K.H. Ahmad Dahlan diperoleh setelah berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran pembaharu dalam Islam, seperti Muhammad Abduh, Al-Afghani, Rasyid Ridha dan Ibnu Taimiyah. Saat di Mekkah, Kiai Dahlan juga berhubungan dengan peziarah dari Barat, Minangkabau, Aceh, Sulawesi dan daerah lain yang memiliki keyakinan kuat terhadap Islam. Semoga membantu😊


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

jelaskan mengapa bangsa eropa melakukan kolonialisme dan imperialisme?

1

0.0

Jawaban terverifikasi

Dalam bidang perkebunan, rakyat Indonesia di paksa untuk menganti makanan pokok seperti Jagung dan Ubi menjadi Padi dan Gandum, hal ini di maksudkan dengan alasan

2

0.0

Lihat jawaban (1)

Iklan